Mohon tunggu...
RAGIL SUJIYANTO
RAGIL SUJIYANTO Mohon Tunggu... Ragil Sujiyanto

nama ragil sujiyanto TTL: Temanggung 02 oktober 1996 Alamat: dsn klombeyan Ds. Muntung,Kec Candiroto Kab.Temanggung

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Corona Muncul Petani Hancur

5 Desember 2020   21:47 Diperbarui: 5 Desember 2020   21:55 14 1 0 Mohon Tunggu...

Corona. Wabah yang melanda seluruh penjuru dunia,tidak hanya di Indonesia  namun di seluruh dunia, imbasnya tak hanya soal kematian bahkan merambah ke berbagai elemen-elemen masyarakat, seperti kemiskinan,penganguran, dan lain sebagainya. Tak hanya itu mengingat Indonesia adalah negara agraris dan negara kepulauan hal itu menimbulkan berbagai keresahan di dalam masyarakat. Salah satu contoh Salah satu wilayah di Indonesia khususnya jawa tengah di kabupaten temanggung.

            Kabupaten Temanggung merupakan daerah agraris yang sebagian penduduknya bermatapencaharian sebagai petani. Luas lahan pertanian mencapai 60,956 Ha dengan suhu udara antara 18 C -- 28 C dan curah hujan antara 1.000 -- 3.100 mm/tahun. Tanah yang subur menyebabkan sebagian besar tanaman dapat tumbuh dengan baik. Temanggung yang terletak di antara Gunung Sindoro dan Sumbing dengan tingkat kesuburan tanahnya sangat bagus serta yang terkenal dengan hasil pertaniannya seperti Tembakau, Kopi dan Vanili serta komoditas lainya. Dengan keadaan tanah yang sangat subur sangat mendukung dalam segi peertanian, namun hal itu tidak berlaku pada tahun sekarang. Sejak datangnya wabah covid 19 ini banyak petani di temanggung mengalami kerugian yang sangat besar. Seluruh warga yang berprofesi sebagai petani mengeluhkan keadaan ini. Misalnya pada musim Tembakau kemarin, tidak seperti di tahun 2019 kemarin harga tembakau di tahun 2020 ini melorot jauh dari kata layak, mengapa di bandingkan pada tahun lalu yang per kg hamper mencapai 200 ribu rupiah spada tahun ini hanya berkisar 45 ribu rupiah saja jika di kalkulasikan dengan biaya produksinya makan hasil yang di peroleh tidak seberapa bahkan dapat di bilang rugi.

            Disamping itu juga komoditas yang menjadi icon lain di temanggung pun mengalami devisit yang sangat tajam, baik kopi cabai,sayuran dan bahan pangan lainya . Masyarakat berpersepsi bahwa wabah ini digadang-gadang sebagai factor utama penyebab merosotnya harga komoditas di daerah temanggung.  Tak sampai disitu saja dampak adanya wabah ini pun berimbas ke berbagai elemen di dalam masyarakat, banyak warga temanggu kehilangan pekerjaannya  dan menjadi seorang penganguran dari hal itu menimbulkan berbagai goncangan didalam masyarakat seperti halnya menjadikan tindak kejahatan di temanggung menjadi meningkat baik pencurian,pebegalan dan lain sebagainya.

Disektor pertanian tembakau, yang selama ini menjadi komoditas unggulan dan penopang utama perekonomian masyarakat di lereng Gunung Sumbing-Sindoro. Hal itu karena pihak pabrikan besar seperti PT Djarum Kudus dan PT Gudang Garam sudah menyatakan akan mengurangi kuota pembelian tembakau dari petani. salah satu petani tembakau dari Desa Losari, Kecamatan Tlogomulyo, Kabupaten Temanggung mengatakan, Keterpurukan itu sebenarnya sudah dirasakan sejak akhir panen 2019, di mana tidak semua tembakau petani terserap pabrikan dan sebelumnya ada hantaman kenaikan cukai pada awal 2020. Lalu saat ini pabrikan sudah mengumumkan pengurangan pembelian tembakau petani dengan alasan wabah COVID-19.

Dikatakan, tembakau yang tidak terserap habis tersebut kebanyakan di wilayah Sumbing, yang akhirnya dibeli murah oleh para pengepul lokal untuk ditimbun. Dikatakan, saat normal untuk harga di tingkat pedagang, kualitas F antara Rp 200.000 hingga Rp 250.000 per kilogram, kualitas G dan H mencapai Rp 500.000 per kilogram. harga ini terjadi pada saat pembelian industri masih buka artinya gudang masih melakukan pembelian, setelah itu ya semau-maunya kasih harga kalau mau beli, ini dimanfaatkan para pengepul pemodal besar untuk menimbun, karena iklim 2019 sangat bagus sehingga kualitas tembakau sangat baik. untuk sekarang ini petani dibuat bimbang dan pesimis karena pembelian tembakau oleh industri tahun 2020 menurun drastis dibanding tahun-tahun sebelumnya dengan dalih dampak COVID-19 ini Selain itu, penggunaan dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) untuk penanganan dan pencegahan COVID-19 juga menjadi sorotan petani tembakau. Menurut Ahsan, pihaknya berterima kasih pada pemerintah yang mengalokasikan DBHCT untuk penanganan virus corona. Baginya langkah itu merupakan kontribusi mulia petani tembakau yang bertujuan untuk kesehatan masyarakat Indonesia.

Namun, di lain sisi, sebenarnya ada alokasi DBHCHT yang semestinya dikembalikan ke petani tembakau, sebagaimana mandat UU Cukai, di antaranya untuk pembelian bibit, perawatan, peningkatan kualitas tanaman tembakau, dan masih banyak lagi. Namun hal itu sampai sekarang belum ada kejelasan lebih lanjut dari pihak pabrik ataupun pengepul, tentu hal ini semakin membuat para petani tembakau merasa sengsara akibat kerugian yang di alaminya. Selain itu komoditas yang lain seperti kopi pun ikut terkena dampaknhya. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Temanggung, menyebutkan, harga kopi arabika yang sudah mulai membaik. Sebelumnya saat di awal panen raya sekitar akhir Mei lalu harganya hanya Rp5.500 per kilogram. Saat ini harganya mulai naik menjadi Rp7.500 per kilogram. Ini untuk harga chery (kopi basah merah), saat ini pedagang sudah mulai berlomba-lomba membeli kopi dari petani, terangnya. Menurut Amin, kopi arabika Temanggung saat ini sudah mulai diburu oleh kalangan penikmat kopi karena mempunyai cita rasa yang khas yang tidak bisa ditemukan di kopi arabika dari daerah lainnya. Sedangkan untuk kopi robusta, saat ini belum mulai panen raya. Kemungkinan di akhir bulan Juli hingga bulan Agustus mendatang kopi robusta akan mulai dipanen. Panen rayanya lebih dulu kopi arabika dibandingkan dengan robusta, harapan harga jual kopi robusta saat panen raya mendatang bisa bagus, meskipun tidak seperti harga jual kopi arabika saat ini. Memang lebih mahal kopi arabika dibandingkan dengan robusta, semoga harga jual kopi robusta nanti bisa seperti tahun-tahun sebelumnya, harapnya. Baca juga Gelar Aksi Turun Jalan, Makar Tolak RUU HIP Terkait dengan luasan dan produktivitas kopi di Temanggung, , luasan kopi arabika di Temanggung kurang lebih 3.000 hektar, dengan produktivitas antara 1 ton hingga 1,2 ton per hektar. Sedangkan luasan kopi Robusta kurang lebih 20.000 hektar dengan produktivitas hampir sama dengan arabika. Saat ini yang sudah mulai panen di Kecamatan Tretep, Wonoboyo, Candiroto, Ngadirejo, Bansari, Kledung dan beberapa kecamatan lainnya, seperti di  Terkait produktivitas kopi, baik arabika maupun robusta di tahun ini sangat bagus bahkan lebih bagus di bandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Selain kopi, komoditas pertanian yang harganya cukup bagus yakni bawang merah, saat panen raya lalu harga cukup bagus antara Rp35.000 sampai Rp40.000 per kilogram. Namun untuk harga bawang putih anjlok, bahkan sampai saat ini masih banyk petani yang belum menjual bawang putih. Bawang merah yang harganya bagus, bawang putih harganya tidak sesuai dengan harapan petani, bahkan harga jual bawang putih jauh di bawah ongkos produksi, terangnya. Tidak hanya bawang putih saja yang harganya anjlok, harga cabai juga demikian, bahkan harga cabai saat pandemi Covid-19 ini jauh dari harapan petani. harga jual cabai antara Rp7.000 hingga Rp12.000 per kilogram, tergantung jenis dari cabainya. Harga sayuran juga sedang tidak menguntungkan petani, namun demikian petani tetap berusaha menanam untuk menjaga kebutuhan sayuran, banyak sector yang terdampak dengan adanya wabah covid 19 ini harapanya kedepan harga pertanian lebih stabil dan meningkat serta ada kejelasan dari pemerintah dalam mengatasi harga paasar yang semakin hari semakin memburuK.

VIDEO PILIHAN