Mohon tunggu...
Peny Widi Harini
Peny Widi Harini Mohon Tunggu... Freelancer - Writerpreneur of Edwrite Indonesia, Penulis, Motivator Muslimah..

Instagram || • @penywidi Menulislah Untuk Menginspirasi dan memberikan banyak manfaat, Bukan hanya sebatas Untuk Mencari Kepopuleran saja. ❤

Selanjutnya

Tutup

Hobby

Cara Menyusun Ending dalam Sebuah Cerita

10 April 2021   14:13 Diperbarui: 10 April 2021   14:46 421
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.


Bicara soal ending sebuah cerita, berarti kita bicara tentang bagaimana mengakhiri sebuah cerita. Tentu saja patokan utamanya ada pada konflik utama dalam cerita yang bersangkutan. Dimana konflik utama cerita harus sudah selesai dan menemukan jawabannya. Barulah cerita ditutup dengan satu adegan yang merangkum semua masalah tokohnya.

Ending dalam sebuah cerita merupakan sebuah kunci yang menentukan sebuah tulisan tersebut dinyatakan berhasil atau atidak. Kadang kala kita sering menjumpai tulisan yang awalnya sangat bagus sekali, namun ketika di bagian ending gagal.

Ending sebuah cerita bisa dibentuk melalui dua cara. Yaitu ending tertutup dan ending terbuka.

ENDING TERTUTUP yang artinya cerita antara tokoh utamanya sudah selesai tidak ada lagi kelanjutan kisah di antara keduanya. Ending cerita seperti ini bisa berupa happy ending atau sad ending tergantung penulisnya yang jelas cerita tamat.

Sedangkan ENDING TERBUKA mengusung rasa penasaran pembaca jika pada ending tertutup, tidak ada masalah yang belum terselesaikan. Maka pada ending terbuka ini, justru masalah baru dibuat lagi setelah masalah inti selesai. Pembaca dibuat menggantung, dengan rasa penasaran yang belum terjawab. Namun biasanya masalah baru ini masih berkaitan dengan masalah awal yang sudah selesai tadi.

Jika kamu memilih ending terbuka untuk menutup cerita kamu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan di antaranya :

1. PASTIKAN KONFLIK UTAMA SELESAI
Kunci utama untuk membuat ending yang terbuka adalah konflik utamanya. Pastikan konflik utama cerita selesai jadi pembaca mengira cerita sudah tamat ini penting untuk membangun kepercayaan pembaca.

Untuk membuat ending terbuka, sisakan satu space di akhir bab tentang apa yang terjadi dengan tokoh utamanya. Tapi pastikan sudah tidak ada masalah antara kedua tokoh utamanya.

2. BANGUN KONFLIK BARU DENGAN INFORMASI YANG MENGEJUTKAN.
Konflik utama memang sudah selesai. Namun untuk membuat ending terbuka, perlu ada konflik tambahan yang berisi informasi penting. Informasi ini bersifat mengejutkan dan tidak diduga oleh pembaca.

Pilihlah informasi seputar tokoh tokoh sentralnya. Sehingga pembaca penasaran dengan kelanjutan kisahnya.

3. SIMPAN INFORMASI BARU UNTUK DITUANGKAN DI AKHIR CERITA

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Hobby Selengkapnya
Lihat Hobby Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun