Mohon tunggu...
Subhan Riyadi
Subhan Riyadi Mohon Tunggu... ASN (Aparatur Sipil Negara)

Stop! Rasialisme anti minoritas apa pun harus tak terjadi lagi di Indonesia. Sungguh suatu aib yang memalukan. Dalam lebih setengah abad dan ber-Pancasila, bisa terjadi kebiadaban ini kalau bukan karena hipokrisi pada kekuasaan (Pramoedya Ananta Toer).

Selanjutnya

Tutup

Bola

Lakoni Laga Kedua, Indonesia Kalah Menyakitkan dari Palestina

17 Agustus 2018   18:37 Diperbarui: 18 Agustus 2018   06:20 539 1 1 Mohon Tunggu...

Laga kedua cabang olahraga Sepakbola Asian Games 2018 putra, Timnas Indonesia U-23 menemui lawan berat, Palestina. Pasalnya Palestina ini unggul segalanya, baik postur tubuh maupun permainan. Meski begitu Timnas U-23 maju tak gentar membela kehormatan sepakbola Indonesia.

Timnas Indonesia U-23 sebelumnya dipembuka Grup A berhasil mengandaskan perlawanan sengit China Taipei.  Kemenangan empat gol di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Minggu (12/8/2018) lalu, merupakan modal berharga bagi Timnas U-23.

Menghadapi tim kuat seperti Timnas Palestina di tempat yang sama pada, Kamis (15/8/2018) sangatlah berbeda. Pemain-pemaim Palestina sangat kuat bertahan, tetapi juga sangat cepat melakukan serangan balasan, baik fisik maupun non fisik timnas kita begitu kesakitan melawan gempuran Palestina yang begitu kenyang dibombardir Zionis Israel, sekiranya wajar Timnas kita sejauh ini kebobolan dua gol.

Terus menyerang, Palestina akhirnya mampu mencetak gol pada menit ke-16 dari titik penalti, setelah Zulfiandi handsball di kotak penalti. Tendangan dari Mohamed Darwish mampu ditepis Andritany dan bola membentur tiang gawang.  Bola liar berhasil disambar oleh Oday Dabbagh dan membawa Palestina unggul 1-0 atas Indonesia.

Tampil di hadapan pendukung sendiri, Timnas Indonesia U-23 mencoba menyamakan kedudukan melakukan tekanan. Sejumlah peluang-peluang bagus didapat tim asuhan Luis Milla, namun masih menuai kegagalan.

Kegagalan demi kegagalan tersebut tidak mengendorkan permainan Indomesia U-23. Akhirnya skor 1-1 terjadi pada menit ke-23 berkat gol Irfan Jaya. Penyerang Persebaya Surabaya yang putra asli Bantaeng Sulawesi Selatan Indonesia ini lolos dari jebakan offside, dengan lihai mengelabui bek Palestina sebelum melepaskan tendangan yang menghujam ke pojok gawang Palestina.

Gol Irfan Jaya sekalugus merubah papan skor 1-1 bertahan hingga turun minum.

Memainkan babak kedua baik Indonesia maupun Palestina sama-sama melakukan serangan guna mencuri penyama kedudukan. Palestina justru mampu kembali unggul pada menit ke-51. Umpan terobosan cantik ke kotak penalti tak mampu dihalau Hansamu Yama.

Darwish yang menerima umpan melepaskan tendangan kaki kiri yang sangat sulit untuk dijangkau oleh Andritany. Indonesia kembali tertinggal 1-2.

Sebagaimana diketahui bersama usai unggul, Timnas Indonesia U-23 menerima serangan membahayakan. Sayangnya, ditengah upaya Garuda U-23 menyamakan kedudukan justru mendapat perlakuan tidak sportif dari lawan.

Merasa sudah unggul dengan memanfaatkan postur tubuh tinggi menjulang, berperawakan gempal tak jarang melakukan aksi kurang sportif dengan mengulur-ulur waktu. Melakukan aksi drama mengerang kesakitan usai kontak fisik, kembali bugar sesaat setelah mendapat perawatan medis. Berbeda pemandangan dengan timnas Garuda Muda U-23, mereka terlihat tegar dan gagah berani, meskipun menerima kekalahan menyakitkan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN