Mohon tunggu...
Jonathan Latu
Jonathan Latu Mohon Tunggu... Banser NU

menulis supaya membaca

Selanjutnya

Tutup

Humor Artikel Utama

Fenomena @NUgarislucu dan Jamaah GL lainnya

17 Mei 2019   14:55 Diperbarui: 18 Mei 2019   07:57 0 11 3 Mohon Tunggu...
Fenomena @NUgarislucu dan Jamaah GL lainnya
Tangkap layar akun Twitter @NUgarislucu

Netizen terutama pengguna platform medsos twitter, siapa yang tidak tahu akun @NUgarislucu? Ya banyak, dari Ariana Grande sampai Cristiano Ronaldo tidak tahu akun itu. 

Tapi pembaca artikel ini pasti tahu akun tersebut, atau bahkan sudah jadi followernya dan menikmati cuitannya hari lepas hari. Dijamin ngakak walaupun segemented, beda dengan Warkop DKI tentunya tapi sangat layak untuk mendapatkan apresiasi netizen millennial.

Yang menarik adalah, sejak munculnya @NUgarislucu kemudian diikuti oleh @MuhammadiyahGL (GL maksudnya Garis Lucu), karena keterbatasan karakter yang disediakan twitter maka disingkat GL. Dua akun "ormas" terbesar di Indonesia tersebut sangat menyita perhatian melalui humor-humor segarnya. 

Tangkap layar akun Twitter @NUgarislucu
Tangkap layar akun Twitter @NUgarislucu

Tadi diatas saya sebut humornya segmented, terutama alumni pondok pesantren atau aktivis di dua ormas tersebut yang akan langsung nangkep kelucuan tektokan mereka. Banyak sekali kalimat semantik yang membuat kita terpingkal-pingkal beberapa detik setelah baca karena kudu mikir bentar "apa ya ini maksudnya?" 

Tak lama kemudian setelah akun GL dua ormas terbesar Indonesia ini diikuti juga oleh ormas terbesar ketiga di Indonesia yaitu HKBP. Masih dengan ciri khas yang sama, yaitu menggunakan semantik untuk "meroasting" sebuah kalimat menjadi humor segar. 

Tangkap layar akun Twitter @NUgarislucu
Tangkap layar akun Twitter @NUgarislucu

Kemudian menjamur akun-akun GL lainnya, bahkan sudah bukan ormas lagi tapi Agama dengan masing-masing denominasi dan sektenya. Mencuitkan hal-hal lucu yang hanya dipahami oleh segmen masing-masing. Sebagai awam, saya kadang bingung dengan cuitan yang mereka sampaikan tapi kembali lagi, kudu skrol-skrol reply untuk paham dan kemudian "oiya lucu juga ternyata" (walau tidak semuanya).

Akun GL menjadi satu nuansa baru di twitter yang merupakan satu platform medsos paling banyak konten "toxic"nya. Di kala gempuran narasi politik sudah memasuki tahapan terror dan intimidasi, tengoklah akun-akun GL maka akan menemukan kesegaran baru. Dan seperti biasa, setelah bermunculan akun-akun GL Agama maka muncul juga akun-akun atheis GL. Kemunculan akun-akun GL ini adalah gambaran Indonesia kalau saya boleh menyebut dengan agak lebay.

Indonesia yang kaya dengan budaya dan saling menghormati satu sama lain dengan cara lucu tentunya, menyampaikan kebenaran walau itu lucu (pinjam tagline @NUgarislucu). Bahkan jarang sekali akun-akun GL ini melakukan "twitwor" yang berakhir dengan saling block atau saling lapor Polisi karena merasa kurang lucu dari lawannya. 

Netizen butuh kesegaran ketika melakukan "refresh", bukan malah emosi yang menyala karena baca berita sampah di twitter, dan akun-akun GL adalah jawaban atas hal tersebut.

Sebenarnya lucunya akun @NUgarislucu ini adalah sebuah karakter dari Nahdliyin itu sendiri, dengan avatar Gus Dur tentunya hal ini semakin menegaskan bahwa premis tadi benar adanya. NU adalah sebuah jam'iyyah / organisasi yang sangat besar, bukan ukuran ataupun jumlah jamaahnya. Tapi besar keilmuan dan wawasannya, sehingga dalam menyampaikan pesan kadang strategi yang paling pas adalah dengan humor. 

Dalam hal revolusi mental, justru @NUgarislucu telah menjadi pioneer dibanding dengan kementerian yang "ngurusi" program itu sejak 2014 diumumkan oleh Presiden Jokowi. Menjadi inspirasi bukanlah hal yang gampang, terlebih inspirator yang predikatnya garis lucu dan itulah intinya inti dari revolusi mental. Sepertinya saya sudahi saja puja-puji ini takut musyrik.

Akhirul kalam... iki lucune ra karuan 

Tangkap layar akun Twitter @NUgarislucu
Tangkap layar akun Twitter @NUgarislucu