Mohon tunggu...
Putry Ambarwati
Putry Ambarwati Mohon Tunggu... AnakPapa

Writing is breathing. Menyuguhkan apa saja berkat dalang semesta.

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Anak dan Orang Tua

30 Oktober 2020   17:20 Diperbarui: 30 Oktober 2020   17:50 30 0 0 Mohon Tunggu...

#SisiPerspective

Salam Semesta.

Menurut UNICEF, Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan. UNICEF mendefinisikan anak sebagai penduduk yang berusia 0 sampai dengan 18 tahun. sedangkan orang tua adalah dua insan yg berperan penting dalam kelangsungan hidup anak nya. Dan masih banyak lagi definisi-definisi yang berkaitan dengan orang tua dan anak.

Dalam pengelanaan tulisan ini, Penulis tdk hanya akan membahas anak yang berusia sampai dengan 18 tahun saja. Agaknya fase remaja hingga dewasa kemudian ber rumah tangga menjadi daya tarik tersendiri bagi penulis. Bagaimana tidak? Agaknya sudah sedari hari lalu melewati sekian purnama baru lah penulis berkesempatan untuk menari-nari jemari nya itu.

Jikalau berbicara perihal anak dan orang tua yakni suatu hal yang akan memiliki berbagai sudut pandang si pembaca nya. Boleh jadi dari si orang tua nya atau dari si anak nya. Penulis akan memunculkan beberapa issue-issue yang cukup menarik di perbincangankan diantara nya Toxic Parents, quarter life Crisis and communication between children and parents.

Toxic Parents adalah dalam istilah psikologi, orangtua yang memiliki perilaku buruk, seperti melakukan kekerasan fisik atau verbal. Toxic Parents juga berlaku untuk orangtua yang melakukan tindakan-tindakan yang bisa meracuni keadaan psikologis anak. Ini jelas lebih berbahaya karena jenis toxic parents yang kedua ini tidak terlihat. Sedangkan Dilangsir dari situs halloSehat, Quarter life Crisis adalah suatu fase di mana seseorang memiliki kecemasan terhadap masa depannya. Kebanyakan takut jika tahun-tahun berikutnya berjalan tidak sesuai dengan harapan.

Nah, fenomena ini sangat sering terjadi di kalangan milenial, yaitu kisaran umur 20-30 tahun. korelasi antara kedua nya sudah barang tentu communication between children and parents artinya Ada komunikasi antara anak dengan orang tua. Perihal Toxic Parents yang menyebabkan dampak cukup berpengaruh bagi anak tentu harus segera dilakukan tindakan yang tepat. 

Memang benar, tidak mudah menyamakan persepsi atau boleh dikatakan anak harus mengerti, harus pengertian dengan orang tua nya pun sebaliknya orang tua harus pula memiliki sikap pengertian kepada anaknya. Namun tidak susah bukan ketika Ada kemauan mencoba. Mari berkelana dalam tulisan ini.

Membahas Issue Toxic Parents dengan Quarter life Crisis memiliki korelasi yang cukup signifikan di mana fase 20-30 adalah pencarian jati diri. Sisi egois, mau menang sendiri Dan merasa sudah paling betul adalah hal yang wajar. Namun akan berdampak buruk ketika terlalu berlebihan dalam menyikapi toxic parents dimasa quarter life Crisis. Artinya pandai mengontrol diri, Menjaga kestabilan emosional sangat dibutuhkan. 

Penulis telah melakukan survei kecil dalam mini research nya kepada teman-teman nya. Hampir 8 dari 10 menyatakan resah dengan apa yang di alami nya. Dengan menggunakan metode yang disebut tidak ilmiah dalam penelitian barangkali yakni face to face, heart to heart penulis mendapatkan hipotesis yang memang sesuai ekspektasi.

Anak memiliki kebebasan berpendapat, anak mampu bertanggung jawab ketika diberikan kepercayaan, anak bisa nyaman bercerita jikalau orang tua adalah pendengar yang baik. Sebagai orang tua seharusnya mampu mencerna, mampu beradaptasi, dan mampu mengerti kepada anaknya. Namun tunggu dulu! Tidak bisa semua nya di bebankan atau menyalahkan orang tua.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN