Posma Siahaan
Posma Siahaan Dokter

Bapaknya Matius Siahaan, Markus Siahaan dan Lukas Siahaan. Novel onlineku ada di https://posmasiahaan.blogspot.com/

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Artikel Utama

Enam Golongan Penyakit yang Meningkat Setelah Pemilu Serentak

21 April 2019   00:30 Diperbarui: 23 April 2019   21:27 216 17 8
Enam Golongan Penyakit yang Meningkat Setelah Pemilu Serentak
dokumentasi pribadi

Pemilu 2019 cukup kompleks karena pemilihan legislatif dan presiden dilakukan dengan hari yang sama, 17 April 2019, yang mana tim sukses dan masyarakat dapat saja satu suara dengan si calon-calon tersebut atau malah legislatif dan presidennya dari kubu yang berbeda.

Masa kampanye yang panjang 7 bulan juga membuat suasana ramai, berita di media mainstream ataupun media sosial menyita emosi, waktu dan tenaga dari subuh sampai tengah malam, membuat waktu istirahat, makan dan kebersihan diripun mungkin terganggu.

Setidaknya ada 6 golongan besar penyakit yang meningkat saat sesudah pesta demokrasi yang lumayan meriah ini, antara lain:

1. Penyakit trauma, otot dan tulang. Trauma atau kecelakaan dengan luka kecil sampai besar dapat terjadi karena kecelakaan di jalan atau saat dekorasi karena kurang konsentrasi atau mengantuk.

Nyeri tulang dan otot akibat kelelahan atau salah makan yang terlalu banyak daging, kacang-kacangan, sayur yang terlalu hijau atau ikan laut, mungkin saja terjadi.

Terapinya adalah obat-obatan anti nyeri, perawatan luka dan yang terpenting istirahat dahulu 2-3 hari tidak banyak aktivitas.

2. Penyakit kejiwaan, ini dapat ringan seperti depresi atau sampai berat menjurus ke Schizofrenia (gila). Bisa saja menjadi pemurung, menutup diri, susah bicara, tidak mau bekerja atau malah menangis tidak jelas sebabnya untuk depresi, kalau yang gila bisa sampai mengamuk dan merusak atau menyerang orang lain dan bicaranya tidak jelas.

3. Penyakit saluran cerna, terutama "maag" sering kambuh kalau hasil pemilu mengecewakan, perut melilit dengan diare kalau salah makan di acara selamatan perayaan kemenangan dan ambeien (hemoroid) sering kambuh kalau banyak makan pedas atau banyak mengangkat benda berat saat aktifitas politik.

4. Penyakit jantung dan pembuluh darah. Kecapean, kurang tidur ditambah euforia berlebihan karena menang atau sedih berlebihan saat kalah dapat membuat kumat penyakit jantung dan "stroke". Maka, sebaiknya semua penderita sakit hipertensi, diabetes, ginjal dan jantung kontrol ulang ke spesialis masing-masing dan memeriksa parameter-parameter yang aman untuk jantung dan pembuluh darah.

5. Penyakit asma dan saluran napas lainnya. Asma sangat berkaitan dengan emosi, kalau emosi ekstrim gembira atau sedih biasanya si asma berbunyi nyaring juga. maka sebaiknya kontrol obatnya ke spesialis.

6. Penyakit iatrogenik, adalah penyakit yang timbul akibat salah diagnosis dan salah tindakan seorang dokter. Ini dapat saja terjadi kalau dokternya caleg, tim sukses atau pendukung fanatik salah satu calon dan kekalahan atau kemenangan calonnya itu membuat si dokter kurang konsentrasi memeriksa pasiennya.

Kalau ada pasien yang merasakan efek samping obat atau tindakan setelah berobat dan kebetulan tahu si dokter ikut aktif di pemilu, boleh minta "second opinion" ke dokter lainnya, namun temui si dokter yang salah memeriksa tadi, sarankan untuk istirahat dahulu dari praktek.

Ini penting, karena banyak dokter yang terjun di politik praktis namun tetap aktif di praktek. Mungkin saja paska pemilu mereka mengalami penurunan kinerja dan intuisi diagnosis dan terapi yang memerlukan "pemulihan" atau cuti dahulu.

Dari keenam golongan penyakit itu, mungkin point 4 yang perlu diperhatikan karena bahaya kematiannya tinggi, namun nomor 6 juga perlu diwaspadai, karena efek salah obat itu juga membahayakan keselamatan pasien.

Bak supir taksi, misalnya anda rasakan dia mengantuk dan mobilnya tidak stabil jalannya, maka pasien boleh mengingatkan dokter kalau terlihat mengantuk saat praktek atau meresepkan obat ternyata membuat penyakit bertambah parah.

sumber: dokumentasi KOMPAL
sumber: dokumentasi KOMPAL