Puja Mandela
Puja Mandela Swasta

Pria biasa, lulusan pesantren kilat, penggemar singkong goreng, tempe goreng, bakso,fans garis miring The Beatles, Iwan Fals, Queen, musik rock 60s, 70s.

Selanjutnya

Tutup

Analisis

Politik? Ya, Begitulah...

11 Agustus 2018   09:14 Diperbarui: 11 Agustus 2018   10:06 190 0 0
Politik? Ya, Begitulah...
Sumber foto : tribunnews.com

Begitulah politik. Semua bisa berubah dengan sangat cepat. Mahfud MD yang sudah dijadwalkan ukur baju untuk mendampingi Jokowi, harus legowo karena yang akhirnya dipilih menjadi cawapres Jokowi adalah Kiai Ma'ruf Amin.

Sebagai seorang tokoh nasional yang tak mungkin tidak paham dinamika politik, Pak Mahfud pasti legowo, meskipun sebelumnya ia mengaku sempat kaget. 

Nama Mahfud MD ditolak karena tidak disetujui oleh partai-partai pengusung Jokowi, terutama oleh PKB. Apalagi dengan adanya bisik-bisik dari PBNU yang menyebut kadar ke-NU-an Mahfud tidak 24 karat. NU, sih, NU, tapi kultural. Begitu kata Kiai Said Aqil Siradj.

Di kubu Prabowo, setelah UAS mundur dari bursa cawapres, nama-nama lain yang muncul belum memuaskan Prabowo, termasuk Habib Salim yang diusung PKS. Lalu, di menit terakhir muncul nama Sandiaga Uno yang akhirnya memang dipilih untuk mendampingi Prabowo. Kenapa harus Sandi? Kenapa bukan ulama? Ya, mungkin karena Sandi bisa memenuhi apa saja yang dibutuhkan Prabowo untuk memenangkan duet PAS di Pilpres 2019.

Lalu setelah ini, bagaimana dengan nasib kita, rakyat Indonesia? Tentu saja yang harus kita lakukan setelah ini adalah kembali siuman; kembali menjalankan aktivitas layaknya orang susah pada umumnya. 

Bagi yang punya utang, ya, cepat dibayar. Jangan pernah ngarep Sandiaga Uno mau mbayari utang kita. Yang pengangguran juga mesti usaha cari kerja sendiri. Pejabat yang non job, ya, harus banyak-banyak berdoa agar dikasih job lagi di lingkungan yang strategis.

Yang belum sarapan, ya, cari sarapan sendiri. Yang berasnya habis, ya, cepat beli di pasar. Kalau nggak punya duit, ya, minjem dulu sama tetangga atau siapa saja yang mau minjemi duit. Lalu, yang jomblo harus cepat cari jodoh; cepet kawin, tapi jangan kawin sendirian, apalagi ngawini istri atau suami orang. Itu mbla-mble namanya.

~pjm~