Subhan Riyadi
Subhan Riyadi Aparatur Sipil Negara

Stop! Rasialisme anti minoritas apa pun harus tak terjadi lagi di Indonesia. Sungguh suatu aib yang memalukan. Dalam lebih setengah abad dan ber-Pancasila, bisa terjadi kebiadaban ini kalau bukan karena hipokrisi pada kekuasaan (Pramoedya Ananta Toer).

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Garuda Muda, Hajar Malaysia hingga Titik Darah Penghabisan

9 Agustus 2018   13:24 Diperbarui: 9 Agustus 2018   14:02 403 0 0
Garuda Muda, Hajar Malaysia hingga Titik Darah Penghabisan
semifinal-5b6be14ecaf7db7160045c3a.jpg

Garuda Muda, Hajar Malaysia Hingga Titik Darah Penghabisan (sumber gambar: tribunnews.com)

Anak asuh Fakhri Husaini saat ini ibarat lepas dari kandang singa, lantas masuk mulut buaya. Pasalnya, usai lima kali beruntun secara meyakinkan mengandaskan lawan-lawan berat seperti Vietnam, Myanmar dan Timor Leste. Kini Timnas U-16 dihadapkan dengan rival abadinya Harimau Malaya julukan bagi Malaysia.

Sebagaimana diketahui, Malaysia ini bagai duri dalam daging, terkadang teman dan tak jarang membuat onar bagi kedamaian Indonesia.

Diharapkan para penggawa Timnas Indonesia U-16 tidak mudah terprovokasi permainan "sandiwara" Harimau Malaya agar main lepas tanpa beban, sekaligus membalaskan sakit hati kakaknya di Piala AFF U-19 lalu.

Meski Timnas U-16 nanti antusias menyambut laga melawan saudara serumpunnya Malaysia tidak boleh sembrono. Tetap main kalem tapi gahar. Hajar Malaysia U-16 hingga titik darah penghabisan.

Tim nasional (timnas) Indonesia U-16 dipastikan bakal bertarung mati-matian menghadapi Malaysia U-16, di babak semifinal Piala AFF U-16 tahun 2018 di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Kamis (9/8/2018).

Mentalitas semua pemain sangat antusias menyambut laga semifinal ini merupakan pertandingan yang paling ditunggu-tunggu pendukung timnas Indonesia U-16. Tidak hanya itu saja, perputaran ekonomi pasti melonjak.

Lebih lanjut, timnas Garuda U-16 tampil tanpa beban dengan ekspektasi tinggi untuk merengkuh juara di ajang ini. Mengingat, timnas Indonesia U-19 sebelumnya gagal total menjuarai Piala AFF U-19 berkat dipecundangi timnas Malaysia U-19 yang juga digelar di Sidoarjo, beberapa waktu lalu.

Filosofi Sepakbola Indonesia sudah jelas tampil menyerang total sekaligus menikmati permainan. Jangan sampai terprovokasi ulah permainan pemain-pemain Harimau Malaya.

Sementara itu, pada babak semifinal lainnya akan mempertemukan Thailand kontra Myanmar. Laga kedua tim juga akan digelar di Stadion Gelora Delta Sidoarjo.

Pengalaman pahit di babak tos-tosan ini Fakhri menyiapkan secara khusus para pemainnya untuk menghadapi babak adu penalti di laga semifinal.
Maklum, pada babak semifinal dan final, jika pertandingan berakhir imbang dalam waktu normal, berlangsung hingga harus ditentukan melalui babak adu penalti. Balas dendam belum pungkas, tuntaskan dengan kemenangan meski nyawa taruhannya. Merdeka!