Mohon tunggu...
Qorry PradnyaParamita
Qorry PradnyaParamita Mohon Tunggu... Lainnya - kkntematikupi2021

Mahasiswa UPI 2018

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas

Tantangan Guru dan Orang Tua Murid SDN Sri Asih Subang dalam Pembelajaran Daring Siswa Akibat Covid-19

1 Agustus 2021   07:00 Diperbarui: 1 Agustus 2021   07:10 85 1 0 Mohon Tunggu...

Pemerintah Indonesia memperkenalkan kebijakan pembelajaran jarak jauh pada pertengahan Maret 2020. Akibatnya, guru, siswa, dan orang tua di SDN Sri Asih  menghadapi banyak tantangan. 

Pembelajaran jarak jauh sangat bergantung pada jangkauan jaringan, namun data menunjukkan bahwa jangkauan sangat bervariasi antar wilayah. Karena akses Internet yang tidak merata dan jangkauan jaringan yang buruk, banyak guru tidak dapat mengajar dengan kemampuan terbaik mereka.

Dalam beberapa kasus, siswa  tidak memiliki smartphone atau akses internet. Guru-guru ini mengunjungi siswanya dan biasanya hanya membagikan tugas (tanpa mengajar sama sekali).

Praktek ini biasa terjadi di sekolah-sekolah umum di daerah pedesaan, khususnya di luar Jawa. Guru di bidang ini sering tidak dapat menilai tugas siswa mereka atau memberikan kesempatan untuk sesi tanya jawab.  

Di bawah pembatasan jarak sosial COVID-19 yang memaksa orang untuk tinggal di rumah, orang tua memainkan peran penting dalam mendukung pembelajaran anak-anak mereka. Tetapi tidak semua orang tua memiliki kapasitas untuk memberikan dukungan ini.

Mereka yang berasal dari keluarga miskin mengalami kesulitan dalam mendukung pembelajaran berbasis rumah bagi anaknya karena keterbatasan fasilitas seperti tidak memiliki smartphone atau data internet. Situasinya rumit jika keluarga hanya memiliki satu smartphone tetapi lebih dari satu anak belajar dari jarak jauh.

Beberapa temuan memperlihatkan bahwa siswa dengan kinerja di atas rata-rata di kelas cenderung memiliki lingkungan rumah yang mendukung. Mereka tinggal di daerah perkotaan, dengan akses yang lebih baik ke fasilitas selama pembelajaran jarak jauh. 

Orang tua mereka yang terdidik secara aktif berpartisipasi dalam membimbing mereka belajar dari rumah serta berkomunikasi dengan guru mereka secara teratur.

Anak-anak dengan orang tua berpendidikan rendah, dan yang tinggal di daerah pedesaan, cenderung menghabiskan waktunya untuk bermain daripada belajar. Orang tua mereka biasanya tidak mengetahui pendidikan anak-anak mereka dan mereka cenderung kurang berpartisipasi dalam pembelajaran anak-anak karena mereka tidak tahu bagaimana mengisi peran itu.

 Untuk menghindari kesenjangan lebih lanjut dalam pendidikan, guru perlu mengetahui tingkat kemampuan siswa mereka selama periode pembelajaran berbasis rumah sampai sekolah dibuka kembali sepenuhnya. Sekolah, dengan bantuan dinas pendidikan kabupaten, dapat melakukan penilaian berkala untuk mengidentifikasi tingkat belajar siswa.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN