Mohon tunggu...
Puji InantaR
Puji InantaR Mohon Tunggu... Mahasiswa

Belajar menjadi penulis dengan caranya sendiri.

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas

Tenggelamnya KRI Nanggala-402

9 Mei 2021   11:00 Diperbarui: 9 Mei 2021   11:13 32 1 0 Mohon Tunggu...

Beberapa waktu lalu, Indonesia sedang di kejutkan dengan beredarnya berita yang menyebutkan telah tenggelamnya kapal selam KRI NANGGALA-402. Kapal milik Indonesia yang membawa awak kapal berjumlah 53 orang dinyatakan telah tenggelam di laut bagian utara Bali, kabupaten Buleleng, Bali. Awalnya kapal ini diberitakan hilang kontak pada 21 april 2021. Bantuan pun di kerahkan dari seluruh TNI AL dan tim yang di bentuk khususu untuk membantu proses evakuasi kapal selam 402 yang hilang. 

Dikutip dari lama web Jawapos.com, kapal KRI ini sedang dalam proses gladiresik unutk latihan penembakan rudal kapal, namun setelah kurang lebih 3 hari, kapal tidak muncul ke permukaan dan dinyatakan tenggelam. Oksigen yang tersedia di dalam kapal tersebut pun hanya bertahan dalam waktu 72 jam, yang membuat awak kapal dapat dipastikan gugur karena sudah melebihi batas waktu ketahanan oksigen. 

Tenggelam nya kapal ini di perkuat dengan di temukannya tumpahan minyak, serta puing-puing kapal disekitar tempat hilangnya kapal Nanggala 402. Kabarnya kapal ini ditemukan tenggelam di kedalaman 800 meter lebih dan terbelah menjadi tiga bagian.

Penyebab tenggelamnya kapal selam ini masih diselidiki hingga saat ini. Sempat beredar kabar bahwa kapal mengalami kerusakan atau keretakan, juga kebocoran bahan bakar, hingga berita yang sempat heboh bahwa kabarnya kapal ini tenggelam karna di tembak, namun hal tersebut tidak lah benar. 

Saat pertama kali mendengar berita tenggelamnya kapal KRI NANGGALA-402, yang saya pikirkan pertama kali adalah awak kapal mungkin saja masih dapat di selamatkan oleh tim evakuasi, setidaknya apabila awak kapal sudah gugur, kemungkinan tubuhnya bisa di angkat ke permukaan. Namun, setelah melihat beberapa postingan di Feed Istagram tentang salah satu materi Fisika tentang tekanan di dalam air, saya pun mulai berfikir bahwa mungkin tubuh awak kapal sudah tidak dapat di kenali. Penjelasan tentang tekanan di dalam air ini sangat masuk akal yang mana kedalaman air laut akan memberikan tekanan yang berat bagi kapal dan awak kapal.

Dikedalaman 800 meter, kedalaman tenggelamnya KRI 402, arus air nya sangatlah deras, cahaya matahari pun sudah tidak dapat masuk, suhu dikedalaman tersebut bisa mencapai 4 derajat celcius dan tentu saja, pada  kedalaman ini tekanan air nya pun semakin meningkat. Dikutip dari laman web kompas tv, disebutkan bahwa setiap kedalaman 10 meter, tekanan hidrostatis dilaut akan meningkat sebanyak 1atm. 

Dengan tenggelamnya kapal di kedalaman 800 meter, tekanan yang di rasakan dapat mencapai 80 atm, sedangkan tubuh manusia hanya dapat menahan 3 sampai 4 atm saja. Jadi tentunya hal seperti membuka pintu kapal dan berenang keluar untuk menyelamatkan diri dari kedalaman laut 800an meter adalah hal yang tidak mungkin dilakukan oleh manusia. 

Berada di tekanan 80atm tersebut sama seperti kepala kita yang di injak seratus ekor gajah, dan apabila pintu kapal dibuka, air akan masuk dengan cepat dan bisa memecahkan gendang telinga manusia yang dapat membuat manusia tewas. Bahkan di kabarkan, kapal selam pun ikut terbelah menjadi 3 bagian badan kapal.

KRI NANGGALA-402 merupakan kapal yang usia nya sudah tua dengan usia sekitar 40 tahun. Dengan begitu, kemungkinan penyebab tenggelamnya kapal tersebut di karenakan adanya kerusakan ataupun keretakan pada bagian tubuh ataupun mesin, dapat di maklumi. Namun, sebelum melakukan gladi, apakah kondisi kapal tidak di cek dengan baik ? disinilah saya rasa pemerintah pun harus memperhatikan kondisi dari alat-alat yang sudah memiliki usia tua.

Dari itu semua, tentunya kita hanya bisa mendoakan awak kapal semoga di tempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya. Selain itu, ini juga menjadi perhatian keras bagi pemerintah untuk melakukan perbaikan ataupun pergantian alat-alat untuk menjamin keselamatan awak kapal yang sudah berusia tua, supaya tidak lagi membahayakan dan kejadian seperti ini tidak terulang lagi di masa mendatang.

VIDEO PILIHAN