Mohon tunggu...
R ANGGOROWIJAYANTO
R ANGGOROWIJAYANTO Mohon Tunggu... Guru - Guru Tetap Yayasan di SMP Santo Borromeus Purbalingga

Saya adalah seorang Guru Swasta yang menyukai dunia tulis menulis dan tertarik dengan dunia pendidikan

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Cermin Ekonomi adalah Parkir Liar

6 Desember 2023   12:28 Diperbarui: 6 Desember 2023   12:32 82
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sosbud. Sumber ilustrasi: KOMPAS.com/Pesona Indonesia

Perekonomian yang sedang tidak baik - baik saja biasanya ditandai dengan berbagai variabel sebagai penentu yang mengindikasikan perekonomian sedang tidak baik. Bisa dari indikator daya beli, pendapatan, keterserapan tenaga kerja, indek saham gabungan, dan berbagai variabel ekonomi lainnya.

Harga -harga yang melambung tinggi juga sering diidentikan dengan perekonomian yang sedang tidak baik - baik saja. Padahal mungkin ada faktor lain yang mempengaruhinya seperti harga bahan bakar untuk transportasi, gagal panen untuk komoditas pertanian, dan berbagai faktor penentu lainnya.

Namun yang tidak kalah penting adalah faktor keterserapan tenaga kerja. Tenaga kerja yang tidak dapat terserap oleh sektor produktif seperti industri, pertanian, dan lainnya akan memunculkan naluri kreatif untuk mencari pendapatan. Bisa memunculkan pelaku usaha kreatif baik yang positif maupun yang negatif.

Yang positif tentu akan berusaha untuk menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat dengan menjadi pengusaha kreatif yang mampu menyerap tenaga kerja. Baik itu usaha kuliner yang saat ini sedang marak dilakukan maupun industri kreatif digital yang juga saat ini sedang booming dilakukan oleh generasi muda.

Namun ada juga yang tentu agak kurang baik adalah Parkir Liar. Parkir yang tidak dikelola dengan aturan yang berlaku sehingga asal buka,  begitu melihat peluang ada lahan entah itu toko atau warung yang ramai pengunjung langsung dikenai parkir. Modal rompi kuning atau hijau khas tukang parkir dan lampu kedap - kedip sudah dapat meraup uang receh dari pengunjung toko maupun warung.

Belum lagi yang asal parkir tanpa menghiraukan keselamatan konsumennya, begitu terima uang langsung ngeloyor pergi entah kemana. Walaupun liar tetapi bertanggungjawab dengan parkirannya tentu tidak akan mengusik kenyamanan para pengunjun. Dibantu ditarik motornya, diseberangkan,  dan ramah dalam menerima uang tentu akan membuat simpati para pemarkir motor.

Yang mau ditekankan disini adalah bahwa munculnya para tukang Parkir Liar tentu tidak jauh dari imbas ekonomi yang sedang tidak baik - baik saja. Kurangnya lapangan kerja formal yang dapat menyerap masyarakat, sehingga masyarakat mencari alternatif instant untuk mendapatkan penghasilannya. Dan biasanya tidak melihat dampak negatif dari cara bekerja yang dipilihnya.

Kalau Pemerintah dapat menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat dengan regulasi yang baik sehingga banyak investor yang masuk maka lapangan kerja dapat diciptakan. Termasuk dalam regulasi perparkiran yang tegas bisa diciptakan karena lapangan kerja terbuka luas di masyarakat. Sehingga tidak perlu bermunculan parkir liar yang sebenarnya melanggar aturan dan mengganggu kenyamanan masyarakat.

Jika masyarakat dapat mendapatkan pekerjaan yang baik tentu ketegasan dalam menindak parkir liar akan lebih berwibawa. Tidak seperti saat ini yang terkesan kucing - kucingan dalam memberantas parkir liar. Mensejahterakan masyarakat adalah kunci dalam memberantas semua praktek liar termasuk parkir liar yang saat ini marak terjadi di berbagai daerah. Ekonomi yang baik akan mempermudah menciptakan masyarakat yang taat peraturan dan hukum.

Sudah saatnya pemerintah bercermin dari maraknya parkir liar sebagai peringatan bahwa perekonomian harus segera diperbaiki dan dipulihkan.

Salam Sehat...........!!!!!

Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun