Himam Miladi
Himam Miladi Penulis

Freelance Content Writer| Blogger | Editor

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

5 Pemain Muda yang Diprediksi akan Bersinar di Piala Dunia 2018

14 Juni 2018   00:34 Diperbarui: 14 Juni 2018   21:20 1318 1 0
5 Pemain Muda  yang Diprediksi akan Bersinar di Piala Dunia 2018
Kylian Mbappe (AP Photo/Michel Euler)

Piala Dunia adalah panggung terbesar bagi setiap pesepakbola. Disini, mereka tak hanya berjuang untuk membela negaranya, meraih gelar terhormat sebagai tim juara dunia. Pada saat yang sama mereka juga berjuang untuk diri mereka sendiri, meraih nama, menobatkan diri menjadi pesepakbola terbaik.

Banyak pemain yang sudah memiliki nama besar. Banyak pula yang hanya dikenal sebatas tingkat nasional. Dari deretan para pemain yang akan berlaga, selalu menarik untuk mencermati bagaimana kiprah para pesepakbola muda usia yang beruntung bisa mencicipi panggung sekelas Piala Dunia.

Berikut 5 pemain muda potensial yang diprediksi akan bersinar selama pergelaran Piala Dunia 2018 di Rusia. 

Kylian Mbappe (Prancis)

Tak perlu bersusah payah mencari nama Kylian Mbappe. Pemain muda Prancis ini praktis menguasai sebagian besar prediksi dari para pengamat sepakbola sebagai pesepakbola muda yang akan meledak di Piala Dunia 2018.

Mbappe merupakan produk asli INF Clairefontaine, akademi sepakbola Prancis yang sudah menghasilkan nama-nama besar seperti Nicolas Anelka, Louis Saha hingga Oliver Giroud dan legenda hidup Thierry Henry. Nama Mbappe mulai bersinar tatkala dia memulai karir sepakbola profesionalnya bersama klub Monaco pada musim kompetisi 2016/2017 saat berusia 18 tahun. 

Bulan-bulan berikutnya, aksi Mbappe makin memantik perhatian klub-klub besar tatkala dia ikut membawa Monaco memenangkan Liga Prancis dan membuat klub sekelas Juventus compang-camping di ajang Liga Champions. Tak heran, PSG rela merayu Monaco untuk meminjamnya dengan opsi kontrak permanen senilai 180 juta Euro, menjadikan Mbappe pemain dengan termahal kedua di dunia.

Dengan nilai transfer sebesar itu, Mbappe dinilai seperti sebuah komet Haley, melaju cepat melebihi usia semestinya. Karirnya semakin moncer ketika dia berhasil merebut posisi di timnas Prancis. Bahkan, Didier Deschamps khusus memberikan nomor punggung 10, yang berarti Mbappe bisa menjadi titik tumpuan timnas Prancis. Ditunjang dengan adanya Pogba, Griezman dan Lemar dibelakangnya, Deschamps tentu berharap Mbappe akan meledak dan menjaringkan banyak gol di gawang lawan.

Goncalo Guedes (Portugal)

Banyak pengamat yang menganggap Portugal adalah one man team, terlalu bergantung pada sosok Cristiano Ronaldo. Namun sebenarnya, pelatih Fernando Santos memiliki banyak bakat yang dia panggil untuk melengkapi timnya, daripada harus fokus pada satu orang saja. Salah satunya adalah Goncalo Guedes, yang baru berusia 21 tahun.

Goncalo Guedes (fourfourtwo.com)
Goncalo Guedes (fourfourtwo.com)
Begitu lulus dari Akademi Benfica, PSG langsung merogoh kocek sebesar 30 juta Euro untuk merekrutnya dan kemudian meminjamkannya ke Valencia. Iklim kompetisi Spanyol sepertinya cocok bagi Guedes, karena tak lama kemudian namanya masuk dalam daftar pesepakbola yang ikut dibawa Fernando Santos ke Rusia.

Dengan adanya Cristiano Ronaldo di depan, Bernardo Silva, serta Quaresma, nama Guedes mungkin bukan pilihan pertama. Tapi setidaknya, jika Portugal ingin tinggal lebih lama di Rusia, mereka memiliki opsi pemain cadangan yang bersinar untuk dipanggil masuk lapangan jika diperlukan.

Wilfred Ndidi (Nigeria)

Tak ada yang menyangka tim sekelas Leicester City bisa memenangkan Premier League. Namun ketika mereka benar-benar mewujudkan mimpi besar itu, ada banyak nama yang patut dihargai dan dikenang. N'Golo Kante, yang terpilih sebagai pemain terbaik mereka selama musim 2015/16 sudah pindah ke Chelsea. Setahun berikutnya, masuklah Wilfred Ndidi, yang baru berusia 20 tahun untuk menggantikan posisi Kante.

Wilfred Ndidi (Reuters/Alex Iwobi)
Wilfred Ndidi (Reuters/Alex Iwobi)
Lahir di Lagos dan memulai debut sepakbolanya untuk timnas Nigeria sebagai remaja, Ndindi tumbuh menjadi jenderal lini tengah yang tangguh. Sebuah posisi yang biasanya disediakan bagi pesepakbola kawakan dan berpengalaman. Meski begitu, Ndindi mampu membuktikan dirinya layak menjadi dirijen lapangan.

Berada satu grup dengan Argentina, Kroasia dan Islandia, perjalanan Nigeria di fase grup memang cukup sulit. Untuk bisa melewati hadangan dari tim-tim tangguh tersebut, Nigeria sangat membutuhkan Ndindi bisa menampilkan permainan terbaiknya, sebagaimana yang dia lakukan untuk Leicester City selama ini.

Gabriel Jesus (Brazil)

Memimpin sebuah tim sekelas Brazil di arena Piala Dunia tentu tugas yang sangat berat dan menantang. Apalagi jika pemimpin itu mewarisi nomor punggung yang pernah dipakai para legenda negaranya seperti Ronaldo dan Romario. Tapi, Gabriel Jesus sudah membuktikan kapasitasnya sebagai seorang pemimpin muda tatkala manajer Brazil Tite memberinya ban kapten pada tertandingan persahabatan melawan Kroasia. Dan dia pun menjadi kapten termuda Brazil sepanjang masa di usianya yang baru 21 tahun.

Gabriel Jesus (ESPN.com)
Gabriel Jesus (ESPN.com)
Karena itu, tidak sia-sia rasanya Pep Guardiola memetiknya dari Palmeiras, meski saat itu ada nama Gabriel Barbosa yang juga tengah bersinar bersama Santos. Selama 18 bulan lebih bersama Manchester City, Gabriel Jesus membuktikan dirinya adalah salah satu striker yang berbahaya dan membantu tim Biru Manchester itu menjuarai Premier League.

Hirving Lozano (Meksiko)

Pesepakbola muda Meksiko ini datang ke Piala Dunia dengan reputasi yang cukup mentereng. 17 gol untuk klubnya, PSV Eindhoven dan 27 caps untuk tim nasional Meksiko. Hirving Lozano tak pelak menjadi salah satu pemain muda berbakat yang pernah dimiliki Meksiko. Posisinya sebagai pemain sayap bahkan sudah mendapat jaminan berkat kemampuannya yang luar biasa dalam mengolah si kulit bundar.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2