Mohon tunggu...
PPI Tiongkok
PPI Tiongkok Mohon Tunggu... Berdaya-Berkarya-Bersama

PPI Tiongkok merupakan organisasi mahasiswa, sebuah wadah skala nasional yang menaungi berbagai organisasi pelajar Indonesia di seluruh Tiongkok dengan tujuan untuk mempermudah mahasiswa Indonesia bertukar pikiran secara aktif.

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Tanda Tanya Nasib Pariwisata Indonesia-Tiongkok

18 September 2020   14:00 Diperbarui: 18 September 2020   13:57 18 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Tanda Tanya Nasib Pariwisata Indonesia-Tiongkok
Tanda Tanya Nasib Pariwisata Indonesia-Tiongkok Pasca Pandemi COVID-19

Pada Hari Jumat, 18 Desember 2018 lalu, Bapak Djauhari Oratmangun, Duta Besar RI untuk Republik Rakyat Tiongkok dan Mongolia, memberikan perhatian lebih pada tourism. Tourism atau pariwisata menjadi salah satu pengetuk pintu paling efektif untuk terjalinnya interaksi positif diantara kedua negara.

"Pertama, kami meyakini bahwa Indonesia merupakan destinasi yang dicari dan diimpikan oleh travelers Tiongkok. Kedua, dalam diplomasi, diperlukan hubungan yang baik, people to people contact, yang dilanjutkan dengan berkunjung dan berdatangan. Ketiga, setelah itu melihat langsung alam dan budaya Indonesia, bisa dibangun kerjasama perdagangan dan investasi," ujar Bapak Djauhari.

Menteri Pariwisata pun menyampaikan, serangkaian aktivitas selama dua hari di Beijing adalah bagian dari tindak lanjut pertemuan antara Presiden Jokowi dan Presiden Xi Jinping di Port Morresby, PNG, bulan lalu. Presiden Jokowi meminta agar turis dari Tiongkok tetap menjadikan Indonesia sebagai destinasinya pada tahun 2019.

Permintaan Presiden Jokowi langsung dijawab oleh Presiden Xi. Bahkan ada 3 poin penting yang disampaikan Presiden Xi:

1. Pertama, akan mengirim wisatawan ke Indonesia, baik ke Bali maupun di banyak destinasi lain selain Bali, dengan target minimal 3 juta orang.
2. Kedua, akan memperbanyak direct flight menuju ke Indonesia dari Tiongkok.
3. Ketiga, akan mengajak para investor Tiongkok untuk menanamkan modal di sektor pariwisata di 10 Bali Baru, atau 10 Destinasi Prioritas.

Satu tahun kemudian dari hasil perjanjian tersebut yaitu pada tahun 2019, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman ke Indonesia mencapai 16,11 juta kunjungan atau naik 1,88% dibandingkan jumlah kunjungan wisman pada periode sebelumnya yang berjumlah 15,81 juta kunjungan. Diantara data kunjungan tersebut warga Tiongkok merupakan salah satu yang mempengaruhi yaitu sebanyak 2,07 juta kunjungan.

Akan tetapi, pada Januari 2020, dikarenakan adanya Virus Corona, maka kunjungan warga Tiongkok mengalami peningkatan sebesar 5,85 persen untuk periode Januari 2020 dibanding Januari 2019. Namun untuk periode Januari 2020 mengalami penurunan sebesar 7,62 persen dibandingkan Desember 2019.

Selama pandemi ini berlangsung, baik Indonesia maupun Tiongkok menutup penerimaan kunjungan turis asing, maka bisa dipastikan pendapatan ekonomi yang didapatkan dari pariwisata baik pihak Indonesia maupun pihak Tiongkok mengalami penurunan yang drastis.

"Dalam masa pandemi ini, sektor pariwisata menjadi salah satu yang terkena dampak cukup signifikan, dan menjadi sektor yang diimpikan ketika pandemi berakhir. PPI Tiongkok berkomitmen menjadi jembatan penghubung antara Indonesia dan Tiongkok di dalam sektor pariwisata melalui platform CITRA (China-Indonesia Travel)," ujar Nikkolai Ali Akbar Velayati, Ketua Umum PPI Tiongkok.

Selama pandemi berlangsung pun, Tiongkok lebih dulu bangkit dibandingkan negara lainnya, maka dari itu Indonesia bekerjasama dengan Tiongkok lewat kerja sama internasional dalam pengembangan vaksin, yaitu antara Biofarma dan Sionovac.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN