Himam Miladi
Himam Miladi Blogger yang berjualan kopi

Coffee Writer | Blogger | www.warungwisata.com

Selanjutnya

Tutup

Media Artikel Utama

Berapa Jumlah Kata yang Ideal untuk Artikel "Online"?

12 Januari 2018   01:06 Diperbarui: 12 Januari 2018   13:15 2576 42 15
Berapa Jumlah Kata yang Ideal untuk Artikel "Online"?
ilustrasi (sumber: nextadvisor.com)

Pertanyaan mengenai berapa jumlah kata yang ideal untuk artikel online telah lama menjadi perdebatan dalam dunia literasi online. Pertanyaan ini tidak begitu penting pada artikel yang dimuat di media konvensional, atau media cetak. Namun, pertanyaan tersebut justru menjadi sangat penting dalam dunia literasi online dan marketing digital.

Dalam dunia digital, banyak faktor yang saling berkaitan antara panjang pendeknya artikel dengan jumlah pengunjung web, ketertarikan pembaca pada produk yang ditawarkan, hingga dampaknya terhadap pengoptimalan mesin pencarian (Search Engine Optimazion/SEO).

Argumentasi Panjang dan Pendeknya Artikel

Perdebatan mengenai jumlah kata yang ideal didasari pada argumentasi yang berbeda dari masing-masing kubu. Mereka yang senang dengan tulisan-tulisan pendek berpendapat bahwa pengguna web tidak pernah benar-benar membaca apapun karena waktu mereka terlalu berharga untuk dibuang dengan membaca artikel yang terlalu panjang. Tipe pengguna web seperti ini lebih menyukai gambar atau grafis. Kalaupun dalam sebuah artikel hanya ada tulisan, mereka biasanya langsung tertuju pada tulisan yang tercetak tebal. Atau sebuah sub judul yang dapat dengan cepat memberikan kesimpulan pokok tulisan.

Sedangkan para pendukung artikel panjang berpendapat jumlah kata atau kalimat yang banyak berarti ada kesempatan lebih besar untuk meyakinkan pembaca bahwa produk, layanan, atau bisnis yang mereka ceritakan adalah sesuatu yang benar-benar dibutuhkan pembaca. Lagipula, jumlah kata yang lebih banyak juga secara otomatis bisa mengoptimalkan mesin pencarian (SEO), yang merupakan salah satu komponen penting dalam persaingan website di dunia digital. Halaman sebuah website harus mempunyai jumlah kata yang memadai agar sebuah mesin telusur dapat mengindeksnya.

Fakta yang sebenarnya

Pada dasarnya, kedua argumentasi diatas sama benarnya. Karakteristik pengguna internet tidak dapat ditebak secara pasti. Di internet, orang-orang ingin bergerak dengan cepat dari website A ke website B. Maka mereka tidak akan membaca artikel kata per kata. Menurut penelitian Nielsen, 79% pembaca internet memindai artikelnya terlebih dahulu sebelum membacanya dengan serius. Mereka melakukan pemindaian artikel secara vertikal, kemudian ketika menemukan kalimat yang menarik barulah mereka membaca secara horizontal. Pola pembaca ini disebut F-shaped pattern, karena bentuknya seperti huruf F.

pola F-reading (sumber: nngroup.com)
pola F-reading (sumber: nngroup.com)

 Jika mereka mendarat di laman web yang penuh dengan teks dan mereka tidak dapat menemukan apa yang mereka cari dengan cepat, mereka akan pergi dan mencoba di tempat lain. Jika jumlah dan kepadatan teks sedemikian rupa sehingga halaman web memakan waktu terlalu lama untuk dimuat, mereka bahkan tidak akan repot menunggu. Tulisan belum muncul pun mereka sudah berlalu.

Namun, jumlah kata yang terlalu sedikit juga memunculkan problem lain, terutama berkaitan dengan pencarian laman web di mesin telusur. Untuk bisa mengindeks sebuah laman web, mesin telusur memerlukan minimal 300 kata. Apa gunanya punya halaman web yang padat dan ringkas namun penguna internet tidak bisa mencarinya dalam mesin telusur?

Jumlah Kata Yang Ideal

Karena masing-masing punya kelebihan, tentu harus ada jalan tengah yang ideal. Menurut penelitian yang dilakukan oleh media layanan blogging Medium, laman web yang memakan waktu tujuh menit untuk membacanya adalah yang paling populer dan menarik. Penelitian mereka menemukan bahwa artikel dengan waktu baca yang terlalu pendek hanya memiliki rata-rata 1000 tampilan halaman (page views). Sementara artikel dengan waktu baca di kisaran tujuh menit memiliki 10.000 sampai 100.000 tampilan halaman. 

Statistik menarik lainnya adalah ketika konten mencapai waktu baca tiga menit, tampilan halaman juga meningkat. Sekitar 74% pembaca memilih laman web yang mempunyai waktu baca rata-rata tiga menit sementara 94% lebih memilih artikel dengan waktu baca di bawah enam menit. Ini berarti waktu optimal dari pembaca internet sebenarnya berkisar antara tiga sampai tujuh menit. Dan dengan asumsi kecepatan baca pengguna internet adalah 150 -250 kata per menit (WPM), maka didapatkan hasil jumlah kata yang ideal untuk sebuah artikel online adalah 400-1700 kata.

Menyenangkan Pembaca Lebih Penting Daripada Menghitung Jumlah Kata

Jumlah kata dalam sebuah artikel bukanlah faktor paling penting yang menentukan artikel tersebut baik secara peringkat pencarian. Menjaga pengunjung web untuk tetap membaca dari awal hingga akhir justru lebih penting daripada sekedar menghitung jumlah kata pada artikel kita. Faktor pemeringkatan Google atau mesin telusur lainnya tak lagi cuma jumlah kunjungan (per click). 

Seberapa jauh pembaca merespon artikel tersebut, atau dengan kata lain seberapa lama pengunjung membaca artikel juga dapat menentukan peringkat pencarian. Lagipula, semakin lama pengunjung menghabiskan waktu di laman web kita, maka akan tercipta "ikatan" yang kuat antara kita dengan pembaca. Pengunjung pun akan semakin "cinta" dengan laman website dan tulisan yang kita buat.


Referensi:

1. https://medium.com
2.nngroup.com
3. martech.zone