Mohon tunggu...
Mulya Syamsul
Mulya Syamsul Mohon Tunggu... Pegiat Ekonomi Islam

Pegiat Ekonomi Islam, pegiat pilanttofi Islam, konsultan UMKM, penggagas pojok sedekah dan sekolah inspiratif akhlakul karimah (SIF BERKAH).

Selanjutnya

Tutup

Bisnis

Bidik Halal

30 Juni 2020   20:47 Diperbarui: 30 Juni 2020   20:54 3 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Bidik Halal
Gambar milik Sahabat UMKM Majalengka dan merupakan produk halal. 

Tren ekonomi Islam atau ekonomi syariah menjadi isu strategis dan perbincangan secara masif ada di tengah-tengah masyarakat, kemunculan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Komite Nasional Keuangan Syariah (KKKS), Ikatan Sarjana Ekonomi Syariah dan yang lainnya menjadikan ekonomi Syariah ini sebagai jargon dan sekaligus jalan bagi memecahkan kebuntuan perkembangan ekonomi yang terus mengalami kemunduran. 

Jalan panjang telah di lalui sejak tahun 1998, ekonomi Islam muncul dengan gagasan istimewa membawa situasi masyarakat tidak hanya selamat didunia tetapi sampai juga di akhirat, ini dikarenakan ekonomi Islam merupakn sebuah sistem yang berlandaskan nilai agama (al-quran dan sunnah). 

Studi ketertarikan masyarakat terhadap ekonomi Islam tampak jelas, semarak kembali pada nilai Syariah terus di tunjukan tetapi sampai saat ini perkembangan ekonomi Islam tidak kunjung naik dan bahkan stagnan. 

Beberpa ide muncul apakah kita harus lebih giat atau ada apa sebenarnya dari ketidak beranjak nya sebaran ekonomi Islam di tengah masyarakat. 

Sebaran ide untuk ekonomi Islam terjadi  pada beberapa sektor, mulai dari keuangan, kuliner, wisata dan bahkan hotel tak ketinggalan semuanya masuk dan pada tren ekonomi Syariah. 

Dari beberapa langkah yang di kembangkan semuanya melegalisasi ekonomi Islam dalam sektor  sektor tertentu, meniadakan Syariah dan berubah menjadi halal menjadi salah satu cara menaikan tren ekonomi Islam di tengah masyarakat. 

Halal

Imam Al Ghazali dalam bukunya benang tipis antara halal dan haram yang disunting Ahmad Shiddiq (2002) memulai babnya dengan Makna Halal dan Haram, beliau menunjukan bahwa perbuatan manusia itu tidak lepas dari lima perkara, yaitu halal, haram, syubhat, makruh dan mubah yang dalam istilah ushul fiqih sebagai ah kamulah khomsah. 

sesuatu yang mutlak menurut Allah untuk di makan makan hal itu menunjukan pada halal (lihat Q.S. Al-Baqoroh: 168, Al-Maidah: 88) dan do'a Rasulullah yang menyatakan Pilihlah makanan yang halal, niscaya do'amu akan dikabulkan. 

Ajakan untuk selalu memilih yang halal banyak sekali di uraikan Allah dalam kitab tuntutanNya, mencari rezeki yang halal, memakan harta yang halal, sesuatu yang ada di muka bumi pada awalnya adalah halal, yang berhak menentukan halal haram adalah Allah. Ini semua menunjukan betapa luasnya cakupan halal yang ada di tengah kehidupan dunia. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x