Mohon tunggu...
Moch. Rendy Ferdian
Moch. Rendy Ferdian Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Universitas Airlangga

saya adalah mahasiswa berdomisili di surabaya

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Peran Literasi dalam Mempersiapkan Siswa Sekolah Mengengah Atas (SMA) untuk Menghadapi Era Society 5.0

9 Juni 2022   19:15 Diperbarui: 9 Juni 2022   19:26 85 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Perkembangan dan eksistensi manusia terus mengalami perubahan, baik dalam hal budaya maupun inovasi yang dimanfaatkan. Dalam aktivitas publik, Zaman Masyarakat 1.0 dikenal, di mana orang-orang utama saat ini (homo sapiens) mulai berkumpul dan bekerja sama untuk menjaga diri mereka sendiri dan melacak makanan hingga Masyarakat 5.0 yang akhir-akhir ini ramai dibicarakan oleh masyarakat lokal di seluruh dunia. . EraSociety 5.0, merupakan jawaban dan reaksi dari kegalauan modern 4.0 yang penuh dengan perkembangan mekanis (Caesaria, 2021). Kemajuan pesat dalam inovasi telah membawa kekhawatiran bagi masyarakat, jika nantinya semua bidang pekerjaan akan dibatasi oleh robot dan kecerdasan buatan (Man-made reasoning), yang seiring dengan itu memperluas jumlah pengangguran.

Untuk mempersiapkan siswa sekolah menengah untuk menghadapi masyarakat di era Society 5.0, pengajaran harus memiliki pilihan untuk membekali mereka dengan kemampuan halus, kapasitas mekanis dan intelektual. Kemampuan halus secara konsisten merupakan hal utama yang disurvei ketika anak-anak memasuki alam semesta masyarakat, misalnya, kemampuan mereka untuk menyampaikan, berhubungan, serbaguna, mampu belajar, dan bekerja sama. Kapasitas inovasi sudah tidak diragukan lagi perannya di masa Society 5.0, karena pada saat itu semua keberadaan manusia akan diasosiasikan dengan inovasi. Apa yang dimaksud dengan kapasitas intelektual di sini tidak berarti bahwa rapor harus tinggi, melainkan kapasitas untuk mengatasi masalah yang kompleks melalui penalaran dasar dan inovatif. Kapasitas ini dapat dipersiapkan dan diinstruksikan melalui kecakapan.

Riset "World'smostliterate Nationsranked" yang disutradarai oleh Focal Association State College pada Walk 2016, mengungkapkan bahwa Indonesia menempati urutan ke-60 dari 61 negara dalam hal minat pemahaman (kominfo.go.id, 2017). Akibat review Program for Global Understudy Appraisal (PISA) (ayomenulis.id, 2020) yang dibagikan pada Walk 2019 dalam klasifikasi kemampuan membaca, IPA, dan matematika, nilai Indonesia tergolong rendah karena berada di peringkat 74. dari 79 negara. PISA adalah studi penilaian kerangka sekolah dunia yang menampilkan pameran siswa di kelas instruksi opsional. Evaluasi ini diarahkan secara berkala dan dipisahkan menjadi tiga hal pokok, yaitu pendidikan, matematika, dan sains. Hasil pada 2018 memperkirakan kapasitas 600.000 anak berusia 15 tahun dari 79 negara. Pada tahun 2015, jumlah negara peserta PISA meningkat menjadi 72, namun kapasitas pendidikan Indonesia berada pada angka 66, aritmatika 65, dan IPA 64. Hal ini menunjukkan bahwa untuk waktu yang cukup lama, kemampuan siswa di Indonesia untuk membaca, menghitung , atau berpikir logis tidak banyak. Berikut beberapa kemahiran yang disarankan untuk segera dikuasai

1. Kemahiran mengasah kemampuan berpikir kritis

2. Kemahiran untuk mempertajam kemampuan penalaran yang menentukan

3. Kemahiran untuk mengasah daya cipta

4. Instruksi untuk Menerapkan Kemahiran dalam kehidupan sehari-hari

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan