Mohon tunggu...
Pericha Sekar Arditya
Pericha Sekar Arditya Mohon Tunggu... seorang mahasiswi

jatuh cinta dengan Jogja dan segala isinya

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

nDalem Pujokusuman, Pusat Seni Tari Tradisional Gaya Yogyakarta

15 April 2021   15:01 Diperbarui: 23 April 2021   08:53 107 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
nDalem Pujokusuman, Pusat Seni Tari Tradisional Gaya Yogyakarta
ndalem pujokusuman

nDalem Pujokusuman atau nDalem Danudiningratan berada di kelurahan Keparakan, kemantren Mergangsan, kota Yogyakarta. Bangunan ini dibangun pada masa Sultan Hamengku Buwana II. Pada awalnya dalem ini ditempati oleh KRT Danudiningrat yang merupakan menantu Sultan Hamengku Buwana VII. Pada tahun 1901 diberikan kepada GBPH Pujokusumo yang merupakan putra Sultan Hamengku Buwana VIII.

Bangunan terdiri atas pendopo, balai rata, pringgitan, dalem (sentong kanan, sentong tengah, sentong kiri), gandhok kanan, gandhok kiri, dan gadri. Pada saat ini, Ndalem Pujokusuman digunakan sebagai salah satu wadah pelestarian seni tradisional Yogyakarta di bawah pengelolaan Yayasan Pamulangan Beksa Sasminta Mardawa dan pada tahun 2011 ditetapkan sebagai pusat seni tari gaya Yogyakarta oleh Pemerintah Provinsi DIY.

Ndalem Pujokusuman merupakan rumah dari keluarga Rama Sasminta. Letak Ndalem Pujokusuman pun dapat dikatakan tersembunyi bagi orang-orang yang tidak begitu menyukai kesenian tari. Bangunan ini dulunya bernama Ndalem Danudiningratan merupakan tempat tinggal dari GPBH Pujokusumo putra Sultan HB VIII. GPBH Pujokusumo sangat menyukai kesenian, terutama tari-tarian. Beliau merupakan pimpinan Kridomardawa atau departemen tari keraton Yogyakarta. Pada tahun 1961 GPBH Pujokusumo wafat, beliau meninggalkan pesan kepada putranya yaitu KRT Sasminta Dipura, agar dibuatkan yayasan sebagai wadah untuk belajar berbagai macam tarian.

Yayasan Pamulangan Beksa Sasminta Mardawa (YPBSM) adalah sebuah organisasi tari klasik gaya Yogyakarta mempunyai tujuan untuk melestarikan dan mengembangkan tari klasik gaya Yogyakarta. Untuk mencapai tujuan itu menyelenggarakan pelatihan tari dan pertunjukan drama tari Ramayana untuk wisatawan. YPBSM berperan dalam bidang pendidikan, pariwisata, dan penyebarluasan tari klasik gaya Yogyakarta. Kelebihan organisasi ini pada kharismatik Rama Sas selaku pimpinan sejak 1962-1996. Ia mampu menciptakan bentuk tari yang inovatif sehingga mudah dipelajari siswanya dan populer di masyarakat. Karya tarinya digunakan sebagai materi pelajaran di tingkat SD, SLTP, SLTA, dan perguruan tinggi seni.

YPBSM memiliki salah satu kegiatan rutin, yaitu mengadakan pelatihan tari klasik gaya Yogyakarta yang diselenggarakan setiap hari Senin – Jumat mulai dari jam 16.00 – 19.00 WIB.

Ada 2 kategori didalam kursus tari klasik gaya Yogyakarta ini, yaitu kategori anak-anak (usia 5 – 13 tahun) dan kategori dewasa (usia 13 – tak terbatas). masing – masing kategori memiliki tingkatan kelas, kelas 1 – 5 dan lanjut.

Kelas 1 merupakan kelas dasar, sedangkan untuk kelas lanjut adalah kelas untuk pendalaman semua materi tari yang diberikan mulai dari kelas 1 – 5. selain itu juga merupakan pengajaran untuk materi – materi tari khusus yang merupakan tingkatan paling tinggi dalam tari klasik gaya Yogyakarta.

Beberapa karya Romo Sas yang saat ini masih banyak dikenal adalah Tarian Renggomatoyo, Golek Surungdayung, Golek Kenyotinembe, Golek Asmaradana Bawaraga, Beksan Srikandi Suradewati, Klana Alus, Klana Raja, Beksan Wirokusumo, Beksan Srikandi Larasati.

Untuk menyaksikan karya – karya peninggalan Romo Sas bisa mendatangi nDalem Pujokusuman pada setiap hari Selasa Legi. Karena setiap hari Selasa Legi gelaran Seloso Legen yang digagas oleh Yayasan Pamulang Beksa Sasminta Mardawa. Dipilihnya Selasa Legi karena para anak didik Romo Sas ingin mengenang guru mereka yang memang seorang maestro tari.

Bagi wisatawan ataupun masyarakat yang ingin menonton pagelaran seni ini dapat mengunjungi nDalem Pujokusuman yang biasanya dimulai pada pukul 19.30 WIB. Dan acara ini tidak dipungut biaya.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x