Mohon tunggu...
P Joko Purwanto
P Joko Purwanto Mohon Tunggu... Guru - Teacher

Becoming added value for individual and institute, deeply having awareness of personal branding, being healthy in learning and growth, internal, external perspective in order to reach my vision in life, and increasingly becoming enthusiastic (passion), empathy, creative, innovative, and highly-motivated.

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

OCEAN Personality Model: Strategi Praktis bagi Guru dalam Menghadapi Siswa yang Beragam

12 Februari 2024   23:06 Diperbarui: 13 Februari 2024   07:10 60
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
(OCEAN Personality Model/Dokumen Pribadi)

Pendahuluan

Dalam dunia pendidikan yang semakin beragam dan inklusif, peran guru tidak hanya terbatas pada penyampaian materi pelajaran, tetapi juga melibatkan pemahaman yang mendalam tentang kebutuhan individual siswa. Salah satu kerangka konseptual yang dapat membantu guru dalam memahami dan merespons kebutuhan serta karakteristik unik setiap siswa adalah The Big Five Personality Model atau OCEAN Personality Model. Model kepribadian ini mengidentifikasi lima dimensi utama yang membentuk kepribadian manusia, yaitu Openness (Keterbukaan), Conscientiousness (Kesungguhan), Extraversion (Ekstroversi), Agreeableness (Kesetujuan), dan Neuroticism (Neurotisme).

Penting bagi guru untuk memperhatikan setiap dimensi kepribadian ini secara individual, karena setiap dimensi memiliki implikasi yang signifikan dalam konteks pendidikan. Dengan memahami karakteristik kepribadian siswa, guru dapat menyesuaikan pendekatan pembelajaran, mengelola kelas dengan lebih efektif, memberikan dukungan yang sesuai, dan menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan mendukung.

Dalam artikel ini, kami akan mengeksplorasi pentingnya guru memperhatikan satu-persatu dimensi kepribadian berdasarkan The Big Five Personality Model, serta memberikan saran dan strategi praktis tentang bagaimana mengintegrasikan pemahaman ini ke dalam praktik pendidikan sehari-hari. Dengan demikian, diharapkan guru dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan berkelanjutan bagi semua siswa mereka.

The Big Five Personality Model atau OCEAN Personality Model

Penggagas pertama kali dari The Big Five Personality Model, atau OCEAN Personality Model, adalah Lewis Goldberg, seorang psikolog kepribadian Amerika Serikat, pada tahun 1981. Model ini dikembangkan sebagai alternatif yang lebih komprehensif dan luas dibandingkan dengan model-model sebelumnya yang membagi kepribadian menjadi beberapa dimensi. Dalam The Big Five Personality Model, kepribadian manusia dijelaskan dalam lima dimensi utama: Openness (Keterbukaan), Conscientiousness (Kesungguhan), Extraversion (Ekstroversi), Agreeableness (Kesetujuan), dan Neuroticism (Neurotisme). Sejak kemunculannya, model ini telah menjadi salah satu kerangka kerja utama dalam studi kepribadian, digunakan dalam berbagai bidang termasuk psikologi, sosiologi, dan pendidikan, serta menjadi landasan untuk penelitian dan aplikasi praktis yang luas. Penjelasan kelima dimensi ini adalah sebagai berikut:

  1. Openness (Keterbukaan): Mengukur sejauh mana seseorang terbuka terhadap pengalaman baru, ide-ide baru, dan kreativitas.

  2. Conscientiousness (Kesungguhan): Mengukur sejauh mana seseorang terorganisir, bertanggung jawab, dan cermat dalam tindakan dan kewajibannya.

  3. Extraversion (Ekstroversi): Mengukur tingkat keaktifan, percakapan, dan keinginan untuk berinteraksi dengan orang lain.

  4. Agreeableness (Kesetujuan): Mengukur sejauh mana seseorang ramah, kooperatif, dan empatik terhadap orang lain.

  5. Neuroticism (Neurotisme): Mengukur sejauh mana seseorang cenderung mengalami emosi negatif seperti kecemasan, ketegangan, dan depresi.

Pemahaman tentang Big Five Personality Model sangat penting bagi guru kelas karena:

  1. HALAMAN :
    1. 1
    2. 2
    3. 3
    4. 4
    5. 5
    6. 6
    7. 7
    8. 8
    Mohon tunggu...

    Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
    Lihat Pendidikan Selengkapnya
    Beri Komentar
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

    Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun