Mohon tunggu...
Himam Miladi
Himam Miladi Mohon Tunggu... Penulis - Penulis

Penulis Konten | warungwisata.com | Email : himammiladi@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Wahai Ayah Bunda, Jangan Meninggalkan Generasi yang Lemah Iman

21 Januari 2022   07:03 Diperbarui: 21 Januari 2022   07:05 191 4 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Tujuan utama kita adalah mengantarkan anak-anak menjadi generasi yang kuat, tak hanya dalam hal finansial belaka, namun juga dalam Tauhid (dok.pri)

Generasi Seperti Apa yang Akan Kita Tinggalkan Nanti?

Setiap kali melihat wajah anak-anak didik saya di Taman Kanak-kanak dan TPQ, di dalam pikiran saya selalu terbayang satu pertanyaan:

Generasi seperti apa yang akan saya tinggalkan nanti?

Di era yang serba materialistis ini, kebanyakan orang tua khawatir dengan masa depan dunia anaknya. Pertanyaan yang membayang di benak para orangtua sekarang ini hampir selalu berkisar:

  • Apa yang akan mereka makan nanti?
  • Bagaimana dengan pekerjaan mereka kelak?

Kekhawatiran semacam ini akhirnya memicu orangtua memaksa anak-anaknya untuk belajar ini dan itu, menguasai keterampilan ini dan itu. Seolah-olah semua hal tentang masa depan anak-anak kita hanya tentang materi dan harta untuknya. Inilah yang kemudian membuat anak-anak kita menjadi serba materialistis, konsumtif dan cenderung hedonis.

Memang tidak salah bila kita mengkhawatirkan masa depan dunia anak-anak. Allah sendiri memerintahkan kita untuk tidak meninggalkan generasi yang lemah, sebagaimana firman-Nya di dalam surah An-Nisa ayat 9:

Dan hendaklah takut kepada Allah, orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka (QS. An-Nisa, 4: 9).

Rasulullah Saw juga meminta para sahabatnya untuk jangan sampai meninggalkan keluarganya dalam keadaan fakir miskin, karena hal ini akan melemahkan iman mereka. 

Degradasi Moral Membayangi Generasi Masa Kini

Anak-anak lemah, sebagaimana yang dimaksud di dalam surah An-Nisa ayat 9 tersebut, bukan hanya lemah secara finansial. Kuat finansial hanya akan mampu memenuhi kebutuhan dasar. Kuat finansial tidak akan dapat menjamin kesejahteraan hidup apabila tidak ada dasar karakter yang kuat pula.

Maka, yang dimaksud dengan anak-anak lemah di sini adalah generasi yang karakternya lemah. Generasi yang tidak memiliki akar keimanan yang kuat dan menghujam dalam. Anak-anak yang akidahnya tidak lurus, akhlaknya bobrok, dan setiap pemikirannya tidak didasari ilmu pengetahuan.

Inilah generasi yang sekarang ini sudah banyak kita saksikan dengan mata kepala sendiri. Anak-anak yang kecanduan gim online, TikTok dan YouTube. Para pemuda yang lebih mementingkan viralitas daripada adab dan kesopanan. Anak-anak yang matang sebelum waktunya akibat paparan tayangan-tayangan khusus dewasa.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan