Posma Siahaan
Posma Siahaan internist

Bapaknya Matius Siahaan, Markus Siahaan dan Lukas Siahaan.

Selanjutnya

Tutup

Sehatsaatpuasa Artikel Utama

"Bulan Puasa Ini Mudah-mudahan Berat Badan Saya Turun, Dok"

17 Mei 2018   17:01 Diperbarui: 17 Mei 2018   21:49 2013 13 8
"Bulan Puasa Ini Mudah-mudahan Berat Badan Saya Turun, Dok"
Sumber ilustrasi: depositphotos.com

"Sesak, Dok. Kaki bengkak, berjalan jauh cepat lelah," kata nenek usia 60-an tahun dengan berat badan 78 Kg dan tinggi badannya hanya 161 cm.

"Nenek kebanyakan air. Banyak minumnya, ya?" tanya saya.

"Iya, Dok. Saya dikasih tahu anak-anak saya, kalau mau sehat harus banyak minum, lalu saya banyakin minum, tetapi sebulan ini tambah lama tambah sesak. Buang air kecil saya malah sedikit," keluhnya.

Saya periksa, gula darahnya masih 123 mg/dL. Saya rekam jantung, ternyata terjadi banyak sumbatan di jantung dan pemeriksaan fisiknya jantung kiri melebar ke samping sebanyak dua jari dan mengakibatkan katup jantung mulai bocor dan menimbulkan bising jantung yang namanya murmur.

Perut juga terjadi penumpukan cairan bebas di rongga perut yang namanya ascites. Terakhir kakinya ada bengkak yang cekung kalau ditekan.

"Sekarang, minumnya dibatasi 6-7 gelas sehari ya, Nek. Kalau dikasih obat pelancar kencing jangan kaget, bisa saja seharian kencing 20 kali yang buat haus, tetapi ditahan jangan minum terlalu banyak," nasihat saya.

"Saya puasa, Dok. Mudah-mudahan kalau kurangi minum, berat badan saya turun, ya," katanya.

"Kalau saat berbuka, selama 10 jam, minum kalau bisa tetap 6-7 gelas ya dan obat pelancar kencingnya diminum saat sahur. Boleh dikurangi setengah dahulu, supaya kencingnya jangan kebanyakan yang membuat dehidrasi," kata saya.

Ada juga pendapat obat pelancar kencing dikasih saat buka, supaya pasiennya tidak dehidrasi dibandingkan bila dikonsumsi pada saat sahur. Tetapi itu ada keuntungan dan kerugian masing-masing, meski memang ada baiknya menguruskan badan di bulan puasa dengan memperbanyak buang air kecil dikurangi dahulu dosisnya. Karena dehidrasi yang kronis selama 1 bulan dapat saja mengganggu ginjal dan jantung. Mau mengobati jantung malah ada efek samping lainnya.

Intinya, untuk pasien dengan penyakit jantung yang berat, dipersiapkan dahulu sebelum berpuasa 1 bulan penuh. Bagaimana mengatur minum, mengatur waktu minum obat, dan mengatur aktivitas.

(Dok. Pribadi)
(Dok. Pribadi)

Kalau sulit mengatur itu semua, pertimbangkan untuk konsultasi ke ulama terpercaya, apakah sakit yang diderita masih wajib berpuasa atau dapat diganti dengan amalan lainnya.

Sementara penyakit jantung yang ringan, yang sesak saat kerja berat saja, mungkin cukup dengan mengatur jumlah cairan, mengatur beratnya kerja dan mengatur minum obat, sementara puasa masih dapat dilakukan.

Jangan lupa tambah sering konsultasi ke dokter. Kalau ke spesialis hanya boleh 1 bulan sekali memakai BPJS Kesehatan, maka konsultasi ke dokter keluarga harus lebih sering dan ke emergency kalau terjadi kegawatan.

Jadi, intinya, tentukan level sakit jantungny,a apakah sudah berat atau masih ringan. Lalu tentukan banyaknya cairan, banyaknya makan dan bagaimana cara minum obat selama berpuasa. Semoga puasanya lancar dan kalau memang tidak sanggup berpuasa, mintalah nasihat dari ulamah yang dipercaya apakah amalan penggantinya.

dari FB Kompal
dari FB Kompal