Politik

Antara Koruptor dan Pencuri

16 Mei 2018   14:32 Diperbarui: 23 Mei 2018   14:28 221 0 0

Dalam hidup seseorang pasti pernah melakukan kebaikan dan keburukan/kejahatan,  karena Allah menciptakan hawa dan nafsu dalam diri manusia. Nafsu itu sendiri mendorong manusia untuk melakukan perbuatan buruk. Contohnya saja seperti seseorang yang bergelar koruptor. 

Sebagaimana yang telah kita ketahui, koruptor adalah seseorang yang melakukan tindakan korupsi yang dalam bahasa inggris dikenal dengan istilah corruption. Korupsi itu sendiri adalah tindak pidana yang merugikan bagi khalayak ramai "perbuatan curang". 

Pelaku korupsi tidak memandang status dari seseorang,karena perbuatan tersebut bisa bahkan kebanyakan dilakukan oleh orang-orang yang terhormat dan juga berpangkat. 

Mengapa demikian?? Karena tindakan korupsi biasanya cenderung terjadi dikalangan bangsawan, anggota DPR dll. Contohnya seperti kasus-kasus yang sering bermunculan di televisi. Kebanyakan dari mereka (koruptor) merupakan anggota DPR dan orang-orang yang berpangkat. 

Mereka sendiri pun sudah merupakan orang-orang kaya yang tidak kekurangan uang. Mereka melakukan hal tersebut karena masih haus akan harta dan kekuasaan, yang terlena oleh kesenangan duniawi yang sifatnya sudah mereka ketahui, kesenangan duniawi hanyalah sementara. Juga didorong oleh nafsu yang menggebu untuk melakukannya. 

Bedanya sama pencuri, meskipun pekerjaan mereka sama yaitu mengambil milik orang lain, tetapi kebanyakan dari pencuri memiliki alasan tertentu kenapa mereka harus melakukannya. Semisal karena masalah ekonomi. Hal tersebut mendorong mereka mengambil jalan pintas dengan cara mencuri. 

Contohnya seperti seorang tua renta yang mencuri kayu langsung diadili ,dihukum bertahun-tahun tanpa menanyakan terlebih dahulu alasan kenapa ia mencuri.  Coba kita bandingkan dengan para koruptor yang meskipun mereka sudah terbukti bersalah, tetapi apa hukuman yang didapatkan?  Hanya Kisaran bulanan mereka ditahan. Latar belakang mereka korupsi sudah pasti haus harta. Seharusnya mereka diberi hukuman yang memang benar-benar setimpal dengan apa yang sudah mereka lakukan, supaya hukum dinegeri Indonesia tercinta ini tidak pincang, tidak seperti pisau yang hanya tajam ke atas tapi tumpul ke bawah.