Mohon tunggu...
Subhan Riyadi
Subhan Riyadi Mohon Tunggu... ASN (Aparatur Sipil Negara)

Stop! Rasialisme anti minoritas apa pun harus tak terjadi lagi di Indonesia. Sungguh suatu aib yang memalukan. Dalam lebih setengah abad dan ber-Pancasila, bisa terjadi kebiadaban ini kalau bukan karena hipokrisi pada kekuasaan (Pramoedya Ananta Toer).

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Kisah Salah Terseruduk Banteng, hingga Duel Matador

29 Mei 2018   16:19 Diperbarui: 29 Mei 2018   16:39 742 2 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Kisah Salah Terseruduk Banteng, hingga Duel Matador
(sumber: rt.com)

Insiden jatuhnya "Salah" di final Liga Champions, saat Real Madrid melawan Liverpool rupanya berbuntut panjang bahkan mengundang kecaman dari warganet, termasuk para pendukung Liverpool dan para pendukung Tim Nasional Mesir.

Publik begitu geram kepada kapten Madrid Sergio Ramos yang mengakibatkan Liverpool gagal mengukir sejarah. Semua tudingan miring kepada Ramos. Pasalnya, diberitakan bahwa kapten El Real ini dinilai dengan sengaja mengapit lengan Mohamed Salah. Ibarat duel berdarah antara Banteng melawan Sang Matador

Petaka terjadi saat final Liga Champions 2018 di Kiev benar-benar menyisakan sepenggal kisah pilu bagi para pemain Liverpool. Sekitar pertengahan babak pertama, terjadi serudukan sengit antara Salah dengan bek Real Madrid Sergio Ramos. Dari duel tersebut tercipta insiden mengerikan menimpa pemain bintang asal Mesir milik Liverpool. Hal ini tentu saja terjadi diluar dugaan ribuan pasang mata yang menyaksikan jalannya final Liga Champions 2018.

Setelah keseruduk Banteng tersebut, Salah sempat bermain beberapa menit. Namun pada akhirnya pada menit ke-25 mengerang kesakitan dan terpaksa ditarik keluar tim medis untuk meninggalkan lapangan gladiator dengan berurai air mata, posisinya pun digantikan Adam Lalana.

Banyak publik memberitakan Sergio Ramos " Si Matador" sengaja menarik, mengapit lengan Mohamed Salah dan menyebabkan bahunya terkilir. Bukan cuma harus keluar dari pertandingan, Salah juga terancam akan absen dari Piala Dunia 2018.

Sementara dilansir berbagai sumber media online, berita gembira datang dari bintang Liverpool Mohammad Salah, dia mengaku serta meyakinkan publik Mesir bahwa dirinya akan pulih dari cederanya dan akan bisa berlaga di Piala Dunia 2018 bersama timnas Mesir.

Mantan pemain AS Roma ini juga memberikan kabar positif. Pemain berusia 25 tahun ini sangat optimis akan bisa bermain bersama dengan The Pharaohs di Rusia 4 Juni 2018 mendatang. Diberitakan pula oleh Federasi Sepakbola Mesir bahwa Mo Salah tetap bisa tampil di Rusia meski turnamen empat tahunan itu digelar kurang dari tiga pekan lagi.

Dalam akun twitternya, Salah menuliskan, "Itu adalah malam yang sangat sulit, tapi saya adalah seorang pejuang. Meskipun ada kemungkinan (tak bisa tampil), saya yakin bahwa saya akan berada di Rusia untuk membuat Anda semua bangga. "Cinta dan dukungan Anda akan memberi saya kekuatan yang saya butuhkan."

Sepakbola adalah sebuah permainan otak dan otot, apabila mengandalkan otot, sebuah partai besar seperti Liga Champions tak ubahnya sepakbola gajah atau lebih tepatnya sebagai ajang gladiator.

Sebaliknya apabila para pemainnya bermain sepakbola mengutamakan otak sesuai strategi racikan pelatih. Pertandingan akan terlihat sportif untuk merengkuh kemenangan. Tentunya Sergio Ramos tidak bermaksud meciderai Mohamed Salah dalam perebutan bola.

Benar, kedua pemain itu terlibat kontak fisik ketat hingga terjadi insiden beradu apit lengan antara Ramos dan Salah, kemudian mereka berdua sama-sama terjatuh yang bertepatan tubuh Ramos menimpa Salah yang dalam posisi jatuh tersebut mengakibatkan lengannya terkilir.

Bola itu masih bundar, trik dan intrik memperebutkan sebuah bola akan selalu terjadi, bahkan bisa menimpa siapa saja, dimana saja, kapan saja. Andai bolanya ada lima rupa-rupa warnanya, pasti tidak akan ada insiden cidera lengan, bahkan patah kaki.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN