Mohon tunggu...
Posma Siahaan
Posma Siahaan Mohon Tunggu... Science and art

Bapaknya Matius Siahaan, Markus Siahaan dan Lukas Siahaan. Novel onlineku ada di https://posmasiahaan.blogspot.com/

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan

Hemoglobin 5 Kenapa Tidak Langsung Ditranfusi?

15 Maret 2017   20:22 Diperbarui: 15 Maret 2017   20:25 0 3 1 Mohon Tunggu...

"Dok, hemoglobin istri saya 5,7 g/dL. Biasa cuci darah karena gagal ginjal. Bisa minta diitranfusi?" Tanya sang suami di poliklinik. Menurut yang dia tahu, Hb (hemoglobin) yang normal itu untuk wanita minimal 12 dan untuk cuci darah, sebaiknya Hb minimal 7.

"Ibu masih buang air kecil?"Tanya saya.

"Sudah 2 tahun enggak buang air kecil, dok. Makanya saya minum hanya sedikit, paling 2 sampai 4 gelas sehari."Katanya dengan pernapasan biasa, tidak sesak dan tubuhnya tidak bengkak. Padahal racun yang harusnya dibuang di ginjal yang namanya kreatinin di ibu ini nilainya 14,2 yang normalnya 1,2.

Proses 'HD' (hemodialisis) atau cuci darah, selain berguna membuang 'racun metabolisme tubuh' juga terpenting membuang cairan di tubuh pasien yang tidak bisa kencing lagi seperti ini 2 sampai 3 liter tiap prosedur.

Biasanya seminggu 2 kali sampai 3 kali HD, jadi si pasien harus menjaga minum dan makannya total cairan yang masuk seminggu jangan sampai lebih 5 liter.

"Nah, pak. Sebaiknya ibu ditranfusi bersamaan saat cuci darah, jadi darah 4 kantong yang 600 cc, cairannya langsung dibuang kalau berlebihan oleh mesin itu. Karena kalau ditranfusi sekarang, ditambah cairan infus pembilas, ibu ini bisa saja masuk 2 liter air dan tidak kencing, malah langsung sesak."Kata saya.

Lalu si bapakpun saya sarankan menyiapkan 4 kantong darah dari donor, dengan formulir permintaan ke PMI, lalu sekalian dimasukkan saat HD. Biaya perawatan berkurang dan si ibu terhindar dari sesak akibat kelebihan cairan.

Saya pernah punya pasien dengan HB 1,2 g/dL namun dia tidak sesak, tensi, nadi, napas dan saturasi oksigennya masih normal, karena tubuhnya sudah adaptasi dengan kondisi anemia kronis tersebut. Buru-buru ditranfusi pada pasien ini sampai 10 kantong darah bisa saja terjadi gagal jantung.

Kalau Hb kurang 10 g/dL, perdarahannya akut, misalnya akibat perdarahan kena tusuk, patah tulang atau perdarahan saluran cerna akut, maka memang harus segera ditranfusi, karena mengancam nyawa.

Jadi, kalau Hb turun, apakah harus buru-buru ditranfusi? Jawabannya belum tentu. Kalau penyebabnya penyakit kronis, bisa ditunda dahulu dan kalau untuk gagal ginjal sebaiknya darah masuk ke badan bersamaan saat proses HD.

KONTEN MENARIK LAINNYA
x