Mohon tunggu...
Prayitno Ramelan
Prayitno Ramelan Mohon Tunggu... Pengamat Intelijen, Mantan Anggota Kelompok Ahli BNPT

Pray, sejak 2002 menjadi purnawirawan, mulai Sept. 2008 menulis di Kompasiana, "Old Soldier Never Die, they just fade away".. Pada usia senja, terus menyumbangkan pemikiran yang sedikit diketahuinya Sumbangan ini kecil artinya dibandingkan mereka-mereka yang jauh lebih ahli. Yang penting, karya ini keluar dari hati yang bersih, jauh dari kekotoran sbg Indy blogger. Mencintai negara dengan segenap jiwa raga. Tulisannya "Intelijen Bertawaf" telah diterbitkan Kompas Grasindo menjadi buku. Website lainnya: www.ramalanintelijen.net

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan featured

Vaksin Corona Sinovac dan Penjelasan Prof. Kusnandi Rusmil

28 September 2020   15:30 Diperbarui: 7 Desember 2020   10:14 1276 20 3 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Vaksin Corona Sinovac dan Penjelasan Prof. Kusnandi Rusmil
Ilustrasi pemberian vaksin ke dalam tubuh. (Foto: NICOLAS ASFOURI/AFP via kompas.com)

Mengatasi penyebaran virus SARS-CoV-2 dengan nama penyakitnya Covid-19 benar-benar memeras energi bangsa-bangsa di dunia, tidak terkecuali juga Indonesia. Hingga hari ke-209 (2 September 2020), tercatat jumlah kasus positif 271.329, akumulasi meninggal 10.308 jiwa (death rate 3,80%), total sembuh 199.403 (73,49%), masih sakit 61.628 orang. Meninggal per 1 juta penduduk 38. Populasi Indonesia 269,6 juta. 

Segala daya dan dana serta usaha telah dikerahkan pemerintah, tercatat sejak hari ke 204 (21/9/2020) jumlah penambahan kasus positif sudah berada di atas angka 4.000. Dari 21 s/d 26 September penambahannya adalah, 4.176, 4.071, 4.465, 4.634, 4.823, 4.494. Nah, angka ini menunjukkan masih terjadinya pen ularan.

Angka kesembuhan dalam 6 hari berkisar antara 180.797 - 199.403 orang (72,65% - 73,49%). Dari data-data di atas, ada yang meragukan perihal belum maksimalnya pengetesan serta catatan kematian terkait pengecekan dengan PCR yang jeda hari dari korban yang sudah meninggal. Tetapi mari kita lebih "wise", sebaiknya hindari konflik, kurangi ambisi dan jauhi korupsi.

Kerja Sama Pembuatan Vaksin Sinovac dengan Bio Farma

Kita kini dapat dikatakan beruntung, mendapat kesempatan melakukan uji klinis tahap-3 vaksin corona, antara perusahaan BUMN Bio Farma bekerjasama dengan Sinovac serta Universitas Pajajaran, Bandung. 

Karena covid masih dipenuhi misteri, muncul beberapa berita miring soal vaksin. Untuk memperjelas masalah, serta sebagai sumbangan pengamanan informasi, penulis melakukan komunikasi dengan Peneliti Utama dari Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19, Prof. Dr. Kusnandi Rusmil, dr.,Sp.A(K)., MM yang menjadi koordinator team uji klinis tersebut.

Prof Kusnandi ini dahulu adik kelas 2 tahun dari penulis saat kita sama-sama sekolah di SMA Negeri 4 , Jl Batu Gambir.P enulis lulus tahun 66 terus masuk Akabri dan Kusnandi lulus tahun 1968 terus kuliah di Unpad dan melanjutkan sehingga bergelar Doktor dan Profesor.

Kegiatan uji klinis tahap tiga ini sebuah harapan untuk mengatasi pandemi covid-19. Sinovac sejak bulan Juni telah melakukan penelitian Covid-19. China sukses mengendalikan Covid dan kini memanfaatkan peluang bisnis, sebagai salah satu pemain besar dalam perlombaan membuat vaksin corona ini.

Dikutip dari CNN, saat ini, China memiliki 11 vaksin Covid-19 yang masuk dalam uji klinis, dan empat vaksin Covid-19 masuk pada tahap ketiga. Secara global, saat ini ada 38 vaksin corona yang diujikan pada manusia. Menurut catatan WHO, 9 vaksin corona telah mencapai tahap akhir untuk uji ini.

Sinovac mengembangkan salah satu dari empat kandidat vaksin teratas di China, dua di antaranya yaitu vaksin yang dikerjakan bersama SinoPharm dan dengan perusahaan swasta yang berafiliasi dengan militer, CanSino.

Lebih dari 24.000 orang telah berpartisipasi dalam uji klinis vaksin corona Sinovac di Brasil, Turki, dan Indonesia, dan dengan uji coba tambahan dijadwalkan Bangladesh dan mungkin Chile. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x