Rabiatul Adawiah
Rabiatul Adawiah tenaga kesehatan

belajar belajar dan terus belajar... - Purna Nusantara Sehat Team Based Kemenkes RI 2015, Puskesmas Balai Karangan, Kab. Sanggau, Kalbar - Penugasan Khusus Individu Kemenkes RI 2017, Puskesmas Biduk-Biduk, Kab. Berau, Kaltim

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan

Lemak

27 Mei 2013   20:07 Diperbarui: 14 Desember 2016   21:37 14252 0 0

 

Lemak adalah molekul yang tidak larut dalam air atau hanya sedikit sekali larut dalam air. Termasuk di dalamnya adalah trigliserida, fosfolipid, kolesterol, steroid dan vitamin larut lemak. Trigliserida juga disebut triasilgliserol, yag terdiri dari 3 molekul asam lemak dan satu molekul gliserol yang bersama membentuk ikatan kovalen. Langkah pertama proses pencernaan lemak adalah emulsifikasi, yang merupakan transformasi tetes lemak yang besar menuju tetes lemak yang cukkup kecil. Enzim yang memecah lipid (lipase pankreas) adalah larut dalam lemak dan dapat mencerna lemak hanya dengan bekerja dalam permukaan dari tetes lipid tersebut.

Proses Emulsifikasi meningkatkan bagian muka lipid yang terbuka bagi enzim pencernaan untuk menurunkan ukuran tetes lemak. Emulsifikasi direkomendasikan oleh garam empedu yang disekresikan oleh hati dan disimpan dalam kantung empedu. Lipase mencerna molekul lemak. Lipase dikeluarkan / disekresikan dalam jumlah yang sangant banyak. Jumlah yang kecil lipase lidah disekresikan dalam rongga mulut, lipase tertelan bersama makanan dan mencerna lipid dalam jumlah yang kecil di perut. Perut juga menghasilkan lipase lambung dalam jumlah yang sangat sedikit. Produk utama pencernaan lipase adalah asam lemak bebas dan monogliserida. Kolesterol dan phospolipid juga bagian dari hasil pencernaan lipid.Satu lipid dicerna di usus, garam empedu terkumpul disekitar tetes lemak kecil untuk membentuk micel. Bagian ujung hidrofobik dari garam empedu berada di luar asam lemak bebas, kolesterol, dan mogliserida pada bagian tengah dari micel. Ujung hirofobik berada di sisi luar dalam dari lingkugan air. Ketika micel bersentuhan dengan sel epitel usus halus, kandungan  dari micel masuk ke plasma membran epitel sel dengan difusi sederhana.

Pencernaan.

Sebagaian besar pencernaan trigliserida terjadi di dalam usus halus. Enzim utama yang berperan dalam pencernaan lemak adalah lipase. Lipase sebagaian besar di bentuk olehn pancreas dan selebih nya oleh dinding usus halus. Hampir separuh dari trigliserida berasal dari makanan di hidrolisis secara sempurna oleh enzim ini menjadi asam lemak dan gliserol. Selebihnya di pecah menjadi digliserida.monogliserida dan asam lemak.

Fosfolipida di cernakan oleh enzim fosfolipase yang di keluarkan oleh pancreas dengan cara yang sama . hasil pencernaan adalah dua asam lemak dan lisofogluiserida .ester kolesterol di hidrolisis oleh enzim kolesterol esterase yang di9 keluarkan oleh pancreas .

Saluran pencernaan

Proses pencernaan

      1.Mulut

Mengunyah ,mencampur dengan air ludah dan di telan

      2.esophagus

Tidak ada pencernaan

3 lambung

Lipase lingual dalam jumlah terbatas memulai hidrolisis trigliserida menjadi digliserida dan asam lemak. Lemak susu lebih banyak di hidrolisis. Lipase lambung menghidrolisis ester kolesterol

4, usus halus

Asam empedu mengemulsi lemak.lipase berasal dari pancreas dan dinding usus halus menghidrolisis lemak dalam bentuk emulsi menjadi digliserida,monogliserida,gliserol dan asam lemak .fosfolipase berasal dari pancreas menghidrolisis fosfolipida menjadi asam lemak dan lisofofogliserida.kolesterol esterase berasal dari pancreas menghidrolisis ester kolesterol

5. usus besar

Sedikit lemak dan kolesterol yang terkurung dalam serat makanan,dikeluarkan melalui feses.

 

secara singkat proses pencernaan lemak sudah dimulai dari mulut, yakni dengan dikeluarkannya enzim lingual lipase yang akan memecah sebagian kecil lemak ke dalam komponen yang lebih sederhana. Saat memasuki esofagus, lemak dalam bolus akan dilembekkan dengan suhu esofagus. Kemudian lemak akan masuk ke lambung dan dimulailah pencernaan yang sesungguhnya. Lambung akan menghasilkan lipase gastrik untuk memecah lemak menjadi digliserid dan monogliserid. Setelah itu komponen lemak yang tergabung dalam kimus (sudah tercampur enzim-enzim lambung) akan masuk ke duodenum, menyebabkan stimulasi dinding usus untuk menghasilkan:

1. hormon sekretin dari sel S yang akan menstimulasi dihasilkannya enzim-enzim pankreas,
 2. pankreozimin, juga menstimulasi dihasilkannya enzim-enzim pankreas, dan
 3. kolesistokinin dari sel CCK untuk stimulasi empedu menghasilkan cairan empedu.

Di duodenum, lipase usus dan lipase pankreas lebih jauh lagi memecah lemak menjadi monogliserid agar dapat diabsorbsi usus, dalam hal ini lemak akan dibentuk menjadi asam lemak bebas dan gliserol. Selain itu empedu yang distimulasi hormon CCK akan menghasilkan garam empedu untuk kemudian berikatan dengan lemak membentuk misel.
 

Misel akan digunakan untuk mengangkut asam lemak rantai panjang ke dinding usus agar bisa diabsorbsi. Asam lemak rantai panjang selanjutnya akan diabsorbsi masuk ke sel absorptif usus kemudian berubah bentuk menjadi trigliserida lalu bergabung atau "diselubungi" protein membentuk kilomikron. Setelah itu ia akan keluar dari sel absorptif secara eksositosis dan masuk ke lakteal menuju pembuluh limfe untuk beredar di sirkulasi sistemik melewati duktus thoraksikus kemudian masuk vena subklavia kiri. Dalam waktu 10 menit pascamakan, setengah dari jumlah kilomikron di sirkulasi akan dibersihkan lipoprotein lipase untuk dipecah menjadi asam lemak dan gliserol kemudian didistribusikan ke hepar dan jaringan adiposa tubuh. Sementara itu garam empedu yang dihasilkan untuk membentuk misel, usai digunakan akan diserap ileum kemudian dialirkan ke vena porta untuk di recycle dan digunakan kembali (siklus enterohepatik).

-Absorbsi

Hasil pencernaan dari lemak akan diserap kembali ke dalam membran mukosa usus halus dengan cara difusi pasif. Absorbsi ini paling banyak terjadi di jejenum. Untuk bentuk gliserol, asam lemak rantai pendek (C4-C6), dan asam lemak rantai panjang (C8-C10) dapat langsung diserap menuju aliran darah. Sedangkan bagi asam lemak dengan rantai panjang, monogliserida harus diubah menjadi trigliserida dahulu. Trigliserida dan lipida besar lainnya (kolestrol, fosfolipida) kemudian diabsorbsi secara aktif dan menghasilkan kilomikron (jenis lipoprotein—alat angkut lipida). Kilomikron membawa lipida ke jaringan – jaringan adiposa melewati limfe menuju ke darah.

Absorbsi lipida terutama terjadi dalam jejunum .hasil pencernaan lipida di absorbs ke dalam membrane mukosa, usus halus dengan cara difusi pasif. Perbedaan konsentrasi di peroleh dengan cara :

1.Kehadiran protein pengikat asam lemak yang segerea mengikat asam lemak yang memasuki sel

2.Esterifikasi kembali asam lemak menjadi monogliserida yaitu produk utama penceranaan yan g melintasi mukosa usus halus . sebelum di absorbs usus halus mengalami esterifikasi kembali yang di katalisisi kembali oleh asetil-Koenzim A dan kolesterol asetil transferase.pembentukan enzim-enzim ini di pengaruhi oleh konsentrasi tinggi kolesterol makanan . sebagaian besar hasil pencernaan lemak berupa monogliserida dan asam lemak rantai panjang (C12 atau lebih) di dalam membrane mukosa usus di ubah kembali menjadi trigliserida .

Asam lemak rantai pendek (C4-C6) dan rantai sedang (C8-C10) di absorbs langsung kedalam vena porta dan di bawa kehati untuk segera di oksidasi.oleh karena itu,asam-asam lemak ini tidak mempengaruhi kadar lipida plasma dan tidak di simpan dalam jaringan adipos dalam jumlah berarti .

Trigliserida dan lipida besar lainnya (kolesterol dan fosfolipida ) yang terbentukn di dalam usus halus di kemas untuk di absorbs secara aktif dan di transportasi oleh darah .bahan-bahan ini bergabung dengan protein-protein khusus dan membentuk alat angkut lipida yang di namakan lipoprotein.tubuhn membentuk empat jenis lipoprotein ,yaitu kilomikiron,Low Density Lipoprotein/LDL ,Very Low Density Lipoprotein /VLDL dan high Density Lipoprotein/HDL. Tiap jenis lipoprotein berbeda ukuran dan densitas dan mengangkut berbagai jenis lipida dalam jumlah yang berbeda .

Kilomoikron. Lipoprotein yang mengangkut lipida dari saluran cerna ke dalam tubuh dinamakan kilomikron,kilomikron di absorpsi melalui dinding usus halus ke dalam sistem limfe untuk kemudian melalui ductus thoracicus di sepanjang tulang belekang masuk ke dalam vena besar di tengkuk dan seterusnya masuk kedalam aliran darah.

Hasil pencernaan lipida

Lipida absorbsi

Gliserol

Asam lemak rantai pendek

Asam lemak rantai menengah

Di serap langsung ke dalam darah

Asam lemak rantai panjang

Monogliserida

Diubah menjadi trigliserida di dalam sel-sel usus halus

Trigliserida

Kolesterol

Fosfolipida

Membentuk kilomikron,masuk kedalam limfe,kemudian ke dalam aliran darah

Kilomikron adalah lipoprotein paling besar dan mempunyai densitas paling rendah ,kilomikron mengangkut lipida berasal dari makanan dari saluran cerna keseluruh tubuh lipida yang di angkut terutama trigliseda .kilomikron merupakan tetesan besar lipida berupa trigliserida ,kolesterol, dan fosfolipida dengan sedikit dengan protein (terutama berupa apolipoprotein A dan B) yang membentuk selaput pada permukaannya . selaput di sekeliling kilomikron ini memungkinkan lipida di dalamnya mengambang secara bebas di dalam aliran darah yang sebagian besar terdiri atas air.

Kilomikron pada dasarnya mengemulsi lemak sebelum masuk ke dalam aliran darah .proses ini menyerupai kegiatan lesitin dan asam lemak dalam usus halus dalam upaya mengemulsi lemak makanan selama pencernaan. Perbedaannya adalah bahwa dalam pencernaan yang mengelilingi tetesan lemak adalah air, sedangkan pada kilomokron lemak di kelilingi oleh protein ,kolesterol dan fosfolipida .dalam aliran darah trigliserida yang ada pada kilomikron di pecah menjadi gliserol dan asam lemak bebas oleh enzim lipoprotein lipase yang berada pada sel-sel endotel kapiler

Sebagaian besar asam lemak yang terbentuk di dalam tubuh diabsorbsi oleh sel-sel otot,lemak dan sel-sel lain. asam lemak ini dapat langsung diguanakan sebagai zat energy atau diubah kembali menjadi trigliserida .sel-sel otot cenderung menggunakannya sebagai zat energy ,sedangkan sel lemak menyimpannya sebagai trigliserida .bila sebagian besar trigliserida telah di pisahkan dari kilomikron ,sisanya yang sebagaian besar terdiri atas kolesterol dan protein di bawa ke hati dan mengalami metabolism. sementara itu hati mensitetis trigliserida dan kolesterol dari kelebihan protein dan karbohidrat yang ada .hati merupakan alat memproduksi lipida (lipogenik) utama di dalam tubuh .sel-sel lemak tidak membuat lemak tetapi hanya menyimpan lemak

Very Low Density Lipoprotein(VLDL) . di dalam hati lipida di persiapkan menjadi lipoprotein sehinggan dapat di angkat melalui aliran darah .lipoprotein yang di bentuk dalam hati ini adalah VLDL (very Low Density Lipoprotein) .yaitu lipoprotein dengan densitas sangat rendah yang terutama terdiri atas trigliserida.

Bila VLDL meninggalkan hati, lipoprotein lipase kembali bekerja dengan memecah trigliserida yang ada pada VLDL.VLDL kemudia mengikat kolesterol yang ada pada lipoprotein lain dalam sirkulasi darah ,dengan berkurangnya trigliserida , VLDL bertambah berat dan menjadi LDL (Low Density Lipoprotein) ,yaitu dengan densitas rendah

Low Density Lipoprotein (LDL) . LDL yang terutama terdiri atas kolesterol bersirkulasi dalam tubuh dan di bawa ke sel-sel otot ,lemak ,dan sel-sel lain . trigliserida akan di perlakukan sama dengan yang terjadi pada kilomikron dan VLDL . kolestero dan fosfolipida akan digunakan untuk membuat membrane sel,hormone-hormon atau ikatan lain, atau disimpan. Reseptor LDL yang ada di dalam hati akan mengeluarkan LDL dari sirkulasi.

Pembentukan LDL dari reseptor LDL ini penting dalam pengontrolan kolesterol darah. Disamping itu dalam pembuluh darah terdapa sel-sel perusak yang dapat merusak LDL . melalui jalur sel-sel perusak ini (scavenger pathway) molekul LDL di oksidasi , sehingga tidak dapat masuk kembali kedalam aliran darah. Kolesterol yang banyak terdapat dalam LDL akan menumpuk dalam sel-sel perusak . bila hal ini terjadi selama bertahun-tahun, kolesterol akan menumpuk pada dinding pembuluh darah dan membentuk plak. Plak akan bercampur dengan protein dan di tutupi oleh sel-sel otot dan kalsium .hal inilah yang kemudia dapat berkembang menjadi aterosklerosis. Pengatur utama kadar kolesterol darah adalah hati,karena sebagian besar (50-75% )reseptor LDL terdapat di dalam hati.

High Density Lipoprotein (HDL) . bila sel-sel lemaka membebaskan gliserol dan asam lemak, kemungkinan kolesterol dan fosfolipida akan di kembalikan pula ke dalam aliran darah. Hatu dan usus halus akan memproduksi HDL (lipoprotein dengan densitas tinggi)yang masuk ke adala aliran darah.HDL mengambil kolesterol dan fosfolipida yang ada di dalam aliran darah . HDL menyerahklan kolesterol ke lipoprotein lain untuk di angkut kembali ke hati guna diedarkan kembali atau dikeluarkan dari tubuh.

Nilai LDL dan HDL mempunyai implikasi tehadap kesehatan jantung dan pembuluh darah. Nilai LDL yang tinggi dikaitkan dengan resiko tinggi terhadap serangan jantung. Sebaliknya HDL tinggi dikaitkan dengan resiko rendah . oleh sebab itu, LDL dikatak juga sebagai “Kolesterol jahat” , sedangkan HDL disebut sebagai “kolesterol baik”.

Bagian dalam liproteion terdiri atas trigliserida dan kolestrol yang diselubungi fosfolipida. protein berada di dekat ujung luar fosfolipida menutupi struktrur lipoprotein. Penyusunan molekul yang bersifat hidrofobik dibagian dalam dan molekul hidrofilik dibagian luar memungkinkan lipida di angkut melalui cairan darah . berikut Tabel komposisi lipoprotein:

Lipoprotein

Trigliserida

(%)

Kolesterol

(%)

Fosfolipida

(%)

Protein

(%)

Kilomikron

80-90

2-7

3-6

1-2

VLDL

55-65

10-15

15-20

5-10

LDL

10

45

22

25

HDL

5

20

30

45-50

- Transportasi lemak.

Di dalam retikulum endoplasma halus dari sel epitel usus, asam lemak bebas bergabung dengan monogliserida membentuk trigliserida. Sintesis protein di sel epitel berfungsi untuk mengemas trigliserida, fosfolipid dan kolesterol membentuk kilomikron.

Pada dasarnya kilomikron mengemulsi lemak sebelum masuk ke aliran darah. Proses ini menyerupai kegiatan lesitin dan asam lemak usus halus dalam upaya mengemulsi lemak makanan selama proses pencernaan.

Dalam absorbsi trigliserida dan lipida besar lainnya (kolesterol) yang terbentuk dalam usus halus dikemas untuk diabsorbsi secara aktif dan ditransportasi oleh darah. Bahan bahan ini tergabung dengan protein yang khusus dan membentuk alat angkut lipid yang dinamakan lipoprotein. Tubuh membentuk empat macam lipoprotein, yaitu kilomikron, low density lipoprotein(LDL), very low density lippoprotein(VLDL), dan high density lippoprotein (HDL).

Lipoprotein yang mengangkut lemak dari saluran cerna ke dalam tubuh dinamakan kilomikron. Kilomikron diabsorbsi melalui dinding usus halus ke dalam sistem limfe untuk kemudian melalui duktus torasikus di sepanjang tulang belakang masuk ke dalam vena besar tengkuk dan seterusnya masuk ke dalam aliran darah.

-Utilisasi

Fungsi lemak di dalam tubuh umumnya yaitu sebagai sumber energi, bahan baku hormon, membantu transport vitamin yang larut lemak, sebagai bahan insulasi terhadap perubahan suhu, serta pelindung organ-organ tubuh bagian dalam. Sebuah penelitian pernah melaporkan bahwa hewan-hewan percobaan yang tidak mendapatkan jumlah lemak yang cukup dalam makanannya akan mengalami hambatan pertumbuhan, bahkan ada yang berhenti tumbuh dan akhirnya mati. Kurangnya lemak dalam makanan juga akan menyebabkan kulit menjadi kering dan bersisik.  Dalam saluran pencernaan, lemak dan minyak akan lebih lama berada di dalam lambung dibandingkan dengan karbohidrat dan protein, demikian juga proses penyerapan lemak yang lebih lambat dibandingkan unsur lainnya. Oleh karena itu, makanan yang mengandung lemak mampu memberikan rasa kenyang yang lebih lama dibandingkan makanan yang kurang atau tidak mengandung lemak. Salah satu fungsi lemak memang untuk mensuplai sejumlah energi, dimana satu gram lemak mengandung 9 kalori, sedangkan 1 gram karbohidrat hanya mengandung 4 kalori. Fungsi lain dari lemak adalah untuk membantu absorbsi vitamin yang larut dalam lemak. Selain itu, lemak juga merupakan sumber asam-asam lemak esensial yang tidak dapat dihasilkan tubuh dan harus disuplai dari makanan. Fungsi lemak sebagai bahan baku hormon juga sangat berpengaruh terhadap proses fisiologis di dalam tubuh, contohnya yaitu pembuatan hormon seks. Lemak tubuh dalam jaringan lemak (jaringan adipose) mempunyai fungsi sebagai insulator untuk membantu tubuh mempertahankan temperaturnya, sedangkan pada wanita dapat memberikan kontur khas feminim seperti jaringan lemak di bagian bokong dan dada. Selain itu, lemak tubuh dalam jaringan lemak juga berperan sebagai bantalan yang melindungi organ-organ seperti bola mata, ginjal, dan organ lainnya.
 baca juga. Metabolisme lipid meliputi oksidasi asam lemak, sintesis asam lemak, sintesis kolesterol, dan transportasi lipid.

Oksidasi Beta Asam Lemak berlangsung di mitokondria, menghasilkan banyak ATP. Sebelum dioksidasi, di sitosol, asam lemak diaktifkan dulu menjadi asil-KoA yaitu asam lemak + KoA + ATP menjadi asil-KoA + AMP + PPi. Kemudian asil-KoA ditransport masuk ke matriks mitokondria dalam bentuk berikatan dengan karnitin (asil-karnitin). Di dalam matriks karnitin dilepaskan dan terbentuk asil-KoA lagi. Pada oksidasi, tiap kali 2 atom C dibebaskan dalam bentuk asetil-KoA, dimulai dari ujung karboksil dihasilkan NADH & FADH2. Oksidasi terjadi pada C- beta (atom C ke-3 dari ujung karboksil) sehingga disebut oksidasi beta. Dari proses oksidasi Beta Asam Lemak dihasilkan: asetil-KoA, FADH dan NADH. Selanjutnya asetil-KoA dioksidasi menjadi CO2 di TCA menghasilkan ATP serta NADH dan FADH2 yang lebih banyak.

Sintesis Asam Lemak, reaksi utama yang paling berperan adalah transasetilasi terdiri dari proses kondensasi, reduksi, dehidrasi, dan direduksi kembali. Regulasi sintesis asam lemak, diregulasi secara Allosterik yakni: distimulasi oleh sitrat, diinhibisi oleh palmitoil KoA, tingginya proses beta oksidasi atau esterifikasi membatasi jumlah TG. Sintesis asam lemak diinduksi oleh insulin dan direpresi glukagon.

Insulin dalam proses sintesis ini berfungsi: (1) merangsang LPL dengan meningkatkan uptake asam lemak dari kilomikron dan VLDL; (2) merangsang glikolisis dengan meningkatkan sintesis gliserol fosfat; (3) meningkatkan proses esterifikasi; (4) menginduksi HSL fosfatase untuk menginaktifkan HSL; (5) penyimpanan TG (net effect). Pada saat kelaparan atau beraktivitas, hormon glukagon dan epinefrin mengaktivasi adenilil siklase untuk meningkatkan cAMP, mengaktivasi protein kinase A, aktivasi HSL sehingga terjadi mobilisasi TG (net affect) dan asam lemak yang meningkat. Sintesis badan keton di lemak terjadi pada saat kelaparan dan aktivitas yang berat karena makin tingginya produksi asam lemak, aktivitas HSL yang tinggi. Tingginya asam lemak yang diproduksi di hati dijadikan energy KB dari oksidasi asam lemak 7 kcal/g.

Lipid tidak larut dalam darah sehingga perlu dibentuk transport khusus. Asam lemak bebas ditransport dalam bentuk berikatan dengan albumin. TAG, PL dan kolesterol ditransport dalam bentuk partikel bersama dengan protein yang disebut lipoprotein. Dalam bentuk lipoprotein, kolesterol, dan lipid lainnya ditransport ke jaringan. Lipid digunakan yaitu dioksidasi, disimpan, atau untuk proses sintesis. Terdapat 4 jalur transport lipid, yaitu: (1) asam lemak dari jaringan adiposa ke jaringan lain (dengan albumin); (2) lipid dari makanan dari usus ke jaringan lain (kilomikron); (3) lipid yang disintesis dalam tubuh (endogen) dari hati ke jaringan lain (VLDL, LDL); (4) reverse transport kolesterol dari jaringan ekstrahepatik ke hati  untuk diekskresikan melalui empedu (HDL).

Struktur lipoprotein terdiri dari TAG dan kolesterol ester yang bagian tengah/ intinya hidrofobik yang luarnya dilapisi oleh fosfolipid dan kolesterol bebas bersama protein (disebut apolipoprotein, apoprotein). Semakin banyak kandungan protein, semakin besar densitas lipoprotein tersebut, berdasarkan densitasnya dibagi menjadi: HDL, (IDL), LDL, VLDL, dan kilomikron. Destruksi lipoprotein diawali dengan pengikatannya pada reseptor di permukaan sel (endositosis), dilanjutkan hidrolisis oleh lisosom menjadi komponen-komponennya. Kilomikron mengangkut lipid yang diabsorbsi dari usus. VLDL (pre- beta lipoprotein) mengangkut TAG keluar dari hati. LDL (beta lipoprotein) berasal dari katabolisme VLDL. HDL (alfa lipoprotein) untuk transport kolesterol ke jaringan ekstrahepatik ke hati. TAG merupakan lipid utama dalam kilomikron dan VLDL, sedangkan kolesterol dan fosfolipid dalam LDL dan HDL.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4