Mohon tunggu...
Mulya Syamsul
Mulya Syamsul Mohon Tunggu... Pegiat Ekonomi Islam

Pegiat Ekonomi Islam, pegiat pilanttofi Islam, konsultan UMKM, penggagas pojok sedekah dan sekolah inspiratif akhlakul karimah (SIF BERKAH).

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Isolasi Diri

1 April 2020   05:52 Diperbarui: 1 April 2020   06:00 4 0 0 Mohon Tunggu...

Kemunculan covid-19 telah memaksa kita untuk melakukan isolasi diri di rumah masing-masing, hal ini dimaksudkan untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19. 

Tidak semua orang memahami dengan baik apa itu isolasi diri, terkadang orang menbanghap ini hanya dapat dilakukan di kota-kota besar saja sehingga di daerah apalagi di  perkampunhan tidak perlu isolasi diri. 

Pemahaman masyarakat tentunya berbeda dengan tujuan yang ingin dicapainya. Memutus mata rantai tentu menjadi tanggung jawab kita semua. 

Upaya Pemerintah.

Formula penyelamatan masyarakat terus dilakukan mulai dari pembentukan gugus tugas penanganan covid-19 samapai penerbitan kepres, Perpres dan aturan lainnya. 

Menyadari bahwa negara harus hadir dan mengambil peran maka paket kebijakan pun diambil oleh pemerintah pusat mulai dari menggerakkan listrik dengan daya 450VA dan mendiskon 50% bagi pelanggan daya 900VA dan ada banyak pula yang lainnya. 

Tujuan dari itu semua untuk menjamin masyarakat dari aktifitas isolasi diri yang dilaksanakan masyakarat. Sebagai wujud dari itu adalah terbantunya tenaga medis di Rumah Sakit rujukan penanganan covid-19. 

Timbulnya Kesadaran Diri. 

Kebutuhan sehat menjadi kebutuhan standar semua orang. Kita tidak punya keinginan untuk sakit dengan penyebab ini dan itu sehingga mengupayakan sehat menjadi naluri semua manusia. 

Langkah isolasi diri ditengah merebaknya wabah covid-19 menjadi kunci utama untuk menjadikan semua orang sehat dan berupaya sehat. Oleh karena itu masyarakat yang tidak melakukan isolasi diri mempunyai tingkat kehawatiran yang tinggi atas terpaparnya covid-19. 

Isolasi bukan hukuman tapi ini ikhtiar manusia dalam menghadapi berbagai ancaman wabah yang sedang terjadi sekarang ini. Semoga kita menjadi bangsa pemenang. Wallahu alam. 

VIDEO PILIHAN