Pringadi Abdi Surya
Pringadi Abdi Surya pegawai negeri

Lahir di Palembang. Treasury Analyst. Pernah menulis buku kumpulan puisi, cerpen, dan novel. Kumpulan puisinya memenangkan Anugerah Pembaca Indonesia 2015. Catatan pribadi http://catatanpringadi.com Instagramnya @pringadisurya dan Twitter @pringadi_as

Selanjutnya

Tutup

Muda Artikel Utama

5 Penulis Muda Berbahaya

13 September 2017   19:03 Diperbarui: 13 September 2017   21:48 4999 26 13
5 Penulis Muda Berbahaya
Sumber: Penulispro.net

Dunia kepenulisan selalu memunculkan bakat-bakat baru. Bakat-bakat itu ada yang berkembang dan matang, namun tak sedikit pula yang berguguran. Mereka yang jadi adalah penulis-penulis yang tak pernah berhenti belajar dan haus ilmu pengetahuan.

Meski sangat subjektif, berikut 5 penulis muda di bawah 30 tahun yang karyanya harus kamu baca karena kesegaran tulisan yang mereka tawarkan.

DEA ANUGRAH

Dea Anugrah. Song Jong Kii versi penulis.
Dea Anugrah. Song Jong Kii versi penulis.
Dea Anugrah disebut-sebut sebagai masa depan sastra Indonesia. Lulusan Filsafat UGM ini dapat menulis puisi, cerpen, dan esai sama baiknya. Kumpulan puisinya, Misa Arwah, masuk nominasi KLA tahun lalu. Dan dalam KLA tahun ini, kumpulan cerpennya, Bakat Menggonggong, juga masuk dua nominasi sebagai buku prosa terbaik dan buku pertama/ kedua terbaik.

Dia pernah terpilih dalam Ubud Writersand Readers Festival 2012 dan menjadi salah satu penulis Indonesia yang mengikuti residensi ke luar negeri.

Daftar berbahayanya bertambah karena banyak testimoni mengatakan Dea mirip bintang drama Korea.

Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

Ziggy dengan karyanya. Sumber: Antara News
Ziggy dengan karyanya. Sumber: Antara News
Yap. Anda tidak sedang salah baca nama. Namanya memang begitu sulit diucapkan. Tapi panggil saja dia Ziggy.

Dalam usia yang begitu muda, novelnya, Semua Ikan di Langit, menjadi pemenang sayembara novel Dewan Kesenian Jakarta. Novel sebelumnya, Di Tanah Lada, juga menjadi salah satu pemenang sayembara novel paling bergengsi tersebut.

Novel-novelnya yang lain pun tak pantas diremehkan. Contohnya, Jakarta Sebelum Pagi. Ia disebut sebagai penulis muda paling imajinatif saat ini, ditopang dengan kemampuan menulis yang di atas rata-rata.

Rio Johan

Rio Johan.
Rio Johan.
Lulusan Teknik Kimia ini pernah menjadi tokoh sastra pilihan Tempo di usia yang sangat muda.  Karyanya berupa Kumpulan Cerpen, Aksara Amananunna, dianggap mampu membawa dunia dan pendekatan baru ke dalam Sastra Indonesia.

Dia juga pernah mengikuti ASEAN Literary Festival sebagai wakil dari Indonesia, UBUD Writers Reader Festival, dan menjadi salah satu penulis Indonesia yang dikirim residensi ke Eropa.

Norman Erikson Pasaribu

Norman. Lulusan STAN tapi diambil nggak kayak Tere Liye.
Norman. Lulusan STAN tapi diambil nggak kayak Tere Liye.
Bukan hanya badannya yang besar, prestasinya juga demikian. Baru saja ia menerima penghargaan sastrawan muda dari Majelis Sastra Asia Tenggara. Ia juga sedikit penulis yang memiliki gaya ungkap yang segar. Kumpulan cerpennya, Hanya Kamu yang Tahu Berapa Lama Lagi Aku Harus Menunggu, pernah masuk 5 besar KLA. Kumpulan puisinya memenangkan Sayembara Puisi Dewan Kesenian Jakarta.

Norman merupakan lulusan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) dan sempat bekerja di Ditjen Pajak. Ia juga pernah mengikuti Ubud Writers Readers Festival dan menjadi salah satu penulis yang dikirim ke Amerika.

Eko Triono

BASABASI.CO
BASABASI.CO

Jika ditanya spesifik, cerpenis muda paling berbahaya, saya akan menjawab Eko Triono. Cerpennya membawakan nuansa yang lain, sudut pandang yang tak terduga, dan kedalaman pemikiran.

Cerpennya "Ikan Kaleng" misalnya mampu membawakan kegelisahan orang Papua di gunung yang ingin makan ikan. Bukunya, Agama Apa yang Pantas Bagi Pohon-pohon, juga mendapatkan sambutan yang positif dari kalangan penulis.

Tentu, di luar kelima penulis itu masih banyak penulis muda lain yang berprestasi. Sebut saja, Faisal Oddang yang cerpennya pernah menjadi cerpen terbaik Kompas. Namun, karena membatasi hanya 5, saya pribadi memilih kelima penulis di atas yang karya-karyanya pasti akan selalu saya beli.