Mohon tunggu...
Posma Siahaan
Posma Siahaan Mohon Tunggu... Science and art

Bapaknya Matius Siahaan, Markus Siahaan dan Lukas Siahaan. Novel onlineku ada di https://posmasiahaan.blogspot.com/

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Artikel Utama

Bukan Corona yang Kutangisi tetapi Pneumonianya yang Kusesali

5 Maret 2020   04:43 Diperbarui: 5 Maret 2020   08:34 2863 39 20 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Bukan Corona yang Kutangisi tetapi Pneumonianya yang Kusesali
sumber: itnonline.com

Tulisan ini bukan untuk membuat panik atau menakut-nakuti karena Presiden Jokowi pun santai saja dengan "gentingnya Corona" serta tidak menyuruh Jan Ethes pakai masker ke mana-mana berarti akal sehat masih ada di istana.

Penjelasan tentang Corona Virus dapat anda tanya mbah Google, saya tidak perlu ulangi, tetapi tolong cari media yang memandangnya lebih "positif thinking" dan menyejukkan dan bukan media yang menyebarkan teror seolah-olah dunia ini mau kiamat gara-gara mahluk termungil yang namanya virus. Boleh juga baca disini .

Seperti wabah SARS,Mers, H1N1 beberapa tahun lalu, Indonesiapun tidak terlalu mewabah kasus virus ini, mengapa? Karena virus-virus yang masuknya di saluran napas biasanya tidak tahan suhu panas. 

Beberapa informasi menyebutkan suhu 26-27 derajad celcius cukup membunuh virus ini, sementara di Indonesia kebanyakan suhu 23-30 derajat, kecuali daerah pegunungan dan untungnya orang-orang di pegunungan jarang "travelling" ke luar negeri, mereka "hobbynya" naik gunung.

Ini juga menjelaskan mengapa saat ini harus lebih sering minum hangat-hangat kuku ketimbang minum air es dan kalau bisa wedang jahe atau rempah-rempahan lainnya, karena menurut informasi dari beberapa tenaga medis di China, virus cepat mati kalau kena zat tertentu di jahe atau minuman akar-akaran yang sering menjadi bumbu di Indonesia.

Cuci tangan, adalah sangat mudah, ada 6 langkah yang diajarkan WHO tetapi kalau dianggap bertele-tele yang penting ya cuci tangan sesering mungkin kalau sudah memegang benda atau sebelum makan, sesudah bersalaman dan saat akan memegang bayi atau orang tua kita.

Daya tahan tubuh sangat penting, pasien terkena virus apapun biasanya sel darah putihnya dan trombositnya turun. Kalau daya tahan tubuh kuat, maka penurunan sel-sel darah tersebut dapat dicegah. 

Caranya? Rajin olah raga, 5 hari dalam seminggu, minimal 30 menit sehari. Makan sehat, perbanyak buah dan sayur yang sudah dicuci dengan cukup.

Di dunia medis, diagnosis yang baik ditegakkan 3 kategori:

  1. Diagnosis fungsional, apa masalahnya, apakah infeksi atau trauma atau keganasan atau kelainan bawaan atau proses degeneratif atau proses autoimun atau keracunan? Untuk Corona semua sepakat itu masalah infeksi.
  2. Diagnosis organ, misalnya yang terkena hidung dinamakan rhinitis, kalau kena hati namanya hepatitis tau hepatoma dan lainnya.
  3. Diagnosis etiologi atau penyebab, apakah virus, bakteri, jamur apakah diabetes apakah racun rumput apakah benturan atau apakah lupus.

Kembali ke judul, virus Corona itu adalah penyebab, diagnosis etiologi di dalam bidang medis. Sedangkan yang kita takuti sebenarnya adalah pneumonia atau infeksi berat pada paru-paru dan ini merupakan diagnosis fungsional dan diagnosis anatomis dalam kedokteran.

Di Wuhan, kabarnya kematian virus ini 3% kurang lebih, itu terjadi pada pasien yang mengalami pneumonia berat. Hampir tidak ada laporan kematian karena pasien yang hanya batuk pilek.

Bagaimana seseorang dapat terkena pneumonia berat? Ada beberapa kemungkinan:

  1. Jumlah virus yang masuk sangat banyak. Misalnya si korban kontak langsung hidung ke hidung atau mulut ke mulut dengan penderita Corona.
  2. Cuaca saat kontak dan sakit sangat dingin sehingga si virus yang banyak itu tidak banyak yang mati saat masuk saluran napas korban.
  3. Daya tahan si korban sangat lemah, karena ada HIV atau diabetes atau lupus atau perokok berat atau kurang gizi.
  4. Mungkin genetik, mengingat "ras kuning" lebih rentan infeksi virus ini daripada "ras hitam".

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x