Mohon tunggu...
Lulu Rahayu
Lulu Rahayu Mohon Tunggu... Dosen PIAUD Universitas Pembangunan Panca Budi Medan

I do what i love and I love what i do

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

KIAT PENGASUHAN POSITIF DITENGAH PANDEMI VIRUS CORONA (COVID 19) UNTUK ANAK USIA 4 - 6 TAHUN

24 April 2020   17:35 Diperbarui: 24 April 2020   19:57 153 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
KIAT PENGASUHAN POSITIF DITENGAH PANDEMI VIRUS CORONA (COVID 19) UNTUK ANAK USIA 4 - 6 TAHUN
img-20190723-wa0045-5ea2c235097f367deb165652.jpg

Saat sekarang ini, dimana-mana sedang gencar membahas tentang virus corona (covid 19) yang sangat mematikan dengan total 190 ribu korban jiwa meninggal di seluruh dunia, sedangkan di Indonesia mencapai angka 582 jiwa yang tersebar di 29 provinsi menurut data terakhir per 24 april 2020. Virus corona yang digadang-gadangkan lebih mematikan dari virus SARS dan HIV, mengapa bisa demikian karena jika virus SARS menyerang sistem pernafasan dan virus HIV menyerang sistem kekebalan tubuh pada manusia namun virus corona menyerang kedua sistem vital didalam tubuh manusia tersebut. Sehingga pemerintah mendeklarasikan bahwa pandemi ini sebagai bencana nasional non alam yang harus disikapi dengan serius.

Secara global, pandemi virus corona bukan hanya menyerang pada sektor kesehatan dan ekonomi melainkan juga sangat berdampak pada sektor pendidikan. Keluarga sebagai lingkup masyarakat terkecil menjadi salah satu bagian yang paling terdampak dari mewabahnya virus ini. Seruan pemerintah untuk social distancing dan pshical distancing sehingga mengakibatkan diliburkannya sekolah-sekolah dan kampus yang tentu saja hal ini menambah beban dan tugas berat bagi para orang tua bukan hanya harus berjuang untuk mengamankan ekonomi keluarga melainkan juga memberi pendampingan dan pengasuhan kepada anak agar tujuan pembelajaran tetap tercapai walaupun stay at home.

Bukan hal mudah untuk melakukan hal tersebut karena selama ini banyak orang tua sudah terbiasa menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab pendidikan anak dalam hal pembelajaran kepada guru di sekolah dan lembaga kursus lainnya. Namun bukan berarti hal yang sulit untuk melewati situasi ini tentu saja harus diimbangi dengan dengan tekad dan semangat yang kuat serta didukung dengan kesadaran diri bahwa saat ini adalah momen yang tepat untuk membangun ikatan batin yang kuat dan mendekatkan hubungan dengan anak terutama terkait dengan pendidikan moral dan pembentukan karakternya maka secara sugesti akan muncul sikap positif yang akhirnya menumbuhkan energi baru bagi orang tua untuk memanfaatkan situasi dan kondisi yang sulit ini menjadi lebih mudah untuk dihadapi karena kekuatan bersama.

Untuk itu penulis, akan membagikan beberapa ide pengasuhan positif yang bisa dipedomani untuk diterapkan oleh para orang tua berikut ide kegiatan yang dapat dilakukan bersama dengan anak sehingga tidak stress dan tidak harus mengeluh dengan membuat status yang unfaedah dalam melewati dan menghadapi situasi ini. Adapun ide-ide pengasuhan positif tersebut adalah:

1. Quality Time dengan masing-masing anak

Setiap anak tentu saja unik, artinya antara satu anak dengan anak yang lain berbeda, maka dari itu pada tahap awal tentu saja pengasuhannya juga tidak sama.

Adapun hal-hal yang dapat dilakukan adalah:

  • Komunikasikan dan bangun komitmen dengan anak apa yang harus dilakukan dan yang tidak seharusnya dilakukan. Dengan kata lain hal ini mengajarkan kepada anak rasa tanggung jawab dan pengambilan keputusan atas komitmen yang sudah disepakati bersama.
  • Tetapkan jadwal kegiatan dengan anak misal untuk satu kegiatan maksimal 60 menit di jam yang sama sehingga ada sesuatu yang anak nantikan setiap harinya. Diskusikan hal tersebut dengan anak, kemudian berikan kesempatan kepada anak untuk memilih kegiatan yang disenanginya. Memberikan kesempatan kepada anak untuk memilih kegiatan yang disenanginya secara tidak langsung juga mengajarkan anak untuk memiliki sikap percaya diri dan menumbuhkan keberanian dalam menyampaikan pendapat.

Contoh ide kegiatan yang dapat dilakukan bersama adalah:

  • Membaca buku cerita yang didalamnya ada pesan moral sehingga dapat diteladani anak. Misal: Cerita tentang rasul/nabi
  • Ajak anak berjalan dan berkeliling dihalaman sekitar rumah sambil menikmati matahari pagi sekaligus menjelaskan ciptaan-ciptaan Allah SWT dengan demikian anak akan mengerti dan memiliki rasa bersyukur.
  • Membaca surah pendek dan hadits serta secara perlahan meningkatkannya menjadi hapalan, hal ini tentu saja akan berdampak pada aspek perkembangan kognitif dan pendidikan pengetahuan agamanya juga bertambah.
  • Mengaji bersama
  • Menari/menyanyikan lagu-lagu religi misal asmaul husna
  • Melibatkan anak dalam pekerjaan rumah selain menumbuhkan kemampuan life skill anak juga bermanfaat meningkatkan kecerdasan adversitas (Adversity Quotient) yaitu kecerdasan yang dimiliki seseorang untuk mengatasi kesulitan dan bertahan hidup.
  • Misal: Membersihkan rumah yang bisa dijadikan permainan yang seru.
  • Mendampingi anak mengerjakan tugas sekolah yang diberikan oleh guru.

2. Menjaga suasana hati

Salah satu cara menjaga dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh agar tetap stabil adalah dengan menjaga suasana hati tetap baik. Karena pada saat suasana hati kita baik maka otak akan mengeluarkan satu hormon yang disebut endorphin dimana hormon ini memberikan sensani rasa senang, gembira dan nikmat sehingga dapat meningkatkan imunitas tubuh. Namun menjaga suasana hati bukanlah perkara yang mudah ditengah situasi pandemi virus corona ini, terutama menghadapi anak dengan berbagai tingkah laku yang bermacam-macam tentu saja ini sangat mempengaruhi suasanan hati. Tanpa sadar, sering kali orang tua membentak dan menghardik dengan kata-kata kasar dan suara yang menggelegar padahal kita sadar bahwa anak akan lebih menurut ketika kita selaku orang tua menggunakan kata-kata positif dengan suara yang lembut.

Adapun hal-hal yang dapat dilakukan adalah:

  • Tetap fokus pada perilaku yang diinginkan dan menggunakan kalimat positif saat meminta anak untuk melakukan sesuatu. Contoh kalimat Positif: “Nanti setelah selesai main, tolong mainannya dibereskan ya.” dan contoh kalimat negatif: “Bereskan mainannya, jangan buat berantakan aja!”
  • Lembutkan nada suara dan tegaskan intonasi 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN