Mohon tunggu...
Posma Siahaan
Posma Siahaan Mohon Tunggu... Science and art

Bapaknya Matius Siahaan, Markus Siahaan dan Lukas Siahaan. Novel onlineku ada di https://posmasiahaan.blogspot.com/

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan

Apakah Pasien Ini Menjual Insulinnya?

26 Mei 2017   03:24 Diperbarui: 26 Mei 2017   03:39 669 10 7 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Apakah Pasien Ini Menjual Insulinnya?
Pena insulin (dokumentasi pribadi)

"Dok, saya perlu insulin dosis 60 unit, yang disuntik 3 kali sesudah makan dan yang malam. Gula darah saya tadi di rumah 600-an, tidak usah diperiksa lagi disini." Kata pasien diabetes ibu-ibu usia 50-an tahun, dia baru pertama kali kontrol di rumah sakit kami sebelumnya dia kontrol di rumah sakit lain.

"Dosisnya besar sekali, bu. Lagi pula ibu pertama kontrol, harus penyesuaian dosis ulang. Minggu depan kontrol lagi saja dengan dosis rendah dahulu. Lagipula gula darah ibu harus diperiksa sekarang."Jawab saya tegas. 

Si ibu akhirnya dengan berat hati diperiksa gula darahnya saat itu juga dan hasilnya hanya 121 mg/dL.

"Wah, minggu depan kontrol lagi, ya, bu. Pakai dosis rendah dahulu 8 unit."Jawab saya.

Ini perlu dilakukan untuk pasien BPJS Kesehatan kalau si ibu benar dosisnya sampai 60 unit sekali suntik, untuk 4 kali suntikan, maka dia akan dapat 18 pena insulin kerja pendek sesudah makan dan 6 pena insulin kerja panjang jam 8 malam (satu pena 300 unit).

Kalau 1 pena harganya 100 ribu saja, maka 24 pena seharga 2 juta 400 ribu. Apakah memang benar sedemikian dosisnya?

Ternyata seminggu kemudian hasil tes gula darahnya hanya 130-an dan si ibu tidak bisa minta insulin dosis tinggi lagi.

Pertanyaannya dosis 60 unit untuk rawat jalan di rumah sakit lain sebelumnya apakah memang benar diberikan? Kalau iya berarti ada 20-an pena insulin perbulan yang tidak tersuntikkan. Kemana insulinnya? Hanya si ibu yang tahu.

Seharusnya pasien dengan gula darah 600 an atau mengaku gula darah 600-an yang memakai BPJS Kesehatan dirawat inap 3 hari untuk memastikan dosisnya. Kalau memang harus 24 pena sebulan, ya diresepkan sedemikian dan bila berat bagi farmasi rumah sakit segera berikan buku prolanis (buku itu tempat dokter Fasilitas Kesehatan Primer meresepkan obat sebulan, obatnya diambil di apotik yang bekerja sama dengan BPJS).

Namun kalau ternyata gulanya tidak tinggi sekali selama diperiksa sesudah makan saat perawatan maka si pasien bisa jadi sebelum-sebelumnya membohongi kadar gulanya demi mendapatkan insulin melebihi yang dibutuhkan.

Kasus seperti ini jarang, tetapi selalu saja terjadi tiap beberapa bulan untuk obat mahal, seperti insulin, obat darah tinggi dan obat jantung, pasien yang baru kontrol pertama di rumah sakit kami ngotot diresepkan beberapa obat mahal dengan alasan di rumah sakit sebelumnya dikasih. Kalau tidak diberikan, mengancam akan komplain kemana-mana. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x