Mohon tunggu...
Alex Palit
Alex Palit Mohon Tunggu... Jurnalis - Jurnalis

Membaca Bambu Mengungkap Makna

Selanjutnya

Tutup

Hobby Pilihan

Alhamdullilah, Gelar Acara "Doa untuk Negeri" KPBUN di 17 Kota Indonesia Akhirnya Terwujud

17 Desember 2018   17:00 Diperbarui: 17 Desember 2018   17:03 316
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Alhamdullilah, puji syukur atas segala berkah dan rahmat Tuhan Semesta Alam...!!!

Akhirnya, niatan tulus Komunitas Pecinta Bambu Unik Nusantara (KPBUN) untuk menggelar selamatan / tumpengan dalam gelar doa bersama "Doa untuk Negeri -- Berdamai dengan Alam" yang dilaksanakan serentak pada hari Minggu, 16 Desember 2018, terwujud.

Dengan bersemangatkan berdamai dengan alam, gelaran doa bersama yang dilaksanakan secara serentak di 17 kota Indonesia ini salah satunya dimaksudkan semoga negeri kita dijauhkan dari segala bentuk bencana berkelanjutan apa itu oleh gempa bumi, banjir, tanah longsor atau terjangan angin puting beliung.

Sambil berdamai dengan alam, kita mengajak para bolankers panjat doa kepada 'Kuasa Alam' semoga alam tidak murka lantaran ulah manusia yang sudah abai, tidak ramah, tidak bersahabat dan berdamai dalam menjaga harmoni dengan alam.

Sebagai doa di penutup tahun 2018, kita juga berdoa semoga di tahun politik 2019, kita juga dihindarkan dari bencana politik jelang  Pilpres 2019.

Dalam gelaran doa bersama ini, kita sebagai warga KPBUN tak lupa mengucapkan terimakasi kepada alam yang telah memberi keberkahan berupa pusaka alam bambu unik yang telah memberi pelajaran kepada kita untuk belalajar bahasa tanda alam, membaca bambu mengungkap makna, kitab tanpo waton ning iso diwoco.

Dari bahasa tanda sepotong bambu unik, setidaknya telah mengajarkan banyak hala kepada kita warga KPBUN mengajarkan kita makna; ngaji deling -- ngaji roso -- ngaji diri.

Pada kesempatan ini, saya mengucapkan terimakasih tak terhingga kepada -- sebut saja "hamba Allah" -- yang mengapresiasi kegiatan ini dengan memahari pring pethuk koleksi KPBUN yang kita lelang senilai Rp. 8 juta, untuk membiayai kegiatan ini.

Dari hasil lelang pring pethuk ini, akhirnya kegiatan "Doa untuk Negeri -- Berdamai dengan Alam" bisa terlaksana dan digelar di 17 titik kota Indonesia, dari uang tersebut.

Dari 17 kota di Indonesia itu, diantaranya di Jawa; Jakarta, Cianjur, Sumendang, Ungaran -Semarang, Kudus, Sragen, Surabaya, Sidoarjo, Ponorogo, Pacitan -- Madiun - Blitar, Trenggalek - Tulungagung, Malang, Banyuwangi. Sedang di luar Jawa; Jambi, Sampit (Kalteng) Kendari, Denpasar dan Dompu (NTB).

Dan pada kesempatan ini saya sebagai admin KPBUN, mengucapan banyak terimakasih kepada para sedulur warga KPBUN se-Nusantara yang dengan ikhlas dan tulus berpartisipasi dalam gelar selamatan / tumpengan dan doa bersama "Doa untuk Negeri -- Berdamai dengan Alam".

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Hobby Selengkapnya
Lihat Hobby Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun