Mohon tunggu...
Rahman Sopian
Rahman Sopian Mohon Tunggu... Seniman - Mahasiswa

Seniman

Selanjutnya

Tutup

Joglosemar

Wisata Teknologi Cahaya Islami Berkemajuan

2 Desember 2022   22:54 Diperbarui: 6 Desember 2022   14:48 298
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

YOGYAKARTA – Museum Muhammadiyah yang terletak di Yogyakarta tepatnya di Kampus IV Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta telah diresmikan 4 hari sebelum digelarnya acara Muktammar Muhammadiyah ke 48. Peresmian yang secara langsung dibuka oleh pimpinan rektorat Kampus UAD ini menjadi bagian dari salah satu sejarah Muhammadiyah. karna dalam konteks nya sendiri, museum biasa dikenal dengan konteks berwisata sejarah.

Namun Museum Muhammadiyah yang bertempat di UAD ini menghadirkan hal yang berbeda, dimana selain berwisata sejarah sepak terjang Muhammadiyah di Indonesia, Muhammadiyah juga menghadirkan edukasi mengenai memori dan informasi kesejarahan peran peran kebangsaan yang memanfaatkan teknologi masa kini.

Gedung yang mulai dibangun pada tahun 2017 dan dikemas menggunakan konsep teknologi masa kini ini mampu menjelaskan story tentang perjalanan Muhammadiyah sejak dulu. Gedung yang di desain memiliki 4 lantai ini sangatlah menarik untuk di kunjungi namun lantai 3 dan 4 yang masih dalam proses pembangunan tak menjadi kelemahan dalam konsep bangunan museum ini.

Dimana di lantai 1 para pengunjung akan di suguhkan historiografi mengenai Muhammadiyah salah satunya biografi ketua umum muhammdiyah dari tahun ke tahun, lalu naik ke lantai 2 dimana para pengunjung akan melihat semacam historiografi yang memanfaatkan teknologi IT berbentuk pameran yang lain dari biasanya.

Hal ini juga yang menjadi sarana untuk meningkatkan daya tarik pengunjung dan  membuat pengunjung dapat merasakan perjalanan dari masa lalu hingga masa kini. Museum Muhammadiyah ini selain bernilai sejarah yang tinggi tentu juga juga memiliki nilai edukasi yang tinggi. Salah satunya deretan rak buku yang berisi edukasi tentang sejarah dari berbagai unsur seperti keilmuan dan edukasi.

Museum Muhammadiyah sendiri juga masih menerapkan beberapa protokol kesehatan dalam standar pengoperasionalan museum ini. Karna jika di lebarkan sedikit, dunia dan Indonesia baru saja dilanda pandemi. Hal ini menuntut konsep museum ini selain bernilai edukasi sejarah juga tidak melupakan protokol kesehatan. Karna museum sendiri merupakan salah satu tempat yan menarik perhatian banyak orang dan juga menjadi titik kumpul para masyarakat yang inign belajar mengenai sejarah. Pendaftaran pengunjung juga dapat di akses melalui website online Museum Muhammadiyah.

Disisi lain, konsep pembangunan Gedung yang masih belum sempurna ini tidak menjadi penghambat dari masyarakat persyerikatan dalam membangun kembali karakter dan nilai – nilai sejarah Muhammadiyah. Selain dari masyarakat Muhammadiyah sendiri, banyak pihak yang berkontribusi dalam pembangunan Museum Muhammadiyah ini. Mulai dari unsur konstruksi bangunan, pengarah ahli, dan juga penyumbang isi isi sejarah Muhammadiyah itu sendiri seperti buku buku dan artefak sejarah serta masih banyak unsur lain yang menjadi pertimbangan dalam pembangunan museum Muhammadiyah itu sendiri. 

Karna salah satu tujuan dibangunnya museum Muhammadiyah ini bukan hanya konsep megah dan mewah, melainkan edukasi yang menggunakan teknologi ini mampu menjadi sarana pembelajaran bagi masyarakat Muhammadiyah dan masyarakat Indonesia yang ingin belajar mengenai sejarah.

 “Senang sih yang pasti, apalagi aku selaku mahasiswa yang belajar di salah satu kampus yang berada di bawah naungan Muhammadiyah bisa belajar tentang sejarah Muhammadiyah itu sendiri, di kampus kan masih jarang banget tuh pelajaran tentang sejarah Muhammadiyah, mungkin museum ini bisa jadi sarana untuk menyalurkan hal tersebut.” Ujar elisca, salah satu pengunjung Museum Muhammadiyah.

Selain berisi sejarah dan edukasi mengenai sejarah Muhammadiyah, Gedung museum ini diharapkan mampu menjadi pengingat agar bangsa Indonesia lebih berpartisipasi dalam merawat sejarahnya sendiri. karna jika di lebarkan sedikit, bangsa Indonesia merupakan bangsa yang bersejarah, Dimana perjuangan - perjuangan pendahulu kita dalam memperjuangkan kemerdekaan mampu menjadi kayu bakar dalam belajar menghargai sejarah, karna di era globalisasi saat ini, peran anak muda dalam membangun kembali nilai dan karakter sejarah dalam kehidupan sehari hari sangatlah penting.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Joglosemar Selengkapnya
Lihat Joglosemar Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun