Mohon tunggu...
Ganendra X
Ganendra X Mohon Tunggu... Jakarta Worker

Suka klayaban, demen nulis, kadang jepret2, kadang iseng ngeVlog / email: masrahab@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Transportasi Artikel Utama

Hore, Setahun Lagi Bisa Pesiar Keliling Pulau Samosir dengan Kapal Besar

13 November 2018   05:23 Diperbarui: 20 November 2018   23:14 0 16 10 Mohon Tunggu...
Hore, Setahun Lagi Bisa Pesiar Keliling Pulau Samosir dengan Kapal Besar
ILUSTRASI. Kapal feri di Pelabuhan Tomok. (Foto Ganendra)

Berdiri di atas jembatan Tano Ponggol, Samosir. Sore hari nan ramai. Suara klakson kapal besar berkapasitas tipe 2000 DWT (dead weight tonnage) melintas di bawah jembatan. Bersahutan. Hilir mudik membelah alur yang membentang lebar sekira 80 meter. Orang-orang berpesiar mengelilingi pulau Samosir, menikmati panorama dari atas kapal. Sementara di atas jembatan ramai lalu lalang kendaraan transportasi barang dan jasa. Mengangkut berbagai rupa barang, jasa maupun hasil panen warga Samosir dan sekitarnya. Di pinggiran alur, muda-mudi bahagia, menikmati langit senja di pedestrian. Menuju malam.

IMPIAN. Itu pemandangan memukau yang mungkin akan terlihat setahun ke depan. Saat jembatan baru usai dibangun sebagai jalan masuk satu-satunya antara pulau Samosir dengan pulau Sumatera. Jika jembatan sepanjang 200 meter sudah jadi, maka kapal-kapal besar bisa lewat di bawahnya. 

Momen itu yang kubayangkan akan ada, saat kuberdiri di jembatan Tano Ponggol, Jumat 9 November 2018 lalu. Jembatan yang menghubungkan Pulau Samosir dengan Pulau Sumatera, saat ini panjangnya hanya sekira 25 meter saja.

Alur di bawah tak terlalu lebar dan terlihat dangkal. Praktis hanya perahu kecil bermuatan orang yang jumlahnya bisa dihitung dengan jari tangan kiri.  

Alur inilah yang memisahkan Pulau Samosir dan membuat Pulau Samosir di kelilingi air Danau Toba.

Perahu kecil di Alur Tano Ponggol saat aku ke lokasi bareng Kemen PUPR. (Dokpri)
Perahu kecil di Alur Tano Ponggol saat aku ke lokasi bareng Kemen PUPR. (Dokpri)
Di bawah sana, di tepian alur, kanan kiri sedang digarap. Sejumlah alat berat bekerja di cuaca yang mendung diiringi sesekali gerimis.

Alat-alat berat sibuk mengeruk dan menggali tanah.  Truk-truk besar hilir mudik mengangkut tanah galian.

Alur Tano Ponggol sedang dilebarkan dan dikeruk lebih dalam agar mampu menampung badan kapal besar.  Itu proyek kerjaan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR).  

Proyek pengerukan Alur Tano Ponggol, Samosir. (Dokpri)
Proyek pengerukan Alur Tano Ponggol, Samosir. (Dokpri)
Berbenah Menuju "Bali Baru", Tingkatkan Daya Tarik

Proyek yang dilakukan Kemen PUPR di Tano Ponggol itu, sejatinya sudah dilakukan sejak tahun 2017. Proyek berupa normalisasi dan pelebaran terusan/ alur Tano Ponggol yang digenjot kelar pada 2019 mendatang.  

Untuk apa proyek itu dilakukan?

Danau Toba di Provinsi Sumatera Utara ditetapkan sebagai salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) sebagai Bali Baru. Artinya kawasan wisata itu dipacu agar semakin memiliki daya tarik di mata dunia internasional seperti kepopuleran Pulau Dewata, Bali.

Danau Toba bersama Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Pulau Seribu, Borobudur, Bromo-Tengger-Semeru, Mandalika, Wakatobi, Labuan Bajo, dan Morotai, serta dua tambahannya Toraja dan Mandeh ditargetkan menarik kunjungan 20 juta wisatawan ke Indonesia tahun 2019.

Danau Toba dari Menara Pandang Tele, Samosir. (Dokpri)
Danau Toba dari Menara Pandang Tele, Samosir. (Dokpri)
Nah KSPN Danau Toba menjadi salah satu andalan untuk mencapai angka tersebut. Seiring penetapan  Danau Toba dalam KSPN itu,  dilakukan upaya mendukung pengembangan kawasan wisata Danau Toba.  Upaya mulai dari sektor pengembangan konektivitas, sektor pengembangan infrastruktur permukiman, sektor pengelolaan sumber daya air, serta penyediaan perumahan.

Pembangunan infrastruktur pada setiap KSPN (seperti Danau Toba) direncanakan secara terpadu. Mencakup misalnya penataan kawasan, jalan, penyediaan air baku dan air bersih,  pengelolaan sampah, sanitasi, dan perbaikan hunian penduduk melalui sebuah rencana induk pembangunan infrastruktur.

Seperti halnya proyek penataan kawasan yang dilakukan di Tano Ponggol, pelebaran alur/ terusan dilakukan. Apa tujuannya?

Seperti yang kubayangkan, menjadi kawasan wisata yang bisa mendulang banyak pengunjung.  Para wisatawan dapat mengelilingi pulau Samosir dengan menggunakan kapal. 

Alur dirancang mampu memuat kapal besar berkapasitas tipe 2000 DWT (dead weight tonnage) dapat melintas di alur Tano Ponggol. Jelas hal itu akan meningkatkan daya tarik Danau Toba khususnya Pulau Samosir.

"Ada 3 pilar yang akan dibangun dalam bentuk jembatan. Nah supaya menjadi bagian dari KSPN tadi, perahu besar akan lewat sini, sekarang kan hanya perahu doang yang bisa lewat. Jadi secara nasional pariwisata akan berkembang," jelas  Krisno Yuwono, Kabag Humas Biro Komunikasi Publik PUPR di lokasi proyek Tano Ponggol.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2