Mohon tunggu...
Himam Miladi
Himam Miladi Mohon Tunggu... Penulis

Penulis Konten | himam.id | Email : himammiladi@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Isra' Mi'raj, Perjalanan Agung Nabi Muhammad yang Meneguhkan Keimanan Setiap Muslim

3 April 2019   11:48 Diperbarui: 3 April 2019   11:53 0 2 2 Mohon Tunggu...
Isra' Mi'raj, Perjalanan Agung Nabi Muhammad yang Meneguhkan Keimanan Setiap Muslim
Sumber ilustrasi: dokumentasi Himam Miladi

Betapa sedihnya Rasulullah Muhammad s.a.w. Pamannya, Abu Thalib dan istrinya, Ummul Mukminin Khadijah r.a dipanggil kembali oleh Sang Pencipta.

Usai kematian dua orang yang paling dicintai dan paling gigih membela dakwahnya, perlakuan kaum kafir Quraisy kota Mekkah terhadap Nabi Muhammad kian keras dan kejam. Nabi Muhammad kemudian pergi ke Thaif, dengan maksud berdakwah sekaligus meminta dukungan.

Namun, penduduk Thaif justru memperlakukan Nabi Muhammad dengan keji. Mereka menganiaya, melempari Nabi dengan bebatuan hingga wajah Rasulullah bercucuran darah. Malaikat yang menyaksikan penganiayaan itu geram. Kepada Nabi, Malaikat meminta ijin untuk membalikkan gunung dan bukit, mengubur seluruh penduduk Thaif yang durhaka kepadanya. Tetapi Nabi Muhammad berkata tidak, meminta para malaikat bersabar.

Tahun itu adalah Tahun Duka. Tak ada yang bisa menghibur hati Nabi Muhammad. Namun, kedukaan itu tak berlangsung lama. Allah sendiri lah yang kemudian menghibur langsung manusia agung pilihannya itu. Memberinya "hadiah" sebuah peristiwa mukjizat yang menjadi salah satu episode paling luar biasa dalam kehidupan Nabi Suci tercinta.

Nabi Muhammad dipanggil oleh Allah SWT. Melalui kekuasaanNya, Nabi Muhammad melakukan perjalanan dari Mekah ke Masjid Al Aqsa di Palestina (Isra'). Dari sana, Nabi Muhammad kemudian dinaikkan, menembus pintu-pintu langit hingga ke Sidratul Muntaha (Mi'raj).

Ini adalah bentuk penghormatan yang luar biasa bagi Rasulullah. Merasakan kontak langsung dengan Penciptanya di tempat di mana bahkan para malaikat tidak memiliki akses masuk. Ini adalah klimaks dari perjalanan spiritual yang tidak dicapai oleh siapapun kecuali Nabi Muhammad s.a.w. Tidak ada keraguan bagi kita semua umat Islam, bahwa pada malam Isra' Mi'raj tersebut, junjungan kita diberkati Allah dengan kehormatan yang tidak tertandingi.

Peristiwa Isra'

Para ulama ahli sejarah Islam berbeda pendapat tentang tanggal dan tahun tepatnya peristiwa Isra' Mi'raj. Namun pendapat umum meyakini terjadi pada malam 27 Rajab.

Pada malam tersebut, Nabi Muhammad diperjalankan Allah secara fisik dari Mekah ke Masjid Al Aqsa di Yerussalem, Palestina, dengan menaiki Al-Buraq (hewan yang lebih besar dari keledai dan lebih kecil dari kuda) dan ditemani oleh Malaikat Jibril a.s. Dalam perjalanan menuju Masjid Al Aqsa mereka melewati makam Nabi Musa a.s.  Nabi lalu berhenti dan sembahyang.

Setelah tiba di Masjid Al Aqsa,  Nabi Muhammad lalu sholat dan memimpin para Nabi berdoa. Usai sholat, Jibril membawa dua botol berisi susu dan alkohol, lalu meminta Nabi Muhammad memilih. Rasulullah memilih susu dan kemudian meminumnya. Melihat pilihan Nabi Muhammad, Jibril tersenyum dan berkata, "Anda telah memilih Al Fitrah (kebenaran)."

Peristiwa Mi'raj.

Dari Masjid Al Aqsa ini, Nabi Muhammad melalui kekuasaan Allah kemudian diangkat dan diperjalankan menyusuri 7 lapisan langit hingga ke Sidratul Muntaha. Ketika sampai di langit pertama, Jibril mengetuk pintu dan meminta ijin untuk masuk. Pintu dibuka, dan keluarlah Nabi Adam a.s menyambut Rasulullah. Nabi Allah yang pertama ini kemudian menyatakan keimanannya pada kenabian Muhammad s.a.w.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4