Mohon tunggu...
cici
cici Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa IAIN Pontianak

saya lebih menyukai dunia tulis menulis

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Dampak dan Solusi: Kesehatan Mental di Era Digital

12 September 2023   16:05 Diperbarui: 12 September 2023   16:16 375
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Kesehatan mental merupakan hal penting bagi setiap orang yang harus diperhatikan di era digital ini. Dimana hampir setiap individu telah memanfaatkan teknologi digital seperti gadget yang bisa mengakses internet dan terhubung dengan media sosial. Teknologi digital dan internet tidak hanya mengubah cara hidup dan bekerja tetapi juga memunculkan cara interaksi sosial baru. Selain kemudahan dan peluang positif yang diberikan oleh teknologi modern, juga dapat memberikan sejumlah besar dampak negatif dari media sosial. Interaksi yang tidak sehat sering terjadi dapat menimbulkan depresi dan trauma. Tidak hanya itu, ketika seseorang mengekspresikan dirinya secara bebas dengan meninggalkan komentar negatif secara terus menerus terhadap orang atau kelompok orang lain. Maka dalam hal ini seseorang dapat mengalami gangguan kesehatan mental. Hal ini bisa juga disebut ciberbullying. NiMasalah ini tidak hanya terjadi di media sosial, hampir setiap kelompok masyarakat di Amerika Serikat menggunakan gadget dan memiliki akses ke aplikasi seperti Facebook, Instagram, atau game online, yang sering kali mengakibatkan perundungan terhadap seseorang. Tentu saja hal tersebut dapat berdampak buruk pada psikis seseorang.

Sosial media telah menciptakan tekanan yang tak terelakkan pada individu, terutama kalangan remaja. Siswa SMP dan SMA seringkali merasa tertekan untuk tampil sempurna, mengikuti tren, dan mendapatkan pengakuan dari rekan-rekan mereka. Penampilan fisik, prestasi akademis, dan popularitas di media sosial menjadi faktor penentu dalam menilai diri mereka sendiri. Era digital memungkinkan penyebaran konten negatif dengan cepat dan luas. Video asusila atau pelecehan yang viral dapat menghancurkan citra seseorang, memicu rasa malu dan depresi, serta membuatnya menjadi sasaran pelecehan online. Cyberbullying atau pelecehan online semakin merajalela di kalangan pelajar. Pesan-pesan beracun, ancaman, atau penyebaran informasi pribadi dapat merusak kesehatan mental korban, termasuk siswa SMP yang rentan terhadap tekanan sosial.

Contoh kasus bunuh diri yang di alami oleh seorang siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di salah satu sekolah Sulawesi. Siswi tersebut diduga bunuh diri setelah video asusila nya viral dan mendapat bullyan dari berbagai media sosial. Siswi tersebut mungkin merasa terjebak, malu, dan tertekan akibat penyebaran video tersebut di media sosial. Pendidikan tentang kesehatan mental dan risiko di era digital harus ditingkatkan. Sekolah dan keluarga harus memberikan pemahaman kepada siswa tentang bagaimana mengatasi tekanan sosial media, mengidentifikasi tanda-tanda depresi, dan menangani cyberbullying. Platform media sosial dan perusahaan teknologi harus mengambil langkah-langkah untuk mengatasi penyebaran konten negatif. Algoritma harus ditingkatkan untuk mendeteksi dan menghapus konten berbahaya. Siswa yang mengalami tekanan sosial media, cyberbullying, atau kesulitan kesehatan mental harus memiliki akses ke layanan konseling dan dukungan psikologis yang memadai. Kesehatan mental di era digital adalah isu yang mendesak yang membutuhkan perhatian serius dari masyarakat, pendidik, dan pemerintah. Kasus siswi SMP yang bunuh diri setelah video asusila nya viral adalah pengingat penting akan dampak negatif yang bisa timbul dalam lingkungan digital. Dengan pendidikan, regulasi yang lebih baik, dan dukungan psikologis, kita dapat berusaha untuk melindungi kesehatan mental generasi muda dalam era digital ini. Masyarakat juga harus berperan aktif dalam mendukung individu yang mengalami masalah kesehatan mental, sehingga kasus seperti ini dapat dicegah di masa depan.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun