Mohon tunggu...
Raiders Salomon Marpaung
Raiders Salomon Marpaung Mohon Tunggu... Guru/Dosen

Nama :Drs. Raiders Salomon Marpaung, MM. Alamat :Jl. Toram I No. 5, Jakarta 11820 Tempat, tanggal lahir :Bandung, 18 April 1962 Status : Menikah Pekerjaan: Guru/Dosen

Selanjutnya

Tutup

Bulutangkis Pilihan

Tanpa Pemain Prioritas, Indonesia Berhasil Mempertahankan Tradisi Meraih Gelar Juara

8 Februari 2019   19:11 Diperbarui: 8 Februari 2019   19:39 0 1 1 Mohon Tunggu...
Tanpa Pemain Prioritas, Indonesia Berhasil Mempertahankan Tradisi Meraih Gelar Juara
(dok.www.viva.co.id)

Tim bulutangkis Indonesia telah mengakhiri perjuangannya di Iran Fajr International Challenge 2019 kemarin (Kamis,7/2/2019) dengan hasil yang memuaskan. Sepanjang bulan Januari lalu di awal tahun ini, Indonesia secara konsisten selalu berhasil merebut gelar juara.

Diawali di Thailand Master yang diselenggarakan dari tanggal 8 s/d 13 Januari 2019, Indonesia berhasil merebut gelar juara tunggal putri melalui Fitriani. Berikutnya di Malaysia Masters yang diselenggarakan dari tanggal 15 s/d 20 Januari 2019, Indonesia berhasil merebut gelar juara ganda putra melalui pasangan Marcus/Kevin.

Selanjutnya di Indonesia Masters yang diselenggarakan di Istora dari tanggal 22 s/d 27 Januari 2019, Indonesia kembali berhasil merebut gelar juara ganda putra melalui pasangan Marcus/Kevin.

Dan yang terbaru di Iran Fajr International Challenge yang diselenggarakan dari tanggal 4 s/d 7 Februari 2019 yang baru lalu, Indonesia berhasil merebut dua gelar juara yaitu ganda putra melalui pasangan unggulan kelima Adnan Maulana/Ghifari Anandaffa dan ganda putri melalui pasangan Nita Violina Marwah/Putri Syaikah.

Berikut ini adalah hasil selengkapnya yang diraih pemain Indonesia di Iran Fajr International Challenge 2019 untuk empat sektor yang di ikuti.

Sektor tunggal putra, prestasi terbaik diraih oleh Firman Abdul Kholik. Firman Abdul Kholik yang diunggulkan di posisi pertama, hanya mampu sampai perempat final setelah menderita kekalahan dari pemain Thailand Adulrach Namkul melalui pertarungan rubber set dengan skor 19-21  21-19 dan 16-21.

Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay, hanya mampu sampai babak ketiga setelah menderita kekalahan dari pemain Thailand lainnya Kunlavut Vitidsarn yang merupakan unggulan 11 dua set langsung dengan skor 17-21  13-21.

Chico Aura Dwi Wardoyo yang diunggulkan di posisi kedua, senasib dengan Ikhsan hanya mampu sampai babak ketiga setelah menderita kekalahan dari pemain Ukraina Artem Pochtarov yang merupakan unggulan 16 melalui pertarungan rubber set dengan skor 17-21  21-10 dan 20-22.

Karono, hanya mampu sampai babak kedua setelah menderita kekalahan dari pemain Thailand Adulrach Namkul dua set langsung dengan skor 16-21  13-21. Gatjra Piliang Fiqihila Cupu juga hanya mampu sampai babak kedua setelah menderita kekalahan dari unggulan 12 Teck Zhi Soo dari Malaysia dua set langsung dengan skor ketat 18-21  29-30.

Berikutnya di sektor tunggal putri, prestasi terbaik diraih oleh Choirunnisa. Choirunnisa yang tidak diunggulkan berhasil sampai ke final, sayang di final harus mengakui keunggulan pemain Thailand unggulan kedelapan Supanida Katethong dengan skor 16-21  13-21.

Bening Sri Rahayu, mampu sampai babak perempat final setelah menderita kekalahan dari pemain Turki Ozge Bayrak yang merupakan unggulan keenam dua set langsung dengan skor 13-21  19-21.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2