Mohon tunggu...
Prayitno Ramelan
Prayitno Ramelan Mohon Tunggu... Pengamat Intelijen, Mantan Anggota Kelompok Ahli BNPT

Pray, sejak 2002 menjadi purnawirawan, mulai Sept. 2008 menulis di Kompasiana, "Old Soldier Never Die, they just fade away".. Pada usia senja, terus menyumbangkan pemikiran yang sedikit diketahuinya Sumbangan ini kecil artinya dibandingkan mereka-mereka yang jauh lebih ahli. Yang penting, karya ini keluar dari hati yang bersih, jauh dari kekotoran sbg Indy blogger. Mencintai negara dengan segenap jiwa raga. Tulisannya "Intelijen Bertawaf" telah diterbitkan Kompas Grasindo menjadi buku. Website lainnya: www.ramalanintelijen.net

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan

Titik Terang Setelah Vaksin Covid-19

16 Mei 2021   14:22 Diperbarui: 17 Mei 2021   21:24 123 5 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Titik Terang Setelah Vaksin Covid-19
Petugas kesehatan menerima suntikan vaksin corona buatan Sinovac di Rumah Sakit Siloam TB Simatupang, Jakarta Selatan, Kamis (14/1/2021). Vaksin Sinovac telah mendapatkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Dengan izin penggunaan darurat ini, vaksin CoronaVac produksi Sinovac Life Science Co.Ltd.China dan PT Bio Farma (Persero) dapat digunakan untuk program vaksinasi di Indonesia.(KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)

Idul Fitri 1442 H di Indonesia yang jatuh hari Kamis 13 Mei 2021 merupakan kebahagiaan tak tertara bagi umat Islam di Indonesia dan belahan dunia manapun.

Di Indonesia masyarakat berusaha saling bermaafan, di mana tradisi mudik adalah bagian utama dari hari yang Fitri. Mudik sangat sulit dicegah sepenuhnya, karena budaya, norma, dan etika masyarakat bersilaturahim ke keluarganya di daerah asal telah berlangsung lama.

Walau pemerintah melarang mudik, diperkirakan ada 1,2 juta penduduk Jakarta yang mudik lebih awal sebelum dilarang sejak 6 Mei 2021. Berita yang seram dari random tracing dari pemerintah, ada 60 persen pemudik yang  tertular virus corona.

Perkembangan Kasus Covid di Jakarta

Perkembangan terbaru kasus Covid-19 di Ibu Kota pada Idul Fitri, Kamis (13/5/2021) yang disampaikan sumber Pemprov DKI Jakarta sebagai berikut:

Pasien positif Covid-19 di Jakarta bertambah 785 dari 8.229 orang yang dites PCR di Ibu Kota (Jumlah tes PCR Jakarta tersebut mencapai 60 persen jumlah tes di seluruh wilayah Indonesia).

Positivity rate Covid-19 DKI Jakarta selama sepekan mencapai 8,4 persen, di atas ambang batas aman WHO (5 persen sepekan), namun di bawah positivity rate nasional sepekan terakhir (23,3 persen). Positivity rate DKI Jakarta mencapai 9,5 persen, di atas standar aman WHO (5 persen).

Selain itu, ada 591 pasien Covid-19 di Jakarta dinyatakan sembuh dan tidak ada laporan kematian akibat Covid-19 di Jakarta saat Idul Fitri.

Kasus aktif atau jumlah pasien yang sedang ditangani saat ini di Jakarta bertambah 194 orang menjadi total 7.585 pasien. Sepekan terakhir Pemprov DKI Jakarta melakukan tes PCR terhadap 58.030 orang. Jumlah ini sekitar 5-6 kali lipat dari standar minimal yang ditetapkan WHO untuk Jakarta, yakni 10.645 orang per pekan.

Sejak pandemi merebak pada Maret 2020, hingga kini DKI Jakarta telah melaporkan total ada 418.188 kasus positif Covid-19. Sebanyak 403.630 (96,5 persen) pasien sudah dinyatakan pulih.

Angka kesembuhan Jakarta sendiri lebih tinggi dari tingkat kesembuhan nasional sebesar 91,8 persen. Total ada 6.896 (1,7 persen) pasien Covid-19 di Jakarta yang meninggal dunia. Angka kematian ini lebih rendah ketimbang tingkat kematian nasional sebesar 2,8 persen.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x