Mohon tunggu...
Petrus Kanisius
Petrus Kanisius Mohon Tunggu... Belajar Menulis

Belajar menulis, suka membaca dan jalan-jalan ke hutan

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan Pilihan

Kaleidoskop Peristiwa Lingkungan yang Terjadi Sepanjang Tahun Ini

17 Desember 2019   13:18 Diperbarui: 17 Desember 2019   13:37 298 3 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Kaleidoskop Peristiwa Lingkungan yang Terjadi Sepanjang Tahun Ini
Akibat kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Desa Penjalaan, pada (18/9/2019) lalu. Sidiq Nurhasan. | dokpri

Ragam peristiwa lingkungan menghiasi dan mewarnai tahun 2019. Apa saja ragam peristiwa lingkungan dalam satu tahun ini?.

Berikut ini adalah kaleidoskop (peristiwa yang terjadi) tentang lingkungan sepanjang tahun 2019 :

Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di rentang bulan Agustus-September 2019 yang cukup menjadi perhatian khusus dari kita semua tidak terkecuali karena dampak yang ditimbulkan yaitu tentang asap. Beberapa aktivitas sehari-hari menjadi terganggu karena persoalan asap. Aktivitas di ruang kelas dan di luar kelas terganggu akibat asap yang mengakibatkan sekolah harus diliburkan. 

Jarak menjadi terbatas akibat lain dari munculnya asap oleh karena adanya kebakaran yang terjadi. Demikian juga beberapa maskapai penerbangan harus menghentikan beberapa rute penerbangan. Persoalan ini juga menjadi persoalan yang cukup sulit dituntaskan karena selalu berulang setiap tahunnya.

Hal lain terkait kebakaran hutan dan lahan yang terjadi juga berdampak tidak sedikit bagi makhluk hidup yang mendiami hutan yang menjadi keganasan si jago merah.  Tumbuhan, pohon dan hewan yang tak berdosa menjadi korban hingga mati terpanggang ketika kebaran hutan dan lahan terjadi.

Perubahan iklim. Pola perilaku (tingkah polah) manusia sedikit banyak berpengaruh kepada perubahan iklim. Efek rumah kaca hingga saat ini semakin sulit dihindari dan semakin nyata kita rasakan. Anomali cuaca yang terjadi sedikit banyak terjadi akibat perubahan cuaca dan perubahan iklim. Bila saat ini, semua sulit untuk memprediksi musim. Bisa meleset/tidak tepat itu sudah pasti. 

Para nelayan dan petani menjadi penerima dampak langsung. Akibat cuaca eksrim membuat nelayan tak berani melaut hingga mereka puasa penghasilan selama cuaca mendera. Hal yang sama pula terjadi kepada petani, bila musim kemarau berkepanjangan maka sayur mayur dan padi mereka sulit hidup karena kekeringan. Demikian juga apabila hujan turun hingga melebihi batas (banjir) membuat tanaman pun menjadi sulit untuk bertahan karena terendam.

Degradasi hutan terjadi secara masif di beberapa wilayah Indonesia, lebih khusus di Kalimanan menjadi persoalan buah simalakama. Perluasan area untuk penggunaan lain yang mengorbankan hutan yang tak sedikit. Tanah longsor, banjir bandang atau banjir biasa tak jarang berkunjung hilang datang tanpa ijin permisi menghampiri beberapa wilayah di negeri ini.

Selanjutnya, persoalan plastik yang mulai menjadi dan mendera makhluk hidup yang tak kunjung usai kini semakin menghantui. Apabila boleh dikata dampak dari sampah plastik hingga mengacam semua makhluk yang ada di darat dan laut. 

Tak sedikit satwa laut seperti ikan paus mati, burung yang mendiami wilayah sekitar laut atau pun di sekitar pantai menjadi korban dari adanya sampah-sampah yang menumpuk atau yang berserakan. Hewan-hewan laut menyangka sampah-sampah yang ada tersebut sebagai makanan mereka. Sampah-sampah itu pun otomatis menjadi senjata mematikan bagi satwa laut atau pun burung.

Yang lebih parah lagi adalah nasib tragis dari satwa dilindungi. Tak jarang perburuan, perdagangan serta kematian beragam satwa lindungi seperti harimau, gajah di Sumatera dan di beberapa wilayah lainnya, tidak terkecuali jenis burung yang dilindungi seperti enggang gading yang paruhnya diperjualbelikan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN