Mohon tunggu...
Raiders Salomon Marpaung
Raiders Salomon Marpaung Mohon Tunggu... Guru - Guru Olahraga

Nama :Dr. Raiders Salomon Marpaung, MM. Alamat :Jl. Toram I No. 5, Jakarta 11820 Tempat, tanggal lahir :Bandung, 18 April 1962 Status : Menikah Pekerjaan: Guru PJOK di SMPK 6 PENABUR Jakarta

Selanjutnya

Tutup

Bulutangkis Pilihan

Peluang Raihan Medali Emas Indonesia dari Cabang Bulutangkis di Olimpiade Tokyo 2020

25 Juli 2021   13:08 Diperbarui: 25 Juli 2021   13:35 4027 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Peluang Raihan Medali Emas Indonesia dari Cabang Bulutangkis di Olimpiade Tokyo 2020
(Jordan & Oktavianti Dok: olympics.bwfbadminton.com)

                                                                                 

Kegiatan Olimpiade Tokyo 2020 sudah dimulai pada tanggal 23 Juli yang lalu sampai dengan tanggal 8 Agustus 2021 yang akan datang. Cabang olahraga yang dipertandingkan berjumlah 37 cabang olahraga yang diikuti oleh 166 negara di Dunia. Salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan adalah cabang olahraga bulutangkis.

Cabang olahraga bulutangkis pertama kali dipertandingkan pada penyelenggaraan Olimpiade di Olimpiade Barcelona, Spanyol, 1992. Cabang bulutangkis secara resmi menjadi cabang olahraga yang dipertandingkan di Olimpiade tersebut. Indonesia tidak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk meraih medali pada kegiatan multievent terbesar di dunia tersebut.

Upaya meraih medali emas melalui cabang bulutangkis berhasil diwujudkan, bahkan mampu meraih 2 medali emas ditambah dengan 2 medali perak dan 1 medali perunggu. Tradisi medali emas dari cabang olahraga bulutangkis kemudian terus berlanjut, kecuali di Olimpiade London, Inggris, 2012. Adapun cabang olahraga bulutangkis berhasil menyumbang medali untuk Indonesia sepanjang keikutsertaannya di Olimpiade adalah sebanyak 7 medali emas, 6 medali perak, dan 6 medali perunggu.

Atlet bulutangkis Indonesia yang berhasil meraih medali emas tersebut adalah: Susi Susanti dalam Olimpiade Barcelona 1992 di nomor tunggal putri, Alan Budikusuma dalam Olimpiade Barcelona 1992 di nomor tunggal putra, Rexy Mainaky/Ricky Subagja dalam Olimpiade Atlanta 1996 di nomor ganda putra, Tony Gunawan/Candra Wijaya dalam Olimpiade Sydney 2000 di nomor ganda putra, Taufik Hidayat dalam Olimpiade Athena 2004 di nomor tunggal putra, Hendra Setiawan/Markis Kido dalam Olimpiade Beijing 2008 di nomor ganda putra, dan Liliyana Natsir/Tontowi Ahmad dalam Olimpiade Rio de Janeiro 2016 di nomor ganda campuran.

Sementara itu Indonesia dalam cabang olahraga bulutangkis di Olimpiade yang diselenggarakan di Tokyo Jepang kali ini akan menurunkan tujuh wakilnya dalam lima nomor. Ke tujuh wakil tersebut ialah mewakili sektor tunggal putra (dua wakil), tunggal putri, ganda putra (dua wakil), ganda putri dan ganda campuran.

Berdasarkan data dan fakta perolehan medali Indonesia dari cabang bulutangkis di Olimpiade, peluang untuk meraih medali emas yang pertama jelas pada nomor ganda putra yang sudah memberi kontribusi tiga medali emas. Berikutnya nomor tunggal putra dengan kontribusi 1 medali emas.

Kemudian nomor ganda campuran dengan kontribusi 1 medali emas. Nomor ganda putri, walaupun belum pernah berkontribusi medali emas. Dan terakhir dari nomor tunggal putri, walau pun sudah berkontribusi 1 medali emas.

Sampai saat ini, tanda-tanda keberhasilan tersebut mulai terlihat. Dibuktikan dengan kemenangan semua wakil Indonesia yang bertanding di hari pertama cabang olahraga bulutangkis kemarin (24/7/2021). Greysia Polii/Apriani Rahayu menang dua set langsung atas pasangan Malaysia Chow Mei Kuan/Lee Meng Yean dengan skor 21-14, 21-17.

Jonatan Christie yang diunggulkan di posisi ketujuh, menang dua set langsung atas Aram Mahmoud dengan skor 21-8, 21-14. Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti yang diunggulkan di posisi keempat, menang rubber set atas pasangan Australia Simon Wing Hang Leung/Gronya Somerville dengan skor 20-22, 21-17, 21-13.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN