Mohon tunggu...
Rahadian Bisma
Rahadian Bisma Mohon Tunggu... Dosen - Dosen - Sistem Informasi Universitas Negeri Surabaya

Seorang Dosen yang berpraktisi sebagai konsultan Pemerintahan dan Keamanan Digital

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Dosen Sistem Informasi UNESA Dorong Keselamatan Digital: Guru SD dibekali pengetahuan Cyber Security dan Aplikasi Kolaborasi

10 November 2023   07:22 Diperbarui: 10 November 2023   07:32 191
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi Hacker. Sumber Gambar: https://stock.adobe.com

Keamanan siber, atau dikenal sebagai cyber security, adalah suatu konsep dan praktik yang bertujuan melindungi perangkat komputer, jaringan, serta program-program dari serangan-serangan digital, yang lebih umumnya disebut sebagai serangan siber. Munculnya konsep keamanan siber dan peningkatan serangan siber dapat ditarik hubungannya dengan pertumbuhan penggunaan perangkat elektronik yang terhubung dengan internet, seperti laptop dan smartphone, yang semakin meluas dalam kehidupan sehari-hari.

Keamanan siber menjadi tantangan signifikan bagi Indonesia karena meningkatnya serangan siber, yang sebagian besar disebabkan oleh penetrasi tinggi pengguna internet di Indonesia. Angka pengguna internet di Indonesia mencapai 78,19 persen dari total populasi sebesar 275.773.901 jiwa, yaitu sebanyak 215.626.156 jiwa.

Sebagai masyarakat Indonesia, kita sering kali mendengar berita terkait insiden pencurian data, seperti kasus pembobolan data yang dilakukan oleh hacker Bjorka pada tahun 2022 atau pencurian data Bank Syariah Indonesia pada Mei 2023." Serangkaian serangan siber yang terjadi di Indonesia menjadi ancaman serius terhadap keamanan nasional negara ini. Dengan meningkatnya insiden-insiden serangan siber dan kejahatan siber di Indonesia, kita dihadapkan pada sebuah masalah yang dapat menggoyahkan keamanan nasional kita. Dalam definisi dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), keamanan nasional didefinisikan sebagai kemampuan suatu bangsa untuk melindungi nilai-nilai nasionalnya dari ancaman luar, yang sekarang ini telah berkembang untuk mencakup tantangan yang bersifat teknologi, seperti serangan siber dan kejahatan siber.

Penting untuk diakui bahwa ancaman saat ini tidak hanya terbatas pada potensi konflik fisik, tetapi juga melibatkan ancaman teknologi, khususnya serangan siber dan kejahatan siber. Dalam menghadapi perkembangan teknologi saat ini, keberadaan dan kebutuhan akan keamanan siber menjadi salah satu komponen esensial dalam menjaga keamanan nasional di Indonesia.

Dokumentasi Kegiatan. Sumber Gambar: Dokumentasi Pribadi
Dokumentasi Kegiatan. Sumber Gambar: Dokumentasi Pribadi

Dosen Sistem Informasi dari Universitas Negeri Surabaya telah mengambil langkah proaktif dalam meningkatkan pemahaman serangan siber di kalangan guru Sekolah Dasar (SD). Dalam upaya untuk meningkatkan tingkat kewaspadaan terhadap potensi ancaman siber di era digital ini, para dosen telah memberikan pelatihan khusus kepada para pendidik di tingkat dasar. Kegiatan yang dilakukan di tanggal 27 Oktober 2023 yang berlangsung kurang lebih 4 jam ini memberikan pandangan dan pengetahuan baru kepada para guru

Pelatihan ini sebagai salah satu peran Dosen sebagai penyelenggara Tri Darma pada Perguruan tinggi yaitu sebagai peran pengabdian kepada masyarakat. pengabdian kepada masyarakat khususnya pada peran teknologi informasi sengaja dilakukan karena memang para dosen ini berkecimpung di bidang teknologi khususnya sistem infomasi diharapkan memberikan sumbangan keilmuannya untuk masyarakat disekitar agar memberikan dampak baik khususnya penerapan teknologi informasi, itu yang disampaikan Rahadian Bisma, S.Kom.,M.Kom yang juga sebagai ketua dalam pengabdian kepada masyarakat yang memilih lokasi di SDN Ketintang 1 Surabaya. 

Pemilihan lokasi ini memang tidak jauh dari kampus UNESA Ketintang karena memang ingin memberikan sebuah dampak dari kampus kepada area disekitar kampus, jangan sampai adanya kampus UNESA tidak memberikan dampak positif kepada area sekitar, ujar  Bisma panggilan akrab dari ketua kegiatan  yang juga merupakan praktisi dan konsultan SPBE dan Keamanan Informasi  di pemerintah daerah.

Kegiatan ini dilakukan bersama beberapa dosen yang keseluruhannya dari prodi sistem informasi dan teknik informatika disertai oleh para mahasiswanya. kegiatan ini ingin membekali para pendidik di tingkat Sekolah Dasar secara personal agar lebih paham dan harapanya beliau (para pendidik) dapat kembali menyebarkan pengetahuan kepada anak didik, wali murid dan seluruh elemen terdekat nya. pada kegiatan ini banyak sekali contoh kasus dan cara identifikasi serangan siber yang ditunjukan dan bagaimana cara untuk antisipasi ketika mendapatkan serangan tersebut. dan juga diberikan cara mitigasi / penanggulangan ketika ada indikasi sudah terkena insiden siber sehingga dapat meminimalisir dampak kerugian yang terjadi. 

Pentingnya pemahaman serangan siber semakin terasa dengan maraknya insiden keamanan siber yang melibatkan data pribadi dan sensitif. Dosen Sistem Informasi telah memilih guru SD sebagai sasaran pelatihan karena peran kunci mereka dalam memberikan pendidikan dasar kepada generasi muda. Pelatihan ini diharapkan dapat membekali para guru dengan pengetahuan yang cukup untuk mengidentifikasi, mencegah, dan merespons serangan siber potensial.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun