Mohon tunggu...
pesa pesa
pesa pesa Mohon Tunggu...

manusia biasa

Selanjutnya

Tutup

Olahraga

Sriwijaya FC Memainkan Siluman Untuk Memenangkan Pertandingan Lawan P-MU

28 Maret 2013   11:35 Diperbarui: 24 Juni 2015   16:05 0 4 16 Mohon Tunggu...

Seperti diberitakan Sportiplus, Sriwijaya FC Menang 0-2 atas tuan Rumah P-MU (Persepam Madura United) hari selasa (26/3) kemaren. Hal ini tidak terlepas dari dimainkannya 1 "Siluman" yang membuat permainan Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya FC) menjadi lebih tangguh. Siluman dari korea selatan ini memang sangat bagus dalam mendukung permainan klub dari palembang ini. Dia dimainkan sejak menit pertama sampai berakhirnya pertandingan. Dialah Lee Dong-Won, pemain yang berposisi sebagai bek.

Karena dibantu "Siluman", gawang Sriwijaya tetap perawan tidak bisa dibobol oleh lawannya. Menurut penelusuran sportiplus, Lee baru diperkenalkan manajemen SFC pada Selasa (5/3) dan langsung disahkan PT Liga Indonesia (LI) karena kehadirannya menggantikan 1 dari 5 pemain asing SFC Kyouung-Bin yang dipecat manajemen SFC pada pertengahan Februari 2013. Padahal dilakukan di luar masa pendaftaran pemain atau jendela transfer.

Memang, PT LI dalam regulasi Indonesia Super League (ISL) 2012/2013 mengizinkan klub ISL mengganti pemain di luar masa pendaftaran pemain. Tapi, itu bisa dilakukan jika pemain yang diganti didera cedera permanen yang membuatnya harus absen hingga akhir musim, sesuai regulasi ISL 2012/2013 pasal 43 poin 11. Sedangkan untuk kasus pemecatan Kyouung-Bin, bukan karena pemain asal Korea Selatan itu cedera. Kyouung-Bin dipecat manajemen SFC lantaran skill-nya tidak sesuai dengan kebutuhan tim SFC di ISL musim ini. (sumber: sportiplus.com)

Kenapa juga P-MU tidak protes ya ada pemain lawan yang menggunakan pemain "Siluman"? kalau gini khan jadi pembenaran bagi Sriwijaya FC untuk memakai pemain tersebut. Atau bisa jadi kata pendukung klubnya, ketiadaan protes khan menunjukkan tim lawan tidak masalah dengan pemain siluman tersebut..,jadi ngapain mempermasalahkan pemain siluman...hehe. Siap-siap saja jika ada klub lain yang akan menggunakan modus yang sama untuk memainkan "Siluman" lain baik dari negeri manusia maupun negeri jin..:)

Dari kasus ini, bisa kita ambil pelajaran bahwa untuk hal besar yang terkait statuta dan aturan Undang-undang yang berlaku di Indonesia saja bisa dilanggar, apalagi hanya sekedar aturan internal PT. Liga Indonesia. Contoh: Penyelenggaraan Celebes Cup tetap digelar walaupun menabrak aturan penyelenggaraan karena tidak mendapat ijin kepolisian. Contoh lainnya, awal penyelenggaraan ISL juga dilakukan dengan menabrak aturan tanpa ijin federasi resmi sepakbola Indonesia dan juga melanggar komitmen dan janji dengan pemerintah untuk melunasi gaji pemain.

KONTEN MENARIK LAINNYA
x