Subhan Riyadi
Subhan Riyadi Aparatur Sipil Negara

Stop! Rasialisme anti minoritas apa pun harus tak terjadi lagi di Indonesia. Sungguh suatu aib yang memalukan. Dalam lebih setengah abad dan ber-Pancasila, bisa terjadi kebiadaban ini kalau bukan karena hipokrisi pada kekuasaan (Pramoedya Ananta Toer).

Selanjutnya

Tutup

Bola

Derby Jatim, Seni Sepak Bola ala Jawa Timuran

30 Januari 2018   07:47 Diperbarui: 30 Januari 2018   07:54 1497 8 4
Derby Jatim, Seni Sepak Bola ala Jawa Timuran
Derby Jatim, Seni Sepakbola ala Jawa Timuran (dokpri/subhan)

Kehadiran Bonek Mania menjadi motivasi tersendiri bagi Persebaya yang berjuluk Bajul Ijo. Tim-tim besar bakal ciut nyali sat melakoni laga lawatan ke Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya akan takjub sekaligus ketar-ketir menyaksikan solidnya pendukung Persebaya apabila bertanding. Bahkan terbentang besar banner bertuliskan "mendukung Persebaya sampai kiamat."fanatisme ini hanya terpatri dalam jiwa Bonek Mania yang juga memilki jargon "salam satu jiwa."

Keriuhan itu terbukti pada laga derby Jawa Timur, antara Persebaya Surabaya melawan Madura United, menjadi seni akrobatik syarat gengsi dan emosi sepakbola ala Jawa Timuran tersaji disana.

Bertarung di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu, 28/1/2018 menjadi referensi liburan akhir pekan terbaik bagi pecinta sepakbola tanah air, khususnya Jawa Timur dan sekitarnya. Perlu digarisbawahi, selain Bonek Mania, pemandangan lain adalah keberadaan pedagang keliling yang menjajakan dagangannya di dalam stadion, keberadaan pedagang tersebut menandakan bahwa ekonomi kerakyatan bersinergi secara apik dengan olahraga.

Begitu memasuki laga babak pertama dimulai, kedua tim langsung tampil terbuka dan memperagakan umpan-umpan cepat demi memperoleh peluang gol. Madura United justru eksisi lebih dulu menekan lini pertahanan Persebaya, tetapi masih dapat dikandaskan pemain Persebaya. Kiper Madura United, Satria Tama dibuat kalang kabut menghalau bola-bola liar dari pemain-pemain muda Persebaya. Satria Tama membuktikan kapabilitasnya sebagai kiper bertalenta luar biasa dengan melakukan penyelamatan dua kali beruntun. Sundulan Otavio Dutra dan Irfan Jaya dari skema sepak pojok sukses ditepis oleh sang Satria. Skor tetap 0-0.

Gawang Madura United jebol juga menit ke-28. Keunggulan Persebaya diceploskan Ferinando Pahabol melalui skema tendangan jarak jauh dari sisi kiri, hingga melesat kejam menusuk Satria Tama. Kiper Madura United ini mati kutu menghalau derasnya bola merobek jala gawang dan mengubah angka pada papan skor menjadi 1-0. Hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya babak pertama tak tercipta tambahan gol. Skor sementara 1-0 bertahan sampai turun minum.

Memasuki babak kedua pelatih Sape KERAP Gomes De Oliveira melakukan pergantian dua pemain sekaligus. Bomber haus gol Greg Nwokolo dan Cristian Gonzales guna menajamkan lini depan. Masuknya kedua pemain senior ini cukup berpengaruh signifikan terhadap ketajaman pemain menggempur pertahanan Bajul Ijo.

Dibombardir habis-habisan anak-anak muda Persebaya ogah menyerahkan kehormatannya dipermalukan dihadapan lima puluh dua ribu Bonek Mania yang menyesaki bangku Stadion Gelora Bung Tomo, memilih meladeni perlawanan Madura United, serangan-serangan balik Persebaya kerap mengancam gawang Satria Tama, penyelesaian yang buruk menggagalkan Persebaya untuk menambah keunggulan. Skor akhir 1-0 untuk kemenangan Persebaya. Berkah dari kemenangan ini Persebaya dan Madura United lolos ke fase delapan besar Piala Presiden 2018 menyusul, Sriwijaya FC, PSMS Medan, Mitra Kukar, Persija Jakarta dan Bali United.

Makassar, 30 Januari 2018