Mohon tunggu...
Pujakusuma
Pujakusuma Mohon Tunggu... Mari Berbagi

Ojo Dumeh, Tansah Eling Lan Waspodho...

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Kenapa Elektabilitas Ganjar Pranowo Melejit di Tengah Pandemi?

25 Juli 2020   19:44 Diperbarui: 25 Juli 2020   19:41 296 2 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Kenapa Elektabilitas Ganjar Pranowo Melejit di Tengah Pandemi?
https://twitter.com/jagabudaya

Berdiam diri di rumah agar tidak tertular covid-19 ternyata bukan pilihan Ganjar Pranowo. Saat tidak banyak Gubernur lain berani mengambil resiko itu, orang nomor satu di Jawa Tengah itu justru rajin blusukan ke tempat-tempat kerumunan warga seperti pasar, mall, pabrik, kampung-kampung dan tempat umum lainnya. Tak pernah lelah, ia selalu mengedukasi warga secara langsung untuk menaati protokol kesehatan, tanpa sedikitpun rasa takut tertular.

Keberanian Ganjar ini ternyata diapresiasi masyarakat. Buktinya, saat sejumlah lembaga survei melakukan jajak pendapat tentang bursa calon presiden 2024, tingkat elektabilitas politisi PDI Perjuangan itu terus melejit.

Lembaga survei Cyrus Network misalnya, dari hasil jajak pendapat terkait simulasi bursa calon presiden 2024 pada bulan Maret 2020, elektabilitas Ganjar Pranowo lebih tinggi dari kepala daerah lainnya, sebut saja Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil maupun Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Dalam survei itu, Ganjar mendapat dukungan 13,2 persen, Anies Baswedan 13 persen, Ridwan Kamil 8,2 persen dan Khofifah 5,8 persen.

Disusul kemudian Lembaga Survei Indikator Politik, yang juga sama menyebut elektabilitas pria yang identik dengan rambut putih itu terus melejit. Dari semula 9,1 persen di bulan Februari, naik menjadi 11,8 persen di bulan Maret. 

Sementara lembaga survei New Indonesia Research & Consulting menyebut Ganjar menjadi tokoh yang dinilai paling tepat maju sebagai Capres dengan hasil survei 23 persen. Sementara kandidat lain seperti Ridwan Kamil hanya mendapat 16,8 persen dan Anies Baswedan sebesar 8,1 persen.

Hasil survei Saiful Mujani Research Center (SMRC) juga tak jauh berbeda. Meski riset dilakukan untuk mengetahui siapa kepala daerah yang paling tanggap dalam menghadapi covid-19, namun perolehan survei Ganjar melesat di angka 73 persen. Capaian itu bahkan mengalahkan tingkat kepercayaan publik kepada Presiden Joko Widodo dalam penanganan covid-19, yakni hanya sebesar 52 persen.

Bahkan yang terbaru, survei dari Indikator Politik menunjukkan elektabilitas Ganjar naik pesat di angka 16,2 persen di bulan Juli. Angka itu jauh mengungguli kandidat terkuat lainnya seperti Anies Baswedan sebesar 15 persen dan Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto sebesar 13,5 persen.

Apa sih yang dilakukan Ganjar?

Penulis mencoba mengulik langkah Ganjar dalam strategi menangani wabah covid-19 di Jawa Tengah. Ketika awal virus merebak dan daerah lain belum serius menyiapkan anggaran penanganan wabah, Ganjar sudah melakukan refocusing dan realokasi anggaran sebesar Rp1,4 triliun dari anggaran APBD yang hanya Rp28 triliun, khusus untuk penanganan covid-19.

Angka Rp1,4 triliun itu menjadi angka terbesar yang dikeluarkan pemerintah daerah saat itu. Awal bencana ini muncul di Indonesia sekitar Maret 2020, Pemprov DKI Jakarta dengan APBD Rp87,9 triliun hanya mengganggarkan Rp130 miliar untuk penanganan covid-19. Sementara Jawa Barat dengan APBD Rp46 triliun, hanya menganggarkan Rp500 miliar. 

Meski selanjutnya, anggaran covid di daerah-daerah itu meningkat drastis melebihi Jawa Tengah setelah presiden Joko Widodo meminta kepala daerah serius dalam melakukan refocusing dan realokasi anggaran.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN