Mohon tunggu...
Rahmad Hidayat
Rahmad Hidayat Mohon Tunggu... Influencer | Marketing | Blogger

Selalu berusaha menjadi pribadi yang bermanfaat bagi yang lain.. Admin : https://www.ahmaddzaki.id

Selanjutnya

Tutup

Otomotif

Ban Tanpa Tekanan Udara, Bagaimana Bisa?

9 Juni 2019   15:38 Diperbarui: 9 Juni 2019   15:42 0 0 0 Mohon Tunggu...
Ban Tanpa Tekanan Udara, Bagaimana Bisa?
Sumber : YouTube Channel: The Wheel Network

Ban Tanpa Tekanan Udara, Bagaimana Bisa? - Baru-baru ini Michelin dan General Motor merilis sebuah ban tanpa tekanan udara, ban ini diberi nama Uptis yang merupakan singkatan dari Unique Puncture-proff Tyre System.

Bagian luar dari ban ini terdapat motif/alur seperti dengan ban pada umumnya. Sedangkan pada bagian dalamnya, nampak seperti jeruji bermotif yang juga terbuat dari karet.

Ban tanpa tekanan udara ini menggunakan struktur yang terbuat dari karet yang diperkuat dengan bahan fiberglas. Cincin fleksibel pada ban ini dibungkus dengan tapak ban konvensional, yang ketika aus (halus) tapak ban ini dapat diganti.

Uptis ini lebih tahan terhadap tusukan benda-benda tajam, sehingga dapat mengurangi produksi ban dunia. Perlu diketahui salah satu pemborosan pada ban di dunia adalah karena tusukan.

Michelin mengklaim bahwa ban Uptis ini memiliki beberapa keuntungan yaitu : 

  • Mengurangi jumlah ban yang tertusuk atau rusak yang dibuang sebelum mencapai akhir siklus hidup mereka
  • Mengurangi penggunaan bahan baku, energi untuk produksi dan emisi yang terkait dengan pembuatan ban cadangan dan ban pengganti yang tidak lagi diperlukan
  • Berlangsung lebih lama dengan menghilangkan keausan tidak teratur yang disebabkan oleh inflasi yang terlalu tinggi atau kurang
  • Mengurangi bahaya yang terkait dengan flat dan ledakan.

Selengkapnya dapat dilihat pada video berikut ini : Sumber : YouTube Channel The Wheel Network


Saat ini baru GM yang bekerja sama dengan Michelin terkait dengan ban masa depan ini. GM diprediksi akan menggunakan Uptis ini pada mobil listriknya seperti Bolt EV. 

Uptis ini masih terus dikembangkan dan disempurnakan, hingga diperkirakan pada tahun 2024 nanti Uptis dapat diproduksi secara massal. 

Mungkin ban ini cocok digunakan di negara-negara eropa yang jalannya relatif rata, tapi kalau di Indonesia yang setiap sudut banyak "jeglongan" patut dipertimbangkan tuh ban tanpa tekanan udara ini, he he.