Mohon tunggu...
Putri Anisah Faradila
Putri Anisah Faradila Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa S1 Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga

Seorang mahasiswa biasa.

Selanjutnya

Tutup

Healthy Pilihan

Kian Marak, Apa Sih Dampak dari FWB?

29 November 2022   03:27 Diperbarui: 29 November 2022   04:06 158
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Bebasnya dunia maya menyebabkan istilah Friend with Benefits (FWB) menjadi sorotan di media sosial. Istilah ini sering digunakan di berbagai platform, terutama Twitter. 

Dalam Twitter, terdapat banyak akun yang memberikan wadah untuk pencari FWB, sehingga mereka yang ingin mencari FWB akan mengirim pesan atau secara anonim melalui akun tersebut. 

Di akun tersebut akan muncul banyak cuitan yang berisi ajakan untuk saling mengikuti akun sama lain dengan menyisipkan inisial gender, seperti Female (F) dan Male (M). Tak lupa, mereka juga menyisipkan usia serta kota mereka tinggal. 

Apa itu Friend with Benefits?

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Gusarova, Fraser, dan Alderson di tahun 2012, mereka berpendapat bahwa FWB ini berawal dari hubungan perkenalan maupun persahabatan yang kemudian berlanjut pada keintiman seksual untuk jangka waktu yang tak ditentukan dan kedua individu yang terjalin dalam hubungan ini menganggap hubungan mereka sebagai hubungan non-dating. Biasanya dalam hubungan FWB terdapat kesepakatan bersama yang ditetapkan oleh kedua belah pihak yang cenderung tak melibatkan perasaan romantis. 

Konsep FWB banyak digandrungi oleh kalangan muda, terutama yang mengembangkan karir serta pendidikan, karena tak terikat komitmen yang berhubungan dengan pernikahan. 

Kalangan muda beranggapan bahwa menikah di usia muda akan sedikit menghambat pengembangan karir dan pendidikan mereka, sehingga memilih FWB untuk mendapatkan pengalaman keintiman seksual tanpa terikat komitmen. 

Padahal, dalam menjalani FWB juga menjaga komitmen untuk tak melibatkan perasaan romantis kedua belah pihak. Akibatnya, tak sedikit pelaku FWB yang tak berhasil menjaga komitmen itu karena munculnya ketertarikan romantis kepada pasangan FWBnya.

Dampak FWB terhadap Kesehatan Reproduksi

FWB pada dasarnya adalah hubungan yang tak didasari komitmen, sehingga memungkinan seseorang dapat terlibat FWB dengan dua orang atau lebih. Perilaku tersebut tentunya dapat berdampak bagi kesehatan tiap orang yang melakukan FWB. Berikut merupakan dampak dari FWB.

1. Risiko Terkena Infeksi Menular Seksual (IMS)

Hubungan yang tak didasari komitmen memperbesar potensi pelaku FWB untuk bergonta-ganti pasangan dalam satu waktu. Selain itu, pelaku FWB juga berpotensi untuk melakukan hubungan seksual dengan banyak orang. Perilaku tersebut menyebabkan pelaku FWB berisiko terkena Infeksi Menular Seksual (IMS). Adapun beberapa penyakit akibat IMS, yakni Sifilis, Gonore, Klamidia, Trikomoniasis, Hepatitis B, Herpes, HIV/AIDS, serta Kanker Serviks. 

2. Kehamilan Tidak Direncanakan (KTD)

Meskipun menggunakan pengaman, bukan tak mungkin terjadi pembuahan yang berujung kehamilan tidak direncanakan. Hal ini akan merugikan pihak perempuan karena kehamilan tidak direncanakan dapat memengaruhi kondisi mental. Terlebih lagi, belum tentu pasangan ingin bertanggungjawab dan memilih untuk menghilang. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun