Mohon tunggu...
bahrul ulum
bahrul ulum Mohon Tunggu... Freelancer - Kompasianer Brebes Community (KBC) - Jawa Tengah

Apa yang ditulis akan abadi, apa yang akan dihafal akan terlepas, ilmu adalah buruan, pengikatnya adalah tulisan, ikatlah dengan kuat buruan mu itu. (KBC-01)

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Bulan Agustus, Pusat Hiburan Anak Beragam Pilihan

15 Agustus 2022   19:15 Diperbarui: 15 Agustus 2022   19:18 101 3 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pameran di Brebes ( Dok Foto https://gugah.id/)

Tidak ada bulan yang hampir ramai disejumlah daerah kecuali bulan Agustus, dan dipastikan semua daerah akan menyelenggarakan berbagai kegiatan untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) RI.  Baik ditingkat RT atau RW, Kelurahan/Desa, Kecamatan hingga Kabupaten/kota. Hiburan malam, Pameran/Bazar, Pawai dan ragam kegiatan yang diselenggarakan dibulan Agustus. 

Setiap Agustus dipastikan meriah, hanya 2 tahun yang lalu saat pandemi corona saja, menjadi sepi.

Momentum agustusan, setiap rumah harus memasang bendera merah putih, belum lagi ada yang pasang bendera hias, lampu-lampu dan ragam model cara warga Indonesia untuk memeriahkan kegiatan agustusan.. 

Saat kegiatan agustusan, tentunya anak-anak akan menantinya dengan riang gembira, bisa melihat festival drumband gratis, ada pawai mobil hias, termasuk ada penampilan pernak pernik kemerdekaan disejumlah daerah, bahkan ada kegiatan yang selalu dibuka saat malam hari yakni hiburan malam yang berisi aneka mainan anak-anak berbayar. 

Kita bisa menyaksikan para pedagang kaki lima datang dari berbagai daerah, dan mereka tahu jadwal keramaian disejumlah daerah, wajar jika bulan agustus sebagai bulan berkah bagi mereka karena bisa mengais rejeki tambahan, modal sedikit, tapi keuntungan lumayan bisa untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan bisa menabung. 

Orangtua juga harus menyiapkan dana tambahan, karena anak akan menangis jika tidak melihat pusat keramaian dan tidak membeli apa-apa, pokoknya nglirik jajan, mama beli itu... papa beli ini, dan ragam cara merayu orangtuanya agar beli ini, beli itu, tidak dibelikan, suka menangis terus, tapi saat dibelikan, langsung berhenti nangisnya. 

Pusat hiburan juga berkah bagi juru parkir, yang biasanya mencari uang susah, dengan ada hiburan dapat uang tambahan dari parkir, kalaupun harus membayar lapak parkir, pastinya masih ada untungnya, saat ramai uang bisa dibagi bersama-sama dengan crew parkir yang lainnya. 

Belum lagi para penjual martabak telor atau martabak manis baik dari Bandung, Tegal ataupun dari padang, mereka berani bayar kontrakan selama beberapa hari dan menginap didalam tenda yang disediakan, kalau sudah lelah, tidur apapun rasanya nyenyak, 

tidak harus tidur pakai kasur yang empuk, hanya beralasan tikar dan bantal, rasanya sudah hilang lelahnya, dan besok sudah segar kembali, dan tentunya menyiapkan bahan baku dengan membeli kebutuhan untuk dijual saat malam harinya. 

Penjual pakaian anak-anak dan dewasa juga sudah menyiapkan crewnya dengan baik, mereka akan gembira saat pakaian yang dipajang kemudian laku keras, bisa untuk kelangsungan hidup, bayar sewa tempat, bayar karyawan, dan bayar transport pulang pergi ke tempat lain jika ada daerah yang tingkat keramaiannya sepanjang masa. 

Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan