Mohon tunggu...
Bagus K. Anand
Bagus K. Anand Mohon Tunggu...

Mahasiswa, penikmat kopi, perokok pasif, pecinta reggae, penghobi ngartun, pecinta damai. bagus.k.anand@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Gaya Hidup

Musnahnya Permainan Tradisional Karena Globalisasi

27 Oktober 2015   22:18 Diperbarui: 27 Oktober 2015   23:14 0 2 2 Mohon Tunggu...

[caption caption="Sumber : http://foto.viva.co.id/read/9325-permainan-tradisional-mulai-tergerus-oleh-zaman"][/caption]

Globalisasi merupakan suatu fenomena yang sangat sering Kita temui. Hampir semua negara di dunia  atau bahkan semua negara, telah mendapat pengaruh dari adanya globalisasi. Globalisasi sendiri merupakan proses masuknya ke ruang lingkup dunia (menurut KBBI). Hampir semua aspek kehidupan telah dipengaruhi oleh adanya globalisasi. Hal yang paling sederhana tentang adanya globalisasi yang pasti kita temui adalah televisi. Televisi pada awalnya ditemukan di bangsa barat pada tahun 1920-an, akan tetapi seiring berjalannya waktu, televise semakin berkembang dan menyebar di seluruh dunia.

Pada hakekatnya, globalisasi adalah suatu hal yang positif. Akan tetapi, hal positif ini diikuti oleh hal negative seperti masuknya westernisasi. Westernisasi adalah suatu proses meniru bangsa barat. Fenomena westernisasi ini terjadi karena sebagian besar sumber dari proses globalisasi adalah berasal dari bangsa barat (western), sehingga seara otomatis nilai-nilai budaya bangsa barat akan masuk secara perlahan kedalam bangsa Kita. Hal ini dapat dilihat dari pakaian ala barat yang ditiru oleh masyarakat Kita lewat media televise, internet dll. Hal ini berarti globalisasi juga mempunyai dampak negative, tidak selamanya positif. Tapi itu semua tergantung dari kepintaran Kita untuk menyaring, memfilter, dll.

Globalisasi telah mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, seperti aspek ekonomi, industri, pertanian, bahkan budaya dalam suatu bangsa. Seperti yang terjadi pada Indonesia saat ini, globalisasi telah melunturkan warisan-warisan budaya Indonesia, seperti hal permainan tradisional. Permainan tradisional Indonesia merupakan suatu warisan budaya asli Indonesia dan juga kekayaan budaya Indonesia. Kenapa disebut kekayaan budaya Indonesia ? Karena permainan tradisional ini diciptakan dari Indonesia, tentu saja hal ini dapat memperkaya budaya Indonesia.

[caption caption="Sumber : http://www.infoblora.com/2014/09/warga-sedulur-sikep-nguri-uri-dolanan.html"]

[/caption]

Saat ini egrang, congklak, patok lele, benteng (Jawa=betengan), kelereng (setinan = Jawa), gobak sodor, gasing, pletokan, bola bekel, dst merupakan suatu warisan budaya yang telah jarang Kita temui, apalagi jika tinggal di kota-kota besar. Mungkin bisa jadi mustahil jika Kita menemukan permainan tradisional tersebut. . Permainan tradisional tersebut telah tergantikan dengan adanya teknologi computer, internet dst, bahkan bisa Kita hitung berapa anak-anak yang masih memainkan permainan-permainan tersebut. Meskipun permainan tradisional tersebut mengajarkan tentang kebersamaan, kekompakan, gotong royong, kemajuan teknologi telah mempengaruhi pola pikir anak-anak jaman sekarang. Tak heran jika mereka malah menjadi indvidualis dengan adanya kemajuan teknologi.

Bahkan tak jarang jika melunturnya permainan tradisional ini juga didukung oleh orang tua. Hal ini dikarenakan permainan tradisional banyak dimainkan di luar ruangan, sehingga kekhawatiran orang tua muncul jika anaknya menjadi sakit. Maka dipilihlah komputer untuk sarana hiburan sang anak. Padahal sebenarnya permainan tradisional lebih banyak mempunyai manfaat daripada mudharatnya.  Dalam artian, peran orang tua untuk mengajarkan apa saja nilai yang terdapat dalam permainan tradisional menjadi aspek yang sangat penting. Dengan mengajarkan nilai yang terkandung dalam permainan tradisional, secara tidak langsung orang tua ikut melestarikan warisan budaya yang semakin luntur dengan adanya globalisasi.

[caption caption="Sumber : http://log.viva.co.id/news/read/578372-seni-tari--budaya-yang-tidak-akan-punah"]

[/caption]

Sebenarnya bukan sebuah kebenaran jika permainan tradisional semakin lenyap seiring perkembangan teknologi, akan tetapi pilihan yang salah lah yang telah melunturkan warisan budaya itu sendiri. Permainan tradisional bukan sekedar permainan, melainkan suatu nilai, keindahan bagian dari budaya Indonesia yang harus Kita lestarikan dan pelihara agar tidak termakan oleh perkembangan zaman. Salam !

Kota Khatulistiwa, 27 Oktober 2015.

KONTEN MENARIK LAINNYA
x