Mohon tunggu...
Humaniora Pilihan

Cuti Sehari Selamanya Menginspirasi

1 September 2016   23:53 Diperbarui: 2 September 2016   00:28 0 2 2 Mohon Tunggu...
Cuti Sehari Selamanya Menginspirasi
Dok. Pribadi

Ini masalah hati….

“jika anda ingin berbicara dari hati ke hati maka gunakanlah bahasa Indonesia” sepenggal kalimat diatas seketika tarpatri indah dalam ingatan di suatu siang di ruang D 207 sekitar 9 tahun yang lalu. Ini bukan kalimat penyemangat atau pepatah indah melainkan ini adalah ekpresi kemarahan dari Alm. Pak Parwi kepada saya, seorang dosen pronunciation yang luar biasa semangat, sayang perjumpaan kami terlalu singkat. 

Saya di sini tidak hendak  bercerita mengapa beliau memarahi saya, sebab mungkin akan butuh berlembar lembar untuk menceritakannya, mengapa saya pilih tagline diatas? Yap, benar, karna saya akan mencoba berbagi pengalaman saya dengan anda dari hati ke hati.

Senin, 22 Agustus 2016 sebuah hari senin yang akan selalu membekas di sini (*nunjuk dada). Pagi itu saya bangun jauh lebih pagi dari biasanya, jauh lebih semangat dari biasanya, jauh lebih antusias dari biasanya dan jauh lebih gegap gempita dari biasanya. Waktu menunjukan pukul 05.00 pagi, matahari pagi itu masih malu malu menampakan dirinya namun dering di sebuah grup whatsapp yang berisikan beberapa manusia super sudah berdering silih berganti mengucapkan kalimat sapaan, ucapan selamat pagi, pekikan semangat dan beberapa ekspresi kebingungan yang disebabkan kurangnya pengetahuan jalanan kota Surabaya. Ada apa sebenarnya hari ini?

‘Lekas bangun dari tidur berkepanjangan, cuci muka biar terlihat segar, masih ada cara menjadi besar’ petikan lirik lagu menjadi Indonesia yang dialunkan oleh efek rumah kaca mengawali pagi itu, langkah seribu pun saya ambil untuk segera mempersiapkan diri menyambut hari yang telah saya nantikan selama kurang lebih 3 tahun terakhir ini, juga menjadi sebuah kerinduan saya setelah memutuskan vakum dari dunia pendidikan di akhir 2012.

Pukul 06.00 tepat saya menyalakan mesin motor saya yang sudah terlihat payah, namun apadaya dia harus kembali menjadi kaki saya hari ini. sempat rewel namun semua bisa teratasi setelah saya mendaratkan belaian kasih sayang ke speedometernya. Hahahaha saya selalu menganggap semua benda itu hidup, saya mengenakan kostum terbaik yang biasa saya gunakan dalam pekerjaan dan tak lupa membawa tas hitam andalan yang tidak terbuat dari kulit buaya.

Pagi itu surabaya mendung merekah dan dinginya lumayan memanjakan mata (lho kok?). yap mata, karna mata saya sudah hafal dengan rute dan pengguna jalan setiap harinya, kalau biasanya dipenuhi dengan dewasa dewasa pencari upeti yang berangkat menuju kantor masing-masing nah hari ini pemandangannya sedikit berubah, pemandangan yang kebanyakan dihuni oleh adik adik berseragam dengan berbagai warna seragamnya, perbedaan taraf kepagian berbicara disini.

Waktu menunjukan pukul 06.30 saya memarkir kuda besi saya di halaman sekolah kecil di bagian dalam kota Surabaya barat, bersebarangan dengan sungai dan diapit oleh perkampungan padat penduduk. Sedikit susah mencari letak tepatnya namun karena saya menggunakan CPS (Cangkem Positioning System) maka semua teratasi dengan lebih mudah walau sedikit memerlukan insting.

(Gerbang depan SDN Jajar Tunggal 1 Surabaya.)
(Gerbang depan SDN Jajar Tunggal 1 Surabaya.)
Sesampainya di sekolah tersebut lemparan senyum dari adik adik murid SDN Jajar Tunggal 1 menghiasi pagi saya, sekali lagi pemandangan yang benar benar berbeda dari biasanya. Berangsur angsur mereka mulai memadati tanah lapang di bagian tengah sekolah untuk memulai persiapan Upacara Bendera hari senin. Upacara berjalan dengan hikmat dan sempurna, yang tidak luput dari pantauan saya tidak lain tidak bukan adalah petugas upacara pagi itu dan pada khususnya pasukan pengibar bendera, yak saya selalu tertarik dengan paskibra entah mengapa.

Dok. Pribadi
Dok. Pribadi
Kelas Inspirasi Surabaya 4 di SDN Jajar Tunggal 1 resmi dimulai setelah upacara selesai. Rombongan belajar kami yang berisikan manusia manusia super dari berbagai bidang pekerjaan dan dari berbagai penjuru Surabaya, luar kota bahkan luar pulau mengambil alih lapangan sekolah tersebut, kami menyapa mereka dengan sangat antusias, kami berkenalan singkat dengan mereka, kami berikan senyum terindah pagi itu dan kami melakukan sedikit pelemasan otot dengan mereka. Setelah beberapa menit kami melakukan ice breaking kami langsung menuju kelas kelas dimana kami ditugaskan.

“Cuti Sehari Selamanya Menginspirasi” tagline tersebut menjadi pemicu semangat kami untuk menginspirasi mereka, memotivasi mereka dan berbagi mimpi dengan mereka. Satu hari mungkin waktu yang sangat singkat bagi kita, namun bagi mereka satu hari dapat merubah pandangan mereka tentang masa depan bahkan juga merubah kualitas hidup mereka.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4