Digital

Benalu Keladi, Alat Bantu Kenal Huruf dengan Tiga Metode Belajar

10 Juli 2018   06:38 Diperbarui: 10 Juli 2018   07:50 223 0 0
Benalu Keladi, Alat Bantu Kenal Huruf dengan Tiga Metode Belajar
Foto Pribadi

Kemampuan mengenal huruf dan membaca sejak dini sangat diperlukan untuk menunjang masyarakat dalam proses interaksi, tentunya juga dalam kegiatan belajar mengajar. 

Hal tersebut rupanya masih menjadi hambatan yang dirasakan oleh SDN Talagamukti, Dusun Citalaga, Desa Jatimukti, Jatinangor karena ternyata beberapa murid di dalamnya masih kesulitan untuk membaca, bahkan ada yang belum mengenal huruf. Yang mengejutkan adalah murid kelas 3 SD yang hanya mengenal huruf 'A' dan hanya bisa menulis namanya sendiri. Ini merupakan hal yang bisa dibilang agak miris. 

Melihat hal tersebut, kelima mahasiswa Universitas Padjadjaran yaitu Primadifa Thayib Noor Dradjatiananda, Dendi Hazik Fuadi, Anselma Ratna Henrieta Sihaloho, Gabriella Daviena, dan Irnando Brima Ryandhika berinisiatif untuk membuat suatu alat yang dapat membantu para siswa/i di SD tersebut untuk bisa mengenal huruf dan membaca dengan metode yang cepat, dan efektif. 

Alat yang mereka buat ini bernama "BENALU KELADI", yang mana metode penggunaan dari alat ini ialah menggunakan tiga metode belajar yakni kinestetik, visual, dan auditori. 

"Jadi ide alat ini sederhana, melihat anak SDN Talagamukti yang ternyata belum bisa baca bahkan kenal huruf pun belum. Terus melihat metode belajar di SD tersebut masih terbilang konvensional, jadi penunjang untuk belajar pun masih kurang, sehingga tercetus lah untuk membuat alat tersebut", ujar Anselma sebagai salah satu perwakilan dari tim BENALU KELADI. 

BENALU KELADI ini merupakan alat berukuran 3.5 inch dengan basis raspberry pi. Daya untuk menghidupkan alat ini cukup dengan dicolokkan ke power bank. Penggunaannya mudah, yakni nanti di layar tervisualisasi suatu huruf/kata yang mana alur dari huruf/kata tersebut diikuti oleh pengguna, kemudian setelah selesai diikuti, pengguna dapat mengklik tombol suara pada bagian kanan bawah layar untuk didengar suaranya.

 Tim ini selain mengimplementasikan alatnya dalam pendidikan formal, diimplementasikan pula pada pendidikan non-formal seperti yang dilakukan pada 7 hingga 9 Juli 2018 kepada anak di Cikeruh, Desa Sayang, Jatinangor. 

"Iya, jadi selain dicoba di SDN Talagamukti kami juga mencobanya untuk anak sekitar Jatinangor. Ya sambil mengisi kekosongan dari kegiatan kampus, tim kami berinisiatif ngasih pembelajaran buat anak-anak itu. Kebetulan anak-anaknya berada di belakang kos-an Saya", ujar Primadifa selaku ketua tim mengenai program yang dilakukan ke anak sekitar Jatinangor.

 BENALU KELADI ini direncakan akan terus dikembangkan oleh tim ini dengan harapan agar para putra-putri negeri ini, sekalipun di daerah yang penunjangnya kurang memadai dapat menjadi penerus bangsa di masa depan kelak. 

BENALU KELADI atau Alat Bantu Kenal Huruf dengan Metode Belajar Kinestetik, Visual, dan Auditori ini berhasil mendapatkan pendanaan dari Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang Pengabdian Kepada Masyarakat.