Subhan Riyadi
Subhan Riyadi Pegawai Negeri Sipil

Stop! Rasialisme anti minoritas apa pun harus tak terjadi lagi di Indonesia. Sungguh suatu aib yang memalukan. Dalam lebih setengah abad dan ber-Pancasila, bisa terjadi kebiadaban ini kalau bukan karena hipokrisi pada kekuasaan (Pramoedya Ananta Toer).

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Kembalinya PSIS "Si Pendekar Mahesa Jenar" di Liga 1

30 November 2017   12:48 Diperbarui: 30 November 2017   12:53 2592 8 1
Kembalinya PSIS "Si Pendekar Mahesa Jenar" di Liga 1
Kembalinya PSIS

Sebelum mengulas euforia tim sepakbola asal daerah Jawa Tengah, tepatnya di Semarang yang bernama PSIS Semarang, berjuluk Laskar Mahesa Jenar. Saya sedikit mengutip sejarah singkat Mahesa Jenar. Dalam sebuah cerita silat populer yang berjudul Nagasasra dan Sabuk Inten, karangan S.H Mintardja, Mahesa Jenar menjadi tokoh utamanya

Dalam cerita tersebut, Mahesa Jenar merupakan murid Pangeran Handayaningrat, bersama-sama dengan Kebo Kanigara dan Kebo Kenanga. Kemudian dalam cerita yang berseting pada masa keemasan Kerajaan Demak ini, Mahesa Jenar mengabdikan diri sebagai prajurit di Demak. Sebagai prajurit ia berjasa dalam mengamankan dua keris pusaka, Keris Nagasasra dan Sabuk Inten yang dicuri oleh penjahat terkenal bernama Lawa Ijo dari Alas Mentaok (Kotagede).

Atas jasa itu ia memperoleh gelar keprajuritan dengan sebutan Rangga Tohjaya. Pada suatu kali ia berkelana, dan menggunakan nama samaran Manahan. Stadion Manahan di Solo tersebut konon menggunakan nama lain dari Mahesa Jenar.

Itulah sekilas mengenai kisah seorang tokoh bernama Mahesa Jenar, yang selama beberapa waktu menjadi topik hangat mengenai keberadaannya, oleh beberapa kalangan merupakan tokoh nyata yang benar-benar hidup di masa lalu, sementara oleh kelompok lain, Mahesa Jenar hanyalah tokoh murni karangan belaka.

Kompetisi Liga 1 musim depan bakal diramaikan tim-tim legendaris dieranya, yaitu Persebaya, PSIS Semarang dan PSMS Medan. Ketiga tim yang berhasil tampil di Liga 1 musim depan, setelah mengarungi Liga 2 begitu berat, boleh dibilang super ketat.

Perebutan juara tiga akhirnya dimenangkan PSIS Semarang, usai membantai Martapura FC dengan skor meyakinkan 6-4 pada perebutan peringkat ketiga Liga 2 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Selasa (28/11/2017) sore.  Tim berjuluk Mahesa Jenar ini membuka keunggulan melalui Hari Nur Yulianto. Tak lama berselang menit ke-9 Martapura FC membalas. Kedudukan 1-1.

Martapura FC sempat unggul 2-1 menit ke 35 melalui tendangan keras Rifan. Tak berlangsung lama anak asuh Subangkit ini, bangkit menyamakan kedudukan 2-2 menit ke 43 melalui sumbangan gol Aldaier Makatindu. Turun minum babak pertama ditutup skor 2-2.

Memasuki babak kedua, pertandingan berjalan sengit, akibatnya PSIS kebobolan menit ke-46 yang dicetak Reza Saputra. Skor 2-3 untuk keunggulan Martapura FC. Tim berjuluk Mahesa Jenar bisa menyamakan kedudukan menjadi 3-3 pada menit ke-58 melalui Hari Nur.

Bola seakan tak berhenti bergulir membobol jala gawang, kedudukan berubah menjadi 3-4 buat Martapura FC, menit ke-80 perantara aksi pemainnya Aidil Bogel. Keunggulan itu tak berlangsung lama, Hari Nur mencetak hattrick pada menit ke-85. Skor imbang 4-4. laga berlanjut ke babak extra time.

Memasuki babak tambahan waktu, PSIS Semarang tampil garang. Pemain PSIS, Andrid Wibawa, berhasil menceploskan dua gol ke gawang Martapura FC yang dikawal Ali Budi Raharjo. Hingga laga bubar skor 6-4 untuk kemenangan PSIS Semarang.

Hasil ini menjadikan PSIS "Mahesa Jenar" kembali menguji ketangguhannya di kompetisi Liga 1 musim depan.

Makassar, 30 November 2017.